lawu..

lawu..

“wan, nanti bareng aku ya, kita ke sekre. udah lama ga masang muka di sana”

sepenggalan dialog ketika aku bertemu dengan itok di mesjid kampus.

ahhh iya, ternyata sudah lama aku tidak menyetor muka ke chamber. sudah ada dua bulan lebih, terutama ketika aku membatalkan ikut ekspedisi angkatanku.

di atas awan

di atas awan

sudah lama juga aku tidak menapakkan kakiku di atas awan.

kenapa hari ini aku ingin lagi merasakan sensasi melangkahkan kaki demi kaki, menelusuri jalan-jalan setapak yang berbatu dan menanjak. merasakan udara dingin malam hari yang menjadi salah satu tantangan yang menyertai dalam setiap langkah kita.

aku rindu mereka..

aku rindu mereka..

aku rindu..

ketika sulit bangun pagi, rindu berlama-lama di dalam sleeping bag.

rindu ketika berbagi indomie dengan sendok yang sudah berlalu dari mulut ke mulut

atau sepotong coklat yang sudah disinggahi berbagai macam gigi.

rindu akan parafin yang digunakan untuk berbagai acara masak memasak

rindu dengan carrier yang memenuhi punggung

atau..

rindu menuruni kedalaman perut bumi, di dalam kegelapan yang abadi disertai dengan cahaya head lamp yang memantul melalui kalsit-kalsit yang bertaburan di dinding… seolah-olah kita sedang menuruni langit malam, disertai bintang-bintang berpijar di sekitar kita..

dan aku sekali lagi..

rindu dengan sendok itu, sendok yang sudah dibasahi oleh berbagai mulut…

bagi kalian mungkin adalah hal yang jorok

tapi bagiku, adalah salah satu harta yang sangat tak ternilai, sebuah kebersamaan yang amat sangat, suatu bentuk kerendahaan hati dalam berbagi.

aku juga rindu jalan-jalan kecil bersama tiga sahabatku. rindu bersenda gurau segala ketololan dan kenaifan masa remaja kami. rindu, melihat waduk dharma dari ketinggian, bersama-sama menikmatinya.

hal-hal yang sepele, namun indah.

aku suka kesederhanaan itu… aku tidak butuh menginap di hotel bintang tujuh sekalipun, aku hanya butuh sleeping bag yang kubaringkan di atas rumput yang basah, masa bodoh.. hanya ingin membalaskan semua dendamku atas nama kelelahan. aku tidak butuh bath tub dengan air panas, aku hanya butuh udara dingin malam.. yang memaksa kita untuk tetap bergerak atau diam kedinginan. aku tidak butuh makanan barat, baik ala prancis, timur tengah atau apalah… aku hanya butuh indomie rebus yang dimasak dan dimakan bersama-sama hanya dengan satu sendok.

aku rindu itu semua

“begitu kalian capai puncak suatu gunung.. lihatlah sekelilingnya.. kemudian pejamkan mata.. simpan baik-baik memori itu.. niscaya kalian akan rindu tempat itu”

ya.. aku sudah terhipnotis kata-kata itu…

aku rindu..

ingin bersamanya menikmati

ingin bersamanya menikmati