Nice Guy
 

Akhir-akhir ini, saya memaksakan diri saya sendiri untuk berkehidupan sosial yang baik dan benar. Simpel, sapa orang di sebelahmu dan ajak ngobrol. Saya begini karena betapa sinisnya saya dengan kebanyakan orang yang sibuk dengan handphonenya sendiri dan lupa bahwa ada orang disamping mereka yang tidak bisu dan tidak tuli ( baca Hey! Matikan Dulu Handphone-mu! ).

Kemarin, di dalam perjalanan saya ke jogja dengan kereta Taksaka, saya duduk sebangku dengan seorang ibu. Well.. sebagai seorang yang mencoba ramah, saya sapa si ibu dan bertanya hal-hal basa basi seperti “mau kemana bu?”, “ada acara apa di Jakarta” dll dll. Sepertinya ibu ini tergolong talkative dan setiap akhir topiknya saya tersenyum untuk menghargai apa yang si ibu bicarakan.

Continue »

Menata Hati
 

menata hatiBeberapa saat yang lalu, saya baru saja selesai berbincang-bincang dengan sahabat saya tentang masalah hidup, baik hidup saya dan hidupnya. Disitu kami habis-habisan bercerita masing-masing masalah kami, tentang apa yang saja yang kami hadapi.

Dia bercerita tentang apa yang dia terima setelah semua yang menurut dia terbaik untuk dia lakukan dan saya akui apa yang dia lakukan adalah atas nama kejujuran, tidak ada yang bermasalah sama sekali. Tapi entah orang lain berpandangan beda dengan apa yang sudah dia lakukan. Saya sangat mengagumi kedewasaan dia dalam bertindak, namun apa yang terjadi? Perlakuan-perlakuan yang menyakitkan hati malah dia terima, yang menurut saya tidak pantas untuknya. Sekarang dia sedang membina hubungan baik dengan orang yang menurut saya tidak patut menyakitinya.

Saya? saya bercerita tentang kedewasaan, di mana seseorang mau mengambil keputusan dan mau menanggung resikonya. Menceritakan apa saja yang dia mau tentu tidak akan ada orang yang marah, karena itu haknya. Tapi menjadi tidak jujur dan menggantungkan perasaan orang, saya yakin adalah hal yang paling dibenci oleh banyak orang. Sahabat saya juga merasakan hal yang sama, digantung perasaannya.

Kami berdua sama-sama ingin ketegasan, bukan sebuah pernyataan yang mengombang-ambingkan perasaan kami. Kami berdua juga bukan anak kecil lagi, yang harus diberitahu hanya kabar baiknya saja, kami berdua tahu apa itu arti konsekuensi dan resiko.

Continue »

Insomnia parah…
 

insomniaTerhitung dari tadi malam hingga saya menulis postingan ini.. Saya belum tidur saudara-saudara…

Saban rebahan… eeee.. trus badan saya tidak mau diam, bolak balik, tengkurep telentang… untung gak sampai sikap kayang.. trus salto… trus koprol….

Ketika mata sudah dipejamkan… eee… otak malah berfikir… mikir masalah perkembangan dunia? gak! mikirin masalah gak penting… mikirin ntar mau makan apalah.. ntar mau godain siapa lah… bla bla bla….

Duh… apa saya harus kembali pada o-te-de yang mujarab itu… :( . Masalahnya udah dua hari ini saya minum itu terus… masa iya terus-terusan bergantung dengan o-te-de…

Dapet masukan dari mas khidir, salah satu klien saya.

Khidir: ini saya ada kopi nescafe + creamer. dijamin ueenak.. racikan sendiri
empe: waduh mas…
empe: saya belum ada tidur dari tadi malam
empe:
empe: insomnia parah…
empe: astaga.. ga ngantuk2…
Khidir: waduuuhhh…
Khidir: saya ada resep sederhana sih kalo mau.
empe: bingung nih mas..
Khidir: cukup dgn berwudhu, trus duduk di tempat tidur, baca qur’an.
empe: bolak balik…
Khidir: dijamin, gak sampe 1 menit udah nguap
empe: hmmm…
Khidir: membaca qur’an membuat gelombang otak menjadi ke posisi gelombang beta
Khidir: gelombang otak ini dimembuat tubuh menjadi rileks.
Khidir: makanya, banyak org klo duduk di pengajian gampang tertidur
Khidir: opsi lain,
empe: hmmm.. dicoba deh..
empe: mandi dulu
empe: :(
Khidir: tiduran aja trus
Khidir: setel MP3 quran
Khidir: jgn keras2.. cukup asal terdengar.
Khidir: gak sampe 5 menit dah tidur. itu biasanya yg saya lakukan klo abis kerja malem
Khidir: 1 gelas besar kopi, badan udah cape tp blom ngantuk. ya dibuat rileks dgn MP3 quran, trus tertidur deh.
Khidir: selamat tidur bro… gak guna dpt uang 10-20 juta kerja keras kalo abis itu uangnya pindah ke tangan dokter spesialis penyakit dalam krn kita kecapean bekerja
empe: iya mas..
empe: ga tau nih..
Khidir: cobain deh resep itu.
Khidir: terbukti secara medis dan ilmiah, bukan sugesti

Saya coba deh…

Teman-teman!!!! Doakan saya yah!!!

Kampung Taman, Kampung Internet
 

kampung internetLiputan6.com, Yogyakarta: Sekilas Kampung Taman, Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta tak beda dengan kampung-kampung lainnya. Tapi lihatlah gardu rondanya. Pos ronda di Kampung Taman dimanfaatkan warga sebagai tempat mengakses internet secara gratis. Secara bergantian warga boleh menggunakan dengan bebas sebuah komputer meja dan satu buah laptop.

Warga di kampung itu, memang tak ingin ketinggalan teknologi. Warga kampung bekerja sama untuk bisa mengakses internet. Bahkan warga sengaja menciptakan dan mengelola sebuah situs untuk mempromosikan kampung mereka.

Menurut Hery, Ketua RT setempat, Kamis (25/2), pengurus kampung berinisiatif menyediakan sarana itu. Hal ini dilakukan agar warga tidak ketinggalan informasi dengan bagian dunia lainnya. Continue »

Jenuh
 

boring

Hari ini saya jenuh, saya malas, saya bosan.

Saya sedang berada di kulminasi… kebosanan…

Masih jauhkah titik terang itu Tuhanku?


update

alhamdulillah…

setelah mengadu padaMu..

kini hatiku lebih tenang :)

“berlarilah yang kencang wan! lebih kencang!”

Homogenic
 

homogenic

Saya pertama kali kenal band ini dari majalah HAI sekitar tahun 2004an. Lihat stylenya, techno pop, wow… seperti apa itu menurut saya yang hanya tahu band-band dengan aliran mainstream. Huntinglah saya di rentalan cd-cd bajakan. Pertama kali saya dengar, unique!!! Yah.. apalagi pribadi saya yang suka mencoba hal-hal baru, saya langsung jatuh cinta dengan mereka.

Saya suka looping dan samplingnya, suara-suara sintetisnya, kreativitas mereka, saya suka semua hal dari mereka!!! Dari mereka jugalah, saya yakin bahwa band-band indie selalu menawarkan hal-hal yang unik, yang jarang kita dengar dari media televisi yang tugasnya hanya menyiarkan apa yang mayoritas orang suka.

Salah satu yang saya suka adalah Unfolding Sympathy

Unfolding Sympathy

Please show me how
Turn it back to ordinary
Just me killing all my sanctuary

Please lead me how
Giving courage to be haunted
Just me running from my deepest meanness

Why does it hard to let go
Why does it hard to explain
Why does it hard to let go

Rain comes falling
Cold surrounding my head
Can`t stop thinking

Fears emerging
Love still bleeding my mind
Can`t stop hiding

Why does it hard to explain
Feel like I`m ignoring the reason
Why I`m standing here to breath the air

Why does it hard to let go
Let my ears still learning to listen
How my heart try to escape from tears

DARK!!! GOTHIC!! GELAP! Hal-hal tadi yang saya dapat dari lagu ini. Atau dengan lagunya yang berjudul Kekal

Kekal

It so dark in here
No I can`t see alight

Take all the fires on me
It`s all my desire
But you just surrender
Take all the pain in your dreams

Langkahku terpejam
Titik ku berada
Perlahan arahku memudar

Semu bayangku
Cermin tak berujar
Kemana arahku berjalan

Semua
Tertuju pada bayangku
Saat
Kau renggut nafas jiwaku
Biaskan angkuh diriku

dan saya jatuh cintalah dengan mereka :>.

Download Epic Symphony Album

Download Echoes of The Universe Album

Berharap Lulus UN, Pensil Siswa Dibawa ke Paranormal
 

Muhammad Aminudin – detikSurabaya

cihuy, uan nih ye!!

foto hanya model belaka, cari yang segeran dikit lha

Malang – Ratusan siswa MTS serta MI Kyai Haji Hasyim Asya’ri Pandawangi, Kota Malang menggelar istiqozah dan salat hajat, untuk menghadapi UN pekan depan. Selesai berdoa bersama, seluruh siswa kemudian diminta mengumpulkan alat tulis untuk dibawa ke paranormal.

“Kita melakukan ritual kodrat dan batin. Untuk ritual kodrat dengan belajar. Sedangkan ritual batin kita mengajak siswa berziarah ke makam sesepuh dan membawa alat tulis ke kyai untuk dimintakan doa,” kata Afandi, Kepala Sekolah MTS Hasyim Asya’ri Pandawangi Malang kepada wartawan usai menggelar istiqozah dan solat hajat di Masjid Jami Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (25/3/2010).

Afandi, mengaku membawa alat tulis kepada orang ngerti atau paranormal untuk membantu para siswa dalam menghadapi UN. “Ini sebagai upaya kami agar para siswa dapat lulus semua,” tegasnya.

Semua alat tulis milik para siswa yang dikumpulkan para guru langsung dibawa menuju Pulau Madura. Di pulau garam tersebut, para guru meminta bantuan paranormal agar memberi doa pada seluruh pensil milik siswa.

“Alat tulis atau pensil kami bawa ke Madura. Nantinya kami juga membawa pulang air yang sudah didoakan untuk diminumkan kepada para siswa,” ujarnya.

Dalam istiqozah tersebut para siswa juga didampingi para orang tua serta guru. Dengan khusuk, mereka memanjatkan doa untuk kelancaran menghadapi UN.

(bdh/bdh)

sumber berita

======================================================================

ada beberapa yang harus diperhatikan :

  1. mau didoain kek, mau pensilnya dikubur di kuburan leluhur kek, mau pensilnya dikasih aji-ajian kek, kalau pensil yang dipake bukan pensil 2B mah gimana mau lulus :D
  2. kalau paranormalnya bisa bikin pensil kayak gitu, gw yakin si paranormal minimal udah ada gelar s3 :D .
  3. berharap si pensil akan bergerak sendiri dan melingkari jawaban yang benar adalah totally epic fail!
  4. coba gw tau lebih dulu, nulis tugas akhir atau skripsi tinggal ke paranormal aja

yeahhh… ini indonesia kita bung! :D

Hey! Matikan Dulu Handphone-mu!
 

chat with monkey

Pertanyaan awal :

Seberapa besar internet dan handphone telah mengubah hidup kita?

Saya jawab dengan tegas, sanggaatttttttt besarrrr….

Kita yang dulu dalam membina silaturahmi selalu bermasalah dengan jarak. Yep,  jarak. Dulu kita untuk menanyakan “hai apa kabar” saja, harus menunggu berbulan-bulan. Menunggu bapak-bapak dengan seragam oranye mengantarkan surat untuk kita.

Kemudian, masalah jarak tersebut sedikit demi sedikit sudah bisa ditangani. Revolusi menanyakan “hai apa kabar” berkembang pesat. Untuk menanyakan kabar, cukup sekali seminggu, dari balik bilik telepon wartel interlokal.

Lanjut lagi hingga sekarang, untuk menanyakan kabar kita hanya butuh beberapa detik saja. Teknologi real time chatting sudah menjadi hal yang mudah didapat oleh kita. Kita bertanya “apa kabar”, dan kalau orang disana sedang online dan mau menjawab, cukup hanya dalam hitungan beberapa detik saja dia akan menjawab “apa kabar” kita.

Pertanyaan berikutnya :

Bermasalahkah kita dengan teknologi itu?

Saya yakin mayoritas orang akan menjawab, “oh tidakkk!! ini sangat membantu sekali”

Well… saya pun dengan jujur berkata bahwa kemajuan teknologi ini benar-benar membantu saya sekali yang apalagi bidang pekerjaan saya memang di situ. Mungkin, hampir 80% hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya adalah hasil tanpa tatap muka akibat teknologi real time chatting ini.

Saya yang awalnya sangat suka dengan kehidupan ini benar-benar memuji pergeseran kehidupan sosial kita. Kita sudah tidak terikat jarak lagi, kita bisa memangkas waktu dan biaya, kita sangat efisien, kita bisa berbicara dengan orang dari balik bumi dengan hanya waktu hitungan detik, dan kita-lain-lain-nya. Continue »