Kerilmate.com
 

We will launch our new site, kerilmate.com. Me and my wife, thya, will start writing our journey there. See ya :)

Bookmark and Share
Untuk Kau, Pendamping Hidupku Kelak
 

Untukmu sayang, yang beberapa hari lagi akan menjadi pendamping hidupku.

Kalau kau membaca tulisan ini, aku minta maaf sebesar-besarnya kalau mengungkapkan semua perasaanku di kalangan publik seperti ini. Aku khawatir kalau kau menjadi risih dengan ini.

Kau,  yang kucintai.

Aku sangat beruntung mendapatkanmu.

Kita seirama

Kita satu impian

Kita satu cita dan cinta.

Aku tahu dari awal bertemu denganmu, kau pasti cocok denganku.

Kita tidak peduli dengan peluh keringat yang jatuh dari pelipis.

Kita berdua tidak peduli dengan bau asam keringat tubuh kita.

Kita berdua sangat tidak peduli dengan terik matahari demi sebuah pemandangan indah yang kita tuju.

Aku telah mewanti-wanti dari awal bahwa kehidupan kita takkan mudah, banyak rintangan di depan kita.

Tapi aku selalu berjanji, takkan pernah membiarkan pendamping hidupku dan keturunan-keturunan kita kepayahan kelak.

 

Aku sangat suka kau, kau sangat kuat.

Aku sangat suka kau, kau tidak peduli dengan omongan orang, yang penting kita berdua bahagia.

Kau sangat kuat.

 

Kau buddy seumur hidupku.

Aku sangat mencintaimu.

 

Bookmark and Share
Marry You ( Soon )
 

Bookmark and Share
Going The Extra Mile
 

going the extra mile

Well, sebelum saya bercerita, saya ingin menceritakan kondisi saya belakangan ini. Yup, tentang kondisi, mungkin saya sedang jenuh-jenuhnya dengan rutinitas saya, terutama pekerjaan. Pekerjaan yang saya jalani ini sebenarnya adalah pekerjaan idaman saya, jauh dari dulu sudah saya canangkan. Saya sudah jauh-jauh hari menutup telinga dan memasang kacamata kuda dengan pilihan saya ini, ya saya tidak akan berubah.

Tapi entah, beberapa hari belakangan ini gundah mendapati diri saya. Saya jenuh, itu inti utamanya. Berbagai ekspetasi yang saya inginkan, rasa-rasanya semakin jauh untuk digenggam. Belum dengan keraguan orang-orang terdekat, saya semakin gundah.

Beruntung, di tengah kegundahan saya, ada seseorang yang selalu menemani dan mendukung, yang semoga kelak menjadi istri saya. Dengan segenap impian kami, semangat terus dilimpahkannya.

Saya tahu bahwa setiap jalan menuju sukses itu tidak akan pernah mudah. Tidak ada namanya jalan pintas sukses, titik. Saya sedang merasakan berbagai macam halangan yang saya tahu kalau halangan itu bisa dilewati, berarti saya sudah setingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

Di saat motivasi saya belum genap terkumpul lagi, dia mengenalkan saya dengan salah satu novel, “Negeri 5 Menara”. Dengan sedikit sinopsis yang dia ceritakan, saya tertarik untuk meminjamnya.

Ada banyak kalimat yang saya bisa ambil dari buku, salah satunya adalah man jadda wajada, kalimat yang banyak disebutkan di novel tersebut. Well, itu memang salah satu kalimat favorit saya, tapi bukan itu sangat tertera di dalam hati saya, tetapi going the extra mile.

Ketika orang lain hanya mampu mengerjakan selama 10 menit, maka lakukanlah selama 8 menit

Jika orang lain berhenti di detik ke 10, maka menyerahlah di detik ke 20.

Kalimat “Going the extra mile” benar-benar menggetarkan saya, seolah-olah mengingatkan saya bagaimana cara untuk menggapai kesuksesan. Kalimat ini juga yang membuka ingatan saya ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas 1.

Dahulu, setiap pelajaran matematika, minimal seminggu sekali, siswa-siswa diharuskan mengerjakan tugas-tugas yang ada di buku perlajaran yang isinya hampir semuanya berupa tugas. Setiap tugas dikerjakan di buku khusus tugas. Sang guru setiap mengajar akan menunjukkan bab-bab mana saja yang harus dikerjakan.

Entah kenapa, setiap saya mengumpulkan buku tugas jarang sekali mendapatkan nilai sempurna, padahal materi-materi sudah saya kuasai apalagi matematika adalah pelajaran favorit saya. Tapi semua itu saya anggap biasa saja, karena salah satu dalam keyakinan saya adalah bahwa semuanya tidak ada yang sempurna. Semuanya berjalan biasa-biasa saja.

Hingga akhirnya saya mendapati salah satu teman kelas saya yang nilai buku tugasnya selalu sempurna. Saya tercengang, bagaimana bisa? Padahal buku tugas kami jelas sama dan saya juga mengerti pelajarannya. Kalau nilai tugasnya tidak selalu sempurna, saya masih bisa memaklumi, tapi ini tidak! ini S-E-L-A-L-U sempurna, ya selalu!

Dengan pertanyaan-pertanyaan yang berputar-putar di pikiran, saya mencoba mendekatinya. Saya temukan jawabannya kenapa nilai tugasnya selalu sempurna, ternyata dia selalu mengerjakan bab-bab tugas berikutnya, walaupun belum disuruh. Nilainya sempurna semua. Itulah jawaban pertanyaan saya.

Going the extra mile

……………………………………………………………………………………….

Going the extra mile, walaupun bukan jawaban inti dari kegundahan saya selama ini, tapi efeknya cukup terasa untuk memotivasi saya. Kesadaran saya bahwa untuk sukses itu dibutuhkan kesungguhan yang benar-benar, semakin tumbuh.

Berjuang di atas rata-rata orang, bersusah-susah dahulu dan petik hasilnya. Berjuang dengan ikhlas dan tawakkal.

 

NB : satu lagi kalimat favorit saya

man thalabal ula sahiral layali, siapa yang ingin kemuliaan, maka bekerjalah sampai larut malam

Bookmark and Share
Today, I Propose You
 

Today, i came with whole my family

to propose you.

I want you, as my wife

my buddy of life

Love you

Bookmark and Share
Your Hand In Mine
 

Ada saatnya kau berjalan sendiri, menapaki tiap terjal, jalan berliku dan lumpur

Atau kau sendirian menghadapi duniamu, dengan segala permasalahannya

Ketika kau pulang dengan segudang cerita,

jangan pernah kau khawatirkan kalau tidak ada orang yang ingin mendengar ceritamu

Aku selalu ada untukmu

Setiap petualang butuh sayap untuk terbang ke tempat manapun yang dia mau

tapi dia juga butuh rumah sebagai tempatnya untuk pulang

dan akulah rumahmu

Bookmark and Share
Untuk Kau yang Terlelap Malam Ini
 

 

Untuk kau yang terlelap malam ini,

Sudah beberapa bulan kita jalani bersama menuju suatu rencana. Kau dan aku sudah berbagi bermacam-macam mimpi dan menciptakan banyak rencana. Banyak yang bilang kehidupan kita nanti takkan semudah apa yang kita bayangkan. Tak apa sayang, mereka mungkin benar tapi yang pasti akan kujalani kehidupan kita berdua nanti dengan senyum dan senang.

Mungkin ada kalanya salah satu dari kita berdua termakan emosi, tapi ingatkah janji kita dulu? Jika ada salah satu yang emosi, yang lainnya harus diam dulu mengalah hingga dia bisa berfikir secara logis.

Untuk kau yang tertidur lelap,

Tak sabar aku ingin mengajakmu meniti hutan, menggandeng erat tanganmu, mencari bunyi riak air sungai dan menemukannya, dan kita beristirahat disana.

Tak sabar aku ingin bersamamu, mencari tempat-tempat rahasia kita. Menikmati sepuasnya, membiarkan kosong pikiran kita tanpa batas. Membiarkan matahari menghitamkan kulit kita. Membiarkan angin laut memeluk tubuh kita. Hanya kita berdua. Tidak perlu ada kata-kata yang diucapkan, karena kita telah disatukan.

Aku beruntung menemukanmu. Kita satu impian dan satu keinginan. Bagaimana kabar buku travel yang kita beli di hari aku mengajakmu dengan rencana kita? Apakah kau masih membacanya? Apakah ketika membacanya, kau berangan-angan kita berdua sedang disana? Kalau buku itu rusak karena kau sering membacanya atau karena perjalanan kita nanti, tak apa sayang. Aku lebih suka seperti itu.

Untuk kau yang tertidur lelap,

Mungkin tinggal beberapa bulan lagi rencana kita terwujud. Doaku adalah agar semuanya berjalan lancar dan akupun pasti tahu kalau doamu begitu.

Kelak di hari bahagia itu, kita akan mengawali perjalanan hidup kita berdua.

Dua keril, dua pasang kaki, satu tujuan.

#TheWorldIsOur

 

the image from here

Bookmark and Share
Melangkah Semakin Lebih Dekat
 

Alhamdulillah, minggu kemarin benar-benar hari yang indah untuk kita. Syukur, kau bahagia hari itu.

Ya, minggu kemarin akhirnya kedua keluarga kita bertemu. Orangtuaku datang ke rumahmu walau untuk sekedar silaturahmi. Diterima dengan ramah oleh keluargamu dan duduk dalam satu meja.

Masih teringat dalam benakku, bagaiman cairnya keluarga kita. Tertawa dalam satu irama, membuka banyak pintu persaudaraan. Dan yang pasti terasa sekali kalau dunia itu sempit karena banyak kesamaan di antara kedua keluarga kita.

Paginya pun kau telah ditanyakan mengenai kesiapan oleh kedua orangtuaku dan kau menjawab “Insya Allah”. Rasanya bulan-bulan yang harus kita lalui semakin lebih dekat, dan aku tahu kalau kau semakin tidak sabar.

Ya, semua tentang petualangan kita setelah ini, tentang rencana-rencana kita, tentang backpacking kita. Semoga semuanya terkabul.

Bookmark and Share