Mamaku, Guru Ikhlasku
 

Mother's Love by Life in AsiaNZ.

Saya ingin bercerita sekali lagi tentang wanita yang sangat kuat, yaitu mama saya. Yep.. mama yang membawa banyak arti dan pelajaran dalam hidup saya, termasuk salah satunya adalah belajar ikhlas.

Beberapa bulan yang lalu, saya dan keluarga saya dikejutkan oleh berita buruk. Mama divonis penyakit mematikan yang tidak dapat disembuhkan, hepatitis C. Mendengar berita itu, membuat saya lemas dan terdiam hari itu. Si papa berkali-kali menghela nafas, ya.. saya yakin papa pasti mengalami kesedihan yang mendalam walau tidak ada air mata yang menetes. Mama? Mama tidak seperti kami semua, mama malah semakin lebih banyak tersenyum, untuk ukuran orang yang divonis penyakit mematikan mama memang aneh.

Sepulang dari rumah sakit, saya langsung masuk kamar dan mengunci diri sendiri. Saya berlarut dalam kesedihan, walaupun saya tahu cepat atau lambat saya akan kehilangan orang tua tapi saya tidak membayangkan akan kehilangan seperti ini.

Ketika saya menjenguk si mama di rumah sakit, sekali lagi mama lebih banyak tersenyum. Selera makannya malah tidak berkurang sama sekali. Semua makanan yang disediakan rumah sakit dihabiskannya. Mama yang banyak berbicara dan setiap bahan pembicaraannya berbotot, tetap seperti adanya. Mama yang suka membaca buku dan sering meletakkan buku itu di bawah bantal, tetap seperti biasa. Kacamata tidak boleh jauh dari dirinya. Koran baru selalu harus ada tiap hari. Televisi harus menyiarkan selalu acara berita. Mama tetap seperti itu, walau beliau tahu beliau divonis penyakit mematikan. Seolah-olah tidak ada penyakit di dalam dirinya

Entah, tiba-tiba saya seperti anak kecil berumur delapan tahun di hadapannya. Saya tiduran di kakinya, ingin sekali mengatakan bahwa anaknya ini sangat sedih. Tapi saya tahu, mama saja yang sakit malah tegar kenapa kita yang tidak sakit malah tidak tegar.

“Yang namanya umur siapa sih yang tahu, walau mama sakit belum tentu juga mama yang dipanggil duluan oleh Allah. Ya udah, santai aja kan? Jalani saja hidup. Sambil mencari pengobatan, ya mama lakukan saja apa kebiasaan mama seperti biasa”

Deg… Betapa ikhlasnya mama menjalani hidupnya. Ketika akan pulang, kucium tangannya lama-lama. “Ma.. cepat sembuh ya”

Beberapa minggu kemudian, di rumah saya diadakan pengajian untuk mendoakan kesehatan si mama. Alhamdulillah, banyak sekali yang datang. Ya, ini buah hasil mama yang sangat supel, mama yang mau bergaul dengan siapa saja, mama yang mau menolong siapa saja. Lagi-lagi saya hanya di dalam kamar, saya tidak ingin orang-orang tahu kalau saya menangis…

Keajaiban itu datang. Ketika mama pertama kali berobat ke salah satu klinik hati di Jakarta, kami semua dikagetkan dengan hasil laboratorium yang didapat. Si mama ternyata tidak sakit sama sekali. Semuanya sehat wal afiat. Bahkan si papa sampai harus meminta sumpah si dokter dua kali bahwa si mama tidak sakit. Mendengar kabar itu, mata saya meneteskan air mata bahagia.

Ma… Alhamdulillah, lebaran kali ini masih ada mama.

Rencana Masa Depan
 

Rencana masa depan? Ahhh… saya ingin sekali bercerita tentang hal ini..

Well.. dalam hidup saya, saya ingin hidup dengan waktu yang bisa saya atur sendiri. Saya ingin mempunyai cukup waktu untuk menemani keluarga saya. Saya tidak ingin selama dua belas jam sehari dalam hidup saya biarkan habis di luar rumah, saya ingin bisa menemani anak-anak saya kelak belajar, bermain atau mengantarkan mereka ke sekolah.

Lalu pekerjaan saya apa?

Untuk bisa hidup seperti ini, sepertinya saya tidak punya pilihan selain memiliki usaha sendiri. Alhamdulillah, pekerjaan impian saya ini sedang saya rintis pelan-pelan walau sekarang saya tidak bisa fokus 100% ke dalam pekerjaan namun hasilnya sendiri sudah cukup memuaskan karena saya sekarang benar-benar hidup mandiri.

kira-kira seperti ini deh

Saya bercita-cita memiliki kantor sendiri kelak, yang satu lingkup dengan rumah nantinya. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, saya ingin tetap bisa meluangkan waktu dengan keluarga saya kelak. Sekedar membantu bundanya menyuapi si kecil mungkin atau mengganti popok anak ketika bundanya sibuk memasak. Setelah koordinasi dengan rekan-rekan, mengerjakan beberapa pekerjaan atau membalas email dari klien, saya bisa langsung ke rumah untuk santap siang bersama keluarga yang kemudian setelah itu saya bisa menemani anak-anak tidur siang. Menyenangkan bukan? Ya.. saya ingin waktu saya untuk keluarga.

Hanya itu saja pekerjaan saya?

Tidak, saya tidak ingin pernah merasa puas dengan pekerjaan saya yang itu. Saya ingin sekali memiliki usaha lain, karena saya yakin menyimpan semua telur dalam satu keranjang itu berbahaya. Saya ingin merintis usaha lain atau berinvestasi. Saya ingin masa depan anak-anak saya terjamin semuanya. Alhamdulillah, saya sudah diajarkan untuk berinvestasi oleh orang tua saya.

Lalu apakah si bundanya anak-anak tidak bekerja?

Terserah si bunda maunya apa. Tapi yang jelas saya tidak ingin si bundanya anak-anak tidak beraktualisasi. Saya tetap ingin sang bunda cerdas dan pintar selalu. Bagaimana kalau bundanya tidak up-to-date, nanti bisa-bisa si anak tidak mendapatkan ilmu baru ketika di rumah. Tetapi yang pasti, sebagai suami, saya akan mewajibkan si bunda untuk menomorsatukan anak-anak. Saya tidak ingin anak-anak saya terlantar karena si bunda terlalu-sibuk-beraktualisasi.

Continue »

Puzzle
 

puzzle

Tinggal satu bagian puzzle lagi yang belum kita temukan. Tinggal satu itu..

Ketika kau menemukannya,  aku akan datang padamu

Dengan semua harapan, cita dan impian.

Hanya untukmu

John Mayer – Heartbreak Warfare
 

Lightning strikes
Inside, my chest to keep me up at night
Dream of ways
To make you understand my pain
Clouds of sulfur in the air
Bombs are falling everywhere
It’s heartbreak warfare
Once you want it to begin,
No one really ever wins
In heartbreak warfare

If you want more love, why don’t you say so?
If you want more love, why don’t you say so?

Drop his name
Push it in and twist the knife again
Watch my face
As I pretend to feel no pain

Clouds of sulfur in the air
Bombs are falling everywhere
It’s heartbreak warfare
Once you want it to begin,
No one really ever wins
In heartbreak warfare.

If you want more love, why don’t you say so?
If you want more love, why don’t you say so?

Just say so…

How come the only way to know how high you get me
is to see how far I fall
God only knows how much I’d love you if you let me
but I can’t break through at all.

It’s a heartbreak…

I don’t care if we don’t sleep at all tonight
Let’s just fix this whole thing now
I swear to God we’re gonna get it right
If you lay your weapon down
Red wine and ambien
You’re talking *shit* again, it’s heartbreak warfare
Good to know it’s all a game
Disappointment has a name, it’s heartbreak, heartbreak.

It’s heartbreak warfare.
It’s heartbreak warfare.
It’s heartbreak warfare.

####################################

Just say it directly and honestly, no more symbolizes and other *fucking* things

Maukah Kau?
 

Suatu saat nanti, aku akan bertekuk lutut di depanmu. Walau jujur, aku tak suka tapi akan tetap kulakukan. Kuucapkan sebuah mantra, mantra yang akan mengekang kebebasanku tapi indah untuk kita berdua.

Akan kudatangi kotamu, tempatmu tinggal. Walau lelah tapi akan tetap kulakukan.

Bisa jadi hanya untuk membuat bodoh diriku, tapi sekali lagi, akan tetap kulakukan.

Kubuat sebuah proposal. Proposal kehidupan kita. Tapi maaf sebelumnya, tawaran yang kuberikan padamu takkan muluk-muluk.

Aku bukan pemimpin yang sempurna, tapi aku akan selalu berusaha mengajarkan keluargaku kebaikan, kesederhanaan, keberanian dan kepercayaan.

Bukan pria yang bergelimangan harta, tapi aku takkan pernah membiarkan anakku dan ibunya kelaparan.

Bukan pula pria yang mencintaimu sepenuh hati, karena nanti hatiku akan terbagi untuk anak-anak kita.

Aku takkan meletakkanmu di atasku, untuk menginjakku.

Aku takkan meletakkanmu di bawahku, untuk kuinjak.

Aku takkan meletakkanmu di depanku, sebagai tamengku.

Aku takkan meletakkanmu di belakangku, karena aku tak bisa menjagamu.

Aku minta kau disampingku, untuk berjalan bersama.

Atas nama Tuhan, akan kuikat kita berdua.

Jadi, maukah kau?

Saha Nu Bilang Urang Sunda Teu Tiasa Ngucapkeun “F”, Pitnah!
 

Ketika asik-asiknya saya nge-kaskus, nemu satu thread yang lucu sekali menurut saya. Sumpah.. saya tidak maksud S.A.R.A azhari disini, malah sejujurnya saya suka sekali dengan orang-orang sunda. Bahkan ketika ada orang yang berbincang dengan bahasa sunda, saya malah girang mendengarnya. Rasanya mereka ramah sekali. Urang sunda kalo marah aja sopan :) .

Cekidot!

ini teh prestea

sebelumnya ane mo bilang NO SARA ya ….
Cuma mo bagi cerita ajah. Kemaren ane makan disalah satu rumah makan sunda ditempat ane (seputar Jabotabek), dari mulai pesen makanan sampe selesai ga ada masalah apa2 semua biasa aja, pas ane bayar and liat struk pembayarannya ane jadi senyum2 sendiri liat item yang paling bawah dari struk itu, ternyata orang sunda ga bisa ngomong F ya ….hi…hi…hi

struknya gan :

ini teh prestea

gerakan sadar sapety belt

sapety belt
kita semua harus oftimis, pasti nyampe ke fasteur

kita harus oftimis, nanti sampe ke fasteur
ayo ayo, sebelum makan cuci tangan dulu di...

wastapel
siap fak! eh.... pak!

wajib lafor
beli rokok

“bang garpit sebungkus”
“hah? garpit apaan”
“gudang garam pilter bang”
“ooohh filter toh ? sunda ya?” – dijawab sambil senyum2 nahan ketawa
yeah!! you too!

puck you!
ini semua pitnah!

ini semua pitnah

hehehehehe… no hard feeling, no offense, semuanya hanya joke :)

penutup

nyaeta kitu, emang nyatana, teu bisa nyarios “eP” (baca : “F” ), ah saya mah tidak merasa gurumusuh bolokocokok bolokocekek, biasa wae saiah mah, da urang sunda mah terkenal sebagai tukang seuri=tukang ketawa=pasukan senang selalu cengar cengir…..

Yosh!!! hehehe emang! :D

sumber

ulah panggil abdi budak goreng yea? :D

with all deep respect, cheer you all

Yang Dibutuhkan Oleh Seorang Petualang
 

Wings to fly... And dreams to soar... THANK YOU, EVERYONE!!! by .I Travel East..

Yang dibutuhkan oleh seorang petualang adalah

Sayap-sayap yang kuat untuk membawanya pergi menjelajah dunia

dan

Rumah sebagai tempatnya untuk pulang, serta pelukan hangat

Aku pasti pulang

Law of Attraction. Sugesti, Afirmasi dan Visualisasi
 

the secretAda yang pernah baca The Secret, Law of Attraction, Quantum Ikhlas atau The Miracle of Zona Ikhlas? Yang pernah baca pasti tahu yang namanya sugesti, afirmasi dan visualisasi. Well.. saya disini hanya ingin menceritakan pengalaman saya tentang Law of Attraction (LoA) ketika saya masih duduk di bangku SMP dulu. Yah.. saya tahu, dulu saya belum kenal apa itu LoA. Entah kenapa barusan saya kepikiran pengalaman saya ini.

Dulu ketika saya kelas satu SMP adalah booming-boomingnya console Playstation. Saya dan abang-abang saya adalah tukang main game kelas berat yang suka mengkoleksi console-console game sejak dari jamannya nintendo *dulu loh yah.. sekarang mah bisa dibilang sudah hilang predikat itu. Saya ingin sekali PS1 karena menurut saya selain game-gamenya keren, harganya per gamenya pun sangat murah. Kemudian papa saya menjanjikan akan membelikan PS1 kalau saya bisa meraih rangking satu. Oke saya sanggup.

Ketika menerima raport cawu 1 ( dulu masih menggunakan sistem cawu ) akhirnya saya dapat juga peringkat satu di kelas. Alhamdulillah. Langsung saya tagih janji si papa. Eee.. ternyata tidak dikabulkan. Papa khawatir rangking saya akan jatuh kalau dibelikan PS1. Alasannya nanti malah sering main game. Akhirnya persyaratan diganti, harus bisa rangking satu tiga cawu berturut-turut. Oke, siapa takut. Saya sanggupi persyaratan itu.

Tapi…. anehnya, saya benar-benar ikhlas saat itu. Saya tidak menggurutu atau dongkol. Malah saya jadikan sebagai tantangan walau sumpah, saya sangat-sangat menginginkan PS1. Sejak saat itu yang saya lakukan adalah setiap dua minggu sekali saya beli majalah-majalah review game seperti HOTGAME dan lain-lain. Saya baca game-game PS1 apa saja yang bagus, terus walkthroughnya seperti apa dan lain-lain. Bahkan yang lucunya malah saya sudah beli dulu CD gamenya, lucu kan? Consolenya saja belum punya, tapi udah beli dulu CDnya. CD gamenya saya pajang di tumpukan VCD-VCD yang setiap pulang sekolah saya lihat.

Setiap saya baca majalah review game, yang ada pada perasaan saya adalah “wah.. pasti maen game ini seru nih”, “wah.. kalo yang ini pasti gamenya horor abis” dll dll. Saya merasa bahwa saya sedang bermain game itu.

Menurut anda, pasti konyol kan? Punya PS-nya aja tidak, tapi membayangkan seperti sudah punya.

Akhirnya, Pembagian raport cawu 2. Alhamdulillah saya dapat lagi rangking satu. Dan… klimaksnya ketika pembagian raport cawu 3. Tebak saudara-saudara, saya dapat rangking satu untuk tiga cawu berturut-turut. Saya dan orang tua saya setelah selesai mengambil raport langsung berangkat ke Bandung untuk membeli Playstation yang saya sudah damba-dambakan.

Hehehehe.. Law of Attraction benar-benar bekerja loh. Dan tentu hasilnya lebih dari yang saya inginkan. Saya hanya menginginkan Playstation tapi yang saya dapat adalah tentunya Playstation dan ranking satu untuk tiga cawu berturut-turut :) .

Keren kan?

Dari pengalaman saya di atas, kita bisa ambil tiga pokok utama dalam LoA. Yaitu :

1). Sugesti. Sugesti saya adalah menyanggupi persyaratan papa kalau saya harus bisa ranking satu, bukan hanya untuk satu cawu tapi tiga cawu berturut-turut. Saya yakin saya mampu. Jujur, ketika saya SD, saya hanya tergolong siswa yang sedang-sedang saja. Masuk sepuluh besar sih, tapi tidak pernah masuk tiga besar dan saya masuk ke sebuah SMP negeri yang cukup terkenal di kota saya. Awal masuk saja saya tidak membayangkan akan mendapat rangking satu.

2). Afirmasi. Perasaan seolah-olah sudah memiliki apa yang kita inginkan. Yep! Walau saya belum memiliki Playstation, saya sudah beli majalah-majalah review dan CD gamenya.

3). Visualisasi. Bayangkan anda telah memiliki apa yang anda inginkan dan ikut campurkan perasaan anda ketika membayangkan hal itu. Saya membayangkan ketika saya memainkan game-game yang seru, dan saya senang sekali.

Jadi.. LoA itu ada. Sugesti, Afirmasi dan Visualisasikan apapun yang anda mau. Ikhlas dan pasrahkan semuanya. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana caranya, karena jalan untuk mencapainya akan ditunjukkan olehNya. Bahkan secara science, ini semua bisa dibuktikan loh :) .

Seperti its beginning to get me-nya Snow Patrol : I only need the compass that you gave me to guide me on.

Atau, dreams-nya the cranberries : I want more, impossible to ignore, Impossible to ignore. They’ll come true, impossible not to do, Impossible not to do

Kita berharap, biar Tuhan yang menunjukkan jalannya.

Selamat memiliki keinginan :)

Percayalah, Tuhan itu seperti apa yang kita bayangkan

PS : Ahh.. saya menulis ini sambil gemetar