post modern man
 

hmm… gw mengenal istilah ini dari sebuah mag distro yang gw dapat di awal-awal kuliah gw dulu, openmind.

Pada era modern, orang-orang bekerja di kantor-kantor atau pabrik-pabrik dengan jam yang ditetapkan, biasanya antara 08.00 – 16.00. Mereka bekerja – paling tidak – lima hari dalam seminggu. Pakaian mereka pun diseragamkan, atau – paling tidak – distandarkan kerapihannya. Komunikasi orang-orang modern dengan orang disekitarnya biasanya agak terbatas karena waktu mereka kebanyakan dihabiskan di tempat kerja ( meskipun banyak juga yang tidak bekerja ketika mereka berada di tempat kerjanya ), sedangkan waktu mereka di rumah digunakan untuk istirahat. Mereka sulit mengambil peran di luar peran mereka sebagai pekerja. Kadang, hubungan mereka dengan keluarga dan tetangga pun kurang optimal. Strees, frustasi, hubungan yang kaku bahkan kurang harmonis dengan orang-orang sekitarnya kadang-kadang menjadi hal-hal yang akrab dengan orang-orang modern.

Selain itu, di era post modern ( mungkin masih peralihan dari era modern ), orang melirik untuk bekerja namun tidak terikat dengan jam kerja yang kaku dan standar pakaian. Mereka, orang-orang post modern, memilih untuk membuka usaha atau bekerja di rumah dengan konsep small office – home office. Mereka tidak terlalu direpotkan untuk mencari tempat strategis untuk dijadikan kantor. Bahkan, tempat manapun bisa dijadikan kantor. Mereka bisa menerima surat via email, mereka bisa menerima telepon di mana pun mereka berada karena teknologi informasi telah menyediakan fasilitas telepon kantor yang bisa dibawa kemana-mana (mobile), mereka membuat website agar perusahaan mereka dengan mudah dikenal banyak orang (kapan nih openmind bikin web site? masa’ magz sekeren openmind ga punya website?).

open mind mini magz

Di saat orang-orang modern bekerja di kantor, orang-orang post modern mungkin sedang berjalan-jalan keliling kota ( atau kampung ), sendirian, bersama rekan, atau keluarganya. Mereka berjalan-jalan dengan pakaian sesukanya, entah cuma kaos oblong dan sendal jepit atau yang lainnya. Suatu ketika mungkin mereka (orang-orang post modern) terlibat perbincangan santai di halte, bis kota, kereta api, kedai kopi, kampus, masjid, pangkalan becak atau ojek, swalayan, tempat duduk depan wartel, boulevard, pinggiran lapangan, dan tempat-tempat lain dengan orang yang baru ditemuinya. Dalam perbincangan tersebut, banyak sekali yang bisa dilakukan; berbagi wawasan bisnis, peluang bisnis, berbagi keceriaan ( dan juga kesedihan ), sampai pada berbagi pemahaman mengenai bagaimana semestinya menyikapi dan menjalani kehidupan. Tidak jarang dari obrolan santai tersebut terjadi kesepakatan-kesepakatan, entah untuk mengadakan kerjasama bisnis maupun untuk berbagi ide lebih lanjut, atau bahkan membicarakan penyatuan dua keluarga ( tau kan maksud gue ?!)

Tapi yang lebih penting dari semua ini, dengan fleksibilitas jam kerjanya, orang-orang post modern bisa lebih leluasa mengambil peran-peran lain dalam kehidupannya selain hanya bekerja, yaitu membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga ( baik yang jauh maupujn yang dekat ) dan tetangga, mengupdate wawasan dengan membaca buku atau menghadiri seminar maupun training, terutama mengambil peran dalam upaya perubahan masyarakat menjadi masyarakat yang ideal agar segera terwujud.

Saya berharap, kalian bisa menangkap tulisan singkat ini. Bekerja memang tidak harus menunggu lulus sekolah atau kuliah, bekerja tidak harus di kantor ( atau punya kantor ), bekerja tidak harus berpakaian layaknya borjuis. Melainkan, kita bisa bekerja mulai sekarang, membangun usaha mandiri, tanpa harus melalaikan tanggungjawab kita yang lain.

Tulisan ini adalah pandangan saya yang mengklaim diri sebagai post modern man ( orang lain mungkin menganggap saya pengangguran, hehe…). Tentu saja saya sangat bisa menerima bila ada yang berpendapat lain, terutama dari orang-orangyang lebih suka menjadi orang modern. Saya memahami, selera orang berbeda-beda. Namun yang penting menurut saya, menjadi manusia modern maupun post modern, kita tetap tidak boleh melalaikan tanggung jawab kita sebagai hamba dari Penguasa Alam Semesta. Mudah-mudahan, tulisan saya ini tidak sepenuhnya salah [bandith].

Openmind ed. 13

Ketika gw membaca ini di pojokan kamar kos, betapa terinpirasinya gw untuk hidup seperti itu. Kehidupan yang tidak diikat dengan jam-jam.

Keluarga gw sebagian besar adalah bukan orang-orang kantoran kecuali si babeh. Gw dan abang-abang gw terinspirasi dari kehidupan ibu gw yang sebagian besar hidupnya hampir mirip dengan apa yang dijabarkan dari tulisan di atas. Bahkan hingga sekarang, pada umur 50an, tetap beraktivitas seperti biasanya. Ketika ditanya “ma, mama kok ga di rumah aja? “, pasti jawabannya ” gak ah, males.. bikin badan ga enak “, dan terlihat jelas dari aktivitasnya yang pergi kesana kemari disertai dengan si babeh yang sekarang ikut membantu usaha ibu gw.

Bahkan, kemarin gw terima telepon dari si mama

“rip, mama mau jalan ke manado nih, lewat jalan darat lho.. bukan make pesawat, abis itu ke irian deh”, dengan nada menggoda. hahahaha, dari ujung barat indonesia sampe ujung timur semua udah dijelajahi ma orang tua gw.

post modernisme… hmm.. mungkin dengan yang gw bold pertama cukup mewakili definisinya

orang melirik untuk bekerja namun tidak terikat dengan jam kerja yang kaku dan standar pakaian

tidak terikat dengan jam kerja…

tadi malam gw chatting ma teman ouitsource gw ( yang menurut gw masuk ke dalam kategori orang-orang post modern ). dengan pendapatan yang melebihi gaji kerja orang umum, hidupnya tergolong santai. malam begadang dan pagi tidur ( buat yang ngerasa.. sori sori :P eace: ) atau ngojekin bininya kapanpun. Kehidupannya sama sekali tidak diikat dengan waktu, kapanpun dia mau, mungkin bisa saja dia pergi kemana.

standar pakaian…

hahahaha, tebak sendiri deh :D

kemudian yang gw bold kedua

Tulisan ini adalah pandangan saya yang mengklaim diri sebagai post modern man ( orang lain mungkin menganggap saya pengangguran, hehe…)

wahhh!! gw pernah merasakan!!

ketemu teman, trus ditanya gw kemana aja, ya gw jawab saja jujur, ‘di rumah aja kok’, dan gw selalu ditanyakan hal yang sama dengan orang yang beda. walaupun mereka tidak menunjukkan mimik muka yang bagaimana, tapi aromanya terasa kalau mereka berfikir bahwa gw tidak ada kerjaan atau pengangguran :D .

hahaha, ya tak apa-apalah :D

untuk orang-orang yang ingin pindah ke tahapan post modern, intinya berani saja :D … toh hidup juga cuman sekali, manfaatkan saja semuanya. percaya saja bahwa semua ada jalannya, yeah.. semua ada jalannya :) .. percaya yah yah yah :)

hidup orang-orang post modern!!

:beer:

i’m from barcelona
 

i’m from barcelona, wah… dari nama bandnya kita sudah tertipu. band keroyokan yang jumlah personilnya sekampung ini ternyata dari swedia, negara asalnya ABBA. gw pertama kali dengar yang ‘oversleeping’ yang menjadi backsound di aliens in america episode 16. tertarik dengan liriknya yang been oversleeping on monday, i don’t care let’s pretend that it’s Sunday, ah.. post-modernisme sekali… =D, tidak terikat dengan waktu..

ini lirik lengkapnya,

Damn! Oversleeping again
Damn! I can’t believe I did it once again

I can make it in time
if I jump out of bed
if I skip to wear clothes
and get running instead
if I get on my feet
if I skip to hit snooze
if I don’t care to eat
and get running instead
I can make it in time

Been oversleeping on Monday
I don’t care let’s pretend that it’s Sunday

i\’m from barcelona – oversleeping

atau lagu yang we’re from barcelona. nada-nada pembuka berbau-bau ska, sehingga tak ayal lagi kalau lagu ini riang. kemudian dilanjut dengan choir anggotanya, hehehe, rasa kebersamaannya terasa. check it out

I’m gonna sing this song with all of my friends
and we’re I’m from Barcelona
Love is a feeling that we don’t understand
but we’re gonna give it to ya

We’ll aim for the stars
We’ll aim for your heart when the night comes
And we’ll bring you love
You’ll be one of us when the night comes

i\’m from barcelona – we\’re from barcelona

sayang.. gw rada pesimis dengan kelangsungan band ini terikat dengan jumlah personilnya, apalagi namanya bermusik dimana idealisme orang bisa bertabrakan. semakin banyak orang, semakin banyak kepentingan yang harus diakomodasi. but, untuk saat ini, gw acungin dua jempol untuk i’m from barcelona atas lagu-lagu riangnya.

aliens in america
 

sudah menonton aliens in america?

sebuah drama komedi berseri yang beredar di amerika sana. drama ini menceritakan seorang pemuda bernama justin tolchuck yang mengalami krisis kepercayaan diri. di sekolahnya dia dianggap sebagai orang yang sama sekali tidak tenar. bahkan ketika murid-murid sekolah tersebut membuat list murid wanita yang hot dan ‘bang-able’, namanya dimasukkan ke dalam list tersebut disamping nama adiknya yang memang cantik. padahal dia notebene adalah seorang cowok.

kemudian karena ibunya si justing merasa terhina dengan perlakuan teman-temannya di sekolah, keluarga mereka mencoba untuk menjadi host untuk pertukaran pelajar luar negeri. sebab menurut konselor sekolahnya, dengan menjadi host pertukaran pelajar luar negeri, bisa menaikkan prestise si justin (alias lebih terkenal).

dan mereka mencoba..

ternyata yang datang adalah seorang muslim pakistan bernama raja yang lengkap berpakaian baju koko dan mengenakan peci…

tahu sendirilah, streotip pandangan orang-orang amerika terhadap orang muslim seperti apa, dan justin semakin merasa terpuruk…

cerita lucu dan asik, contohnya adalah culture shock yang dirasakan oleh raja. budaya orang-orang timur tengah seperti kontak fisik antar laki-laki atau mengagungkan-agungkan seorang sahabat juga merupakan hal yang biasa. tapi kalau di amerika? hehehe, bisa dianggap gay =D

mungkin kita tahu bagaimana budaya laki-laki timur tengah : saling mengelus jenggot temannya, saling berpegangan tangan ( yang ini gw baca dari novel), ketika bertemu atau berpisah saling cium pipi (ini gw pernah… sama orang turki =D) atau bahkan terang-terangan memuja-muja sahabat kita.

hehehe, gw saja paling aneh kalau sesama cowo ada kontak fisik seperti di atas, paling maksimal merangkul saja, atau dengan sahabat gw si farid, kalau kita ketemuan langsung pelukan =D.

selain bercerita tentang culture shock yang dihadapi oleh raja dan justin, diceritakan juga tentang persahabatan mereka. si justin yang dulu selalu tidak percaya diri dan tidak memiliki teman, dengan adanya raja selain menjadi sahabatnya, dia juga belajar mengenai perbedaan.

sayang, katanya di amrik sana rating drama ini kurang bagus.. padahal menurut gw isinya benar-benar bagus, apalagi dibandingin dengan sinetron-sinteron indonesia =D.

so… wanna watch this?

episode 1 > rapidshare part 1, part 2, local

episode 2 > rapidshare part 1, part 2

episode 3 > rapidshare part 1, part 2, local

subtitlenya > ini

*wajib ditonton, dijamin ngakak =D + penuh pembelajaran :) *

:beer:

freetempo – nu jazz
 

akhir-akhir ini, setelah banyak dicekcoki dengan jazz-jazz akustik, gw coba merambah ke dunia nu-jazz a.k.a jazz futuristik. pertama kali dengar nu jazz, denger yang DJ shuya okino. pertama kali dengar rasanya ya kayak dunia ajeb-ajeb ato arikingkingking, tapi jangan salah lho, bau-bau groovenya asik buat didengar dan tidak seperti musik ajeb-ajeb yang cuman mengambil sebagian konten musik dan direpeat berkali-kali sampai muntah darah.

asiknya ialah irama musik-musiknya tidak melankolis alias selalu semangat, apalagi kalau sound sistem kita mendukung, wahhh… siapain aja deh bassnya di-full-in, lumayan menghentak-hentak (dan kadang-kadang membuat barang-barang di kamar bergetar juga lho..)

sekarang gw lagi asik-asiknya mendengar freetempo, ini ada sepatah kata dari blackmamba, salah seorang penggila jazz dan kontributor tetap di thread jazznya kaskus

Blackmamba says:
You think you love nu jazz, hugh fans of j-house jazz, really love it if there are DJs who has jazz ingredients in their music creation.. Always dance whenever you hear Jazztronik? You love Kyoto Jazz Massive, Jazzin’park, Fantastic Plastic Machine, and other DJ-jazz house style music? Try this one as well. FreeTEMPO adalah proyeknya DJ Takeshi Hanzawa (????), yang (suerrr) ga kalah asik sama Jazztroniknya DJ Ryota atau DJ Shuya Okino nya KJM, korean Clazziquai, Paris Match dll. Ini discographynya FreeTEMPO, yang bakal bikin mabok. Asik semua nih! FreeTEMPO juga udah berhasil menarik perhatian IRMA Records, dan finally, proyeknya DJ Takeshi ini masuk dalam jajaran artis IRMA Records yg punya visi futuristik jazz dalam segmentasi musiknya. Salut buat para DJ Jepang yang punya andil ga sedikit dalam membawa jazz ke dalam era baru. Garansi dan full rekomendasi dari gw buat discography ini. So…. are you ready to dance? Hit it guys!

FreeTEMPO – Love Affair (2002)

1. Free Tempo – Love Affair (5:37)
2. Free Tempo – Romance (6:02)
3. Free Tempo – Feeling (5:17)
4. Free Tempo – Claudia (5:10)
5. Free Tempo – Saudade (4:46)
6. Free Tempo – Romance (Aprilset Mix) (6:03)
7. Free Tempo – It Spreads (7:39)

rapidshare, lokal

FreeTEMPO – Sounds (2007)

1. 01 You and Me feat. Ogurusu Norihide (5:11)
2. 02 Birds feat. Arvin Homa Aya (4:32)
3. 03 Flowers feat. Kaori Natori (4:43)
4. 04 Sunshine feat. bird (5:20)
5. 05 Rain (5:21)
6. 06 Trees feat. Ogurusu Norihide (4:35)
7. 07 Dreaming feat. Naomi Miyahara (4:39)
8. 08 Brazil feat. KALEIDO (5:20)
9. 09 Stars feat. Mari Mizuno (4:29)
10. 10 Moon (2:36)
11. 11 Kindly feat. Mari Mizuno, another (6:00)
12. 12 Sounds (4:31)

note:dengerin lagu terakhir, 12 Sounds, lagu paling unik yg pernah gw denger…asli lagunya cuma turun naik do-re-mi-fa-sol-la-si-do dari awal smp abis.. unik bangettt…

rapidshare, lokal

btw, paling enak dengar lagu-lagu bergenre seperti ini ialah setelah mandi, badan segar atau malam-malam sekalian ajeb-ajeb =D. plus yang mengira lagu-lagunya seperti house music, wahhh… anda salah sekali… =D.. enak kok, malah dengan penggunaan instrumen-instrumen elektronik, terdengar lebih dinamis :)

jaman gw masih sma part 2
 

jaman gw masih sma… hmmm.. bisa dibilang waktu itu lebih dari setengah hari dalam hidup gw ada di sekolah. dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore gw bisa dengan senang hati tinggal di sekolah. entah itu kegiatannya cuman kongkow-kongkow, futsal, ngobrol-ngobrol di halte depan sekolah, atau kegiatan yang tidak jelas lainnya =D.

apalagi menjelang malam minggu, bisa jadi acara menginap di sekolah. dulu gw ikut kegiatan pramuka, yang kadang-kadang sebulan sekali mewajibkan setiap anggotanya untuk menginap di sekolah untuk suatu kegiatan.

ahh… ada cerita seru nih!

acaranya pelantikan anggota pramuka. acaranya selain melatih ketrampilan dan teknik yaitu kegiatan perploncoan. ahahahaha, biasalah.. anak sma.

nah kegiatannya itu kita dikasih kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan, model seperti keliling sekolah buat mencari apalah.. sampai keluar dari sekolah. kegiatan pertama di pos pertama, coba kalian akting kalau belanda lagi nyerang gimana? hmmm.. sepertinya tidak perlu dijabarkan seperti apa :hammer:, yang jelas mamalukman lah, sampai kegiatan-kegiatan di dalam sekolah selesai.

lanjut kegiatan di dalam sekolah selesai, kita diberi tugas-tugas untuk di luar lingkungan sekolah. dimulai dari didandani yang aneh-aneh dan juga tak lupa tugas-tugas yang tidak kalah ajaibnya. kebetulan sekolah gw letaknya di tengah-tengah pusat kota, apalagi ini malam minggu yang notebene banyak orang yang berkeliaran, hmmm… cocok sekali sebagai ajang untuk mempermalukan diri.

yah.. untungnya sih tidak aneh-aneh sekali didandaninya, masih menghargai sisi kemanusiaan kami kok :-0. tapi tugas-tugasnya itu…:nohope:. mulai dari minta tanda tangan beberapa orang yang lewat, nyanyi-nyanyi tidak jelas di trotoar jalan raya, meminta cap di pipi… oh ya.. untuk yang meminta cap di pipi ini punya cerita sendiri. ceritanya kita harus meminta cap sebuah hotel yang sudah ditentukan, saat itu kalau tidak salah sekitar jam 10 malam kita langsung menuju ke hotel yang dimaksud (dengan jalan kaki tentunya). hotel tersebut ternyata letaknya dekat dengan stasiun kereta dan posisinya agak masuk dari jalan raya, sebuah penginapan kelas melati rupanya. begitu kita masuk, kita langsung melihat seorang ibu yang gemuk dengan dandanan menor… sepertinya bisa ditebak siapakah dia =D. tanpa pikir panjang kita langsung menuju resepsionis untuk meminta cap hotel tersebut. setelah dicap di masing-masing pipi dan berterima kasih (disertai dengan tatapan heran sang resepsionis tentunya), kita langsung keluar dari hotel. di pintu keluar, si ibu-ibu menor itu berujar pada kami

“mau ‘maen’ dek?”…*buset… gak liat kita masih make baju pramuka yah?*

“nggak ah bu, nggak sesuai dasadarma”, timpal teman gw yang satu tim.

selesai memenuhi tugas-tugas ajaib tadi, kita langsung kembali ke sekolah. setelah dicek dan kita bersih-bersih dari segala kenistaan tadi, kita disuruh tidur.

sekitar jam 1 malam kita dibangunin. ahhh.. benar kan. jurit malam. di sini kita dibagi lagi perkelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang. setiap orang diberi satu lilin yang panjang telah dipotong menjadi setengah bagian dan dibekali juga dengan 10 batang korek api. kali ini jurit malam diadakan di komplek kuburan cina, yang jauhnya sekitar 2 km dari sekolah gw ini. setiap kelompok dilepas dari sekolah dengan selang waktu 10 menit, untung panitia tidak sampai ikut mengantar ke komplek kuburan alias hanya menunggu di sekolah. jadinya dengan cerdik kami menunggu agak sedikit jauh dari sekolah untuk berangkat bersama-sama. cerdas memang.

jam 1 malam, suasana kota yang mulai sepi tak sedikit pun menyurutkan langkah anak-anak ingusan dan mau saja dikerjai ini. yang ada malah ketawa-ketawa membahas hal-hal konyol yang ditemui ketiga tugas keliling kota tadi.

nah.. cerita anehnya…

Continue »

jualan sabun
 

gw jualan sabun nih, dilihat-lihat dulu yah barangnya =D

yang ini yang warnanya biru janda keungu-unguan… :-0, cocok buat yang lagi nyari jodoh (jangan nanya hubungannya, gw juga gak tau)

Continue »

telur itu telah pecah
 

akhirnya sodara-sodara…

dipenuhi dengan haru biru dan tangis bahagia, “telur” itu telah pecah

screenshot

screenshot detik-detik hari bahagia

selama hampir setahun blog ini (mppersonal.com) hidup di hari-hari gw, baru bulan ini mencapai apa yang dinamakan Bandwidth Limit Exceeded. bahagianya…

apalagi tadi malam ada yang nanya “pe, kok blogmu ga bisa dibuka? ada pesan errornya juga”

yang belum tahu apa yang dinamakan Bandwidth Limit Exceeded, hmm.. sebagai analogi misalkan sodara-sodara yang memakain speedy dengan jatah akses 1G perbulan. kalau kita memakai internet over 1G (misalkan download mendownload tanpa sadar sudah mencapai 1G dan menyesalinya), lebih dari itu kita di-charge sejumlah uang sesuai dengan berapa besar data yang kita pakai melebihi quota. kasusnya hampir sama seperti blog gw alami tadi malam… melebihi quota. dijatah sama pihak hostingan sebulan dikasih quota bandwidth 4,5G, dan.. tepat pada siang hari sekitar jam 1an… muncul pesan tersebut di layar monitor gw.

kenapa gw bisa haru bahagia melihat pesan error itu? analoginya gini.. bandwidth yang disediakan habis, berarti banyak permintaan masuk (baca : blogwalking) untuk mengakses web gw, kalau permintaan banyak maka bisa didefinisikan….. (isi sendiri)

hehehehe, norak yah? emang =D, pertama kali coooyy!!!