hidup tanpa batas
 

KISAH KERTAS LEKAT CATATAN ” POST-IT “

Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak
teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat.
Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya - 3M -
telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat
dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi.

Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah
tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih
tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya
kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu,
ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang
hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang di edarkan oleh 3M adalah
lebih dari US$100 juta. Oleh karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta
setiap tahun


KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER

Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts,
Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia
pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang,
bagaimana keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut.
Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika
berita itu disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen
dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel
Hawthorne. Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel
Hawthorne dengan penuh kemesraan seraya berkata ” Abang sekarang
tentunya punya waktu untuk menulis buku. ” Nathaniel Hawthorne
mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel
Hawthorne kemudian terus menulis dan menghasilkan sebuah novel yang
termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter.


realistis atau pemimpi?

hidup itu tanpa batas bukan? jangan pernah membatasi apapun

atau terlalu banyak kejutan di kehidupan kita?

*ayo semangat2

tentang keluarga
 

Hari ini aku semakin mengkokohkan egoku tentang hidupku yang tak akan pernah diatur oleh suatu instansi, yang takkan dibatasi waktunya, yang tidak akan dipersulit oleh birokrasi.

Hari ini Rafilla Azzhara, ponakanku, berulang tahun keempat. Di hari yang merupakan miliknya ini, ayahnya tidak berada disampingnya menemaninya. Salah seorang pemimpin daerah di suatu kota di Sulawesi telah menahan kepergiannya untuk ikut merayakan hari di mana dia bertambah umur. Atas dasar nama “bagi hasil” atau entahlah apa yang mereka sebut “pelicin”, mereka telah berhasil menahan kedatangan ayahnya.

Bupati, atau pemimpin suatu kabupaten, telah menahan ayahnya untuk datang ke pulau Jawa. Beliau menahan ayahnya yang mencoba berusaha dengan cara baik. Beliau telah menyandera kebahagiaan putrinya di hari ini (sekali lagi) atas dasar nama “bagi hasil”. Ukh, rasanya ingin sekali aku memakai kata kutip pada kata bagi hasil. Majas sarkasme ingin sekali kudengungkan

Semoga anda, bupati yang sedang kuceritakan, takkan pernah merasakan bagaimana hati anak anda ketika dia harus merayakan ulang tahunnya tanpa kehadiran anda disampingnya.

Semoga anda, bupati yang menginginkan “bagi hasil”, takkan pernah merasakan bagaimana ketika anda tidak bisa menggendong putri anda yang pertama, mengangkat tinggi dia seolah menantang langit, dan berkumandang di dalam hati anda “Wahai langit! Wahai bumi! Buah hatiku akan menjelajahimu! Persiapkan dirimu kelak ketika dia dewasa”.

Semoga anda tidak sampai pernah merasakan… rasanya melihat putri anda bergembira riang.. di saat-saatnya yang lincah… apalagi putri anda termasuk anak yang sangat aktif.. yang suka bergerak ke sana kemari…. susah diatur.. namun tetap lucu

Semoga anda tidak merasakan ketika istri anda berkeluh kesah bahwa harus merayakan ulang tahun putrinya sendirian, tanpa didampingi suami tercintanya. Di dalam hatinya terasa pilu..

Semoga anda tidak akan pernah merasakannya.

Aku takkan pernah ingin seperti ini… tenang keluargaku.. tenang anakku… tenang istriku…

48 milyar - proyek e-office imigrasi
 

tenang-tenang, ini bukan proyek gw. jadi gak ada sangkut pautnya ma gw :D.

gw tau berita ini dari forum berita politiknya kaskus. ini beritanya.

Habiskan Puluhan Miliar, e-Office Imigrasi Dibilang Murah
Nadhifa Putri - detikinet

Jakarta - Departemen Hukum dan HAM menilai dana Rp 42 miliar yang dihabiskan untuk membangun sistim aplikasi imigrasi berbasis elektronik e-Office sudah termasuk murah.

Dirjen Imigrasi Basyir Ahmad Barawi menganggap pengeluaran dana tersebut justru lebih hemat karena telah beberapa kali mengalami penciutan dari semula Rp 48 miliar yang disiapkan.

“Saat lelang kami menawarkan anggaran Rp 48 miliar. Namun berhubung ada yang bisa menawarkan lebih murah dengan biaya Rp 42 miliar, kemudian kami menangkan. Jadi kita bisa menghemat Rp 5 miliar lebih, di mana dana sisanya kami kembalikan lagi ke kas negara,” jelas Basyir di Gedung DepkumHAM, JL HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (13/6/2008).

Meski dana yang dikeluarkan menciut, Basyir mengaku masih mengalami kendala dalam hal perawatan aplikasi (maintenance). “Kekurangan ada di aplikasi yang rumit. Masalah internal. Misalnya pemberian warna merah pada WNA yang bermasalah. Itu biayanya Rp 5 miliar,” pungkasnya.

Sistim e-Office merupakan platform aplikasi yang dipasang di Ditjen Keimigrasian untuk memantau serta mengidentifikasikan setiap perpanjangan dan alih status izin tinggal. e-office dalam hal ini memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya sebagai platform pengembangan sistem keimigrasian yang berkelanjutan.

Sistim ini ditargetkan dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia pada lima tahun mendatang. Dengan terkoneksinya sistim ini di 103 kantor imigrasi dan 33 divisi imigrasi di 33 propinsi, diharapkan dapat mempermudah proses perizinan dan bisa memangkas birokrasi yang berbelit-belit. ( ptr / rou )

48 milyar, yang bener tuh?!

hehehehe, oke-oke kita bahas satu-satu. menurut komentar KrimPuff gini

salah kaprah semua, super computer itu kalo di dunia komputer gunanya utk penghitungan detail utk project simulasi, lah ngapain e-Office pake super computer
http://en.wikipedia.org/wiki/Supercomputer#Common_uses

jangan samakan dgn install komputer utk kantor atau usaha rumah yg semua bisa diakalin dgn membeli barang bajakan atau beli yg murah, e-Office dimana2 butuh dana besar kan tujuannya semua otomatis dan utk mempermudah proses paspor.
jadi Network System e-Office harus reliable dan mampu menyimpan data2 paspor yg jumlahnya bisa jutaan.

apalagi diberitanya udah dikasih tau

Quote:
Sistim ini ditargetkan dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia pada lima tahun mendatang. Dengan terkoneksinya sistim ini di 103 kantor imigrasi dan 33 divisi imigrasi di 33 propinsi

imo, Rp 42 miliar masuk akal kalo utk program 5 tahun.

yep, dari komentarnya gw setuju kalo biaya pengadaan e-office ini masuk akal. apalagi ini termasuk proyek negara (alias mencangkup seluruh indonesia). jangan samakan dengan beli komputer yang windowsnya bajakan punya. jangan samakan dengan komputer yang software-software didalamnya hasil ngopy dari punya temen, dan jangan nanya sama saya juga kalo software-software yang saya pake asli apa nggak

lalu selain biaya pengadaan saja, kita perlu mengetahui biaya pembuatan aplikasi, biaya konsultasi, dan biaya lain-lain (kita berfikir naif saja, berharap tidak ada biaya x). untuk pembuatan aplikasi (dengan asumsi menggunakan standar biaya programming yang gw lihat di daerah gw)…. untuk ukuran orang indonesia… mungkin mahal… tapi untuk ukuran orang luar… asli, gw jamin murah meriah. yep!! ukuran 100$ untuk pembuatan aplikasi di indonesia mungkin bisa membuat orang mengerutkan dahinya sambil sedikit senewen ‘kok mahal?’, tapi orang luar ‘what the hell, you’re fu*king shit awesome!!’.

yep, karena hal itulah yang membuat seorang teman outsource gw ilfil ketika ditawari kerjaan dari orang indo.

yahh… itulah tenaga kerja IT kelas lokal di indonesia. For your info, tenaga kerja IT di luar sana dibayar 10$ untuk seorang fresh graduate, 10$? yep.. 10$/hour, termasuk ketika dia libur selama masih ikatan kontrak. untuk yang sudah professional dan memiliki banyak pengalaman, 30$/hour itu termasuk biaya sewajarnya. gimana dengan indonesia? yah.. tebak sendiri deh

selain jasa pembuatan aplikasi, yang perlu kita hitung jasa konsultasi. konsultasi disini berfungsi untuk mengetahui keamanan dan fungsionalitas dari si aplikasi itu. untuk konsultasi keamanan, hmmm… jangan ditanya berapa biayanya. pernah ikut seminar keamanan, ketika si pembicara berbicara bagaimana menghasilkan uang dengan cepat, katanya gampang, coba analisis keamanan aplikasi atau situs suatu bank, kemudian laporkan (jangan dibobol lho). niscaya banyak uang yang masuk untuk kita, bahkan bisa-bisa saja kita dikontrak sebagai analisis keamanannya. dia pernah bercerita bagaimana ketika organisasi kampusnya membutuhkan komputer baru. di situ dia punya ide bagaimana kalau dia dan timnya menganalisis keamanan suatu bank swasta, kemudian melaporkannya. dan benar, ketika mereka melaporkannya, kemudian hari komputer-komputer baru itu berdatangan.

biaya konsultasi keamanan, hmmm… over 100$/hour, dan ini berdasarkan kisah nyata.

dan kalian tetap juga bertanya, kok bisa sih semahal itu….

pernah nonton die hard 4? nah.. kira-kira seperti itu.

sekarang dimana-mana sudah menggunakan komputer. tanpa mengenyampingkan penerapan ilmu lain, IT sudah berakar pada kehidupan-kehidupan kita.

jadi menurut gw wajar jika harganya ber-Em-Em, tapi tinggal kita lihat bagaimana kualitasnya.

kemudian yang mau gw komentarin adalah yang gw bold merah

“Kekurangan ada di aplikasi yang rumit. Masalah internal. Misalnya pemberian warna merah pada WNA yang bermasalah. Itu biayanya Rp 5 miliar,”

bujug!!

ngasih warna merah doang 5 miliar pak?!!!

hmmm.. bisa jadi acuan baru nih, misalkan kalau ada orang yang minta “pe, tolong ni warna backgroundnya diganti ke warna pink kehijau-hijauan sembab”, gw tinggal ngemeng aja “hm… biayanya 2 juta yah”… cihuy!!

sedeng!! pak.. kalo mau ngomong ya cerdas dikit lha, kalo emang ga tau nanya sama yang ahlinya.

sinih gw kasih tau cara murahnya ngasih warna merah

<font color=’red’></font>, ato <font color=’#ff0000′></font>

yeah… kira-kira begitulah

just my 2 cents

post modern man
 

hmm… gw mengenal istilah ini dari sebuah mag distro yang gw dapat di awal-awal kuliah gw dulu, openmind.

Pada era modern, orang-orang bekerja di kantor-kantor atau pabrik-pabrik dengan jam yang ditetapkan, biasanya antara 08.00 - 16.00. Mereka bekerja - paling tidak - lima hari dalam seminggu. Pakaian mereka pun diseragamkan, atau - paling tidak - distandarkan kerapihannya. Komunikasi orang-orang modern dengan orang disekitarnya biasanya agak terbatas karena waktu mereka kebanyakan dihabiskan di tempat kerja ( meskipun banyak juga yang tidak bekerja ketika mereka berada di tempat kerjanya ), sedangkan waktu mereka di rumah digunakan untuk istirahat. Mereka sulit mengambil peran di luar peran mereka sebagai pekerja. Kadang, hubungan mereka dengan keluarga dan tetangga pun kurang optimal. Strees, frustasi, hubungan yang kaku bahkan kurang harmonis dengan orang-orang sekitarnya kadang-kadang menjadi hal-hal yang akrab dengan orang-orang modern.

Selain itu, di era post modern ( mungkin masih peralihan dari era modern ), orang melirik untuk bekerja namun tidak terikat dengan jam kerja yang kaku dan standar pakaian. Mereka, orang-orang post modern, memilih untuk membuka usaha atau bekerja di rumah dengan konsep small office - home office. Mereka tidak terlalu direpotkan untuk mencari tempat strategis untuk dijadikan kantor. Bahkan, tempat manapun bisa dijadikan kantor. Mereka bisa menerima surat via email, mereka bisa menerima telepon di mana pun mereka berada karena teknologi informasi telah menyediakan fasilitas telepon kantor yang bisa dibawa kemana-mana (mobile), mereka membuat website agar perusahaan mereka dengan mudah dikenal banyak orang (kapan nih openmind bikin web site? masa’ magz sekeren openmind ga punya website?).

open mind mini magz

Di saat orang-orang modern bekerja di kantor, orang-orang post modern mungkin sedang berjalan-jalan keliling kota ( atau kampung ), sendirian, bersama rekan, atau keluarganya. Mereka berjalan-jalan dengan pakaian sesukanya, entah cuma kaos oblong dan sendal jepit atau yang lainnya. Suatu ketika mungkin mereka (orang-orang post modern) terlibat perbincangan santai di halte, bis kota, kereta api, kedai kopi, kampus, masjid, pangkalan becak atau ojek, swalayan, tempat duduk depan wartel, boulevard, pinggiran lapangan, dan tempat-tempat lain dengan orang yang baru ditemuinya. Dalam perbincangan tersebut, banyak sekali yang bisa dilakukan; berbagi wawasan bisnis, peluang bisnis, berbagi keceriaan ( dan juga kesedihan ), sampai pada berbagi pemahaman mengenai bagaimana semestinya menyikapi dan menjalani kehidupan. Tidak jarang dari obrolan santai tersebut terjadi kesepakatan-kesepakatan, entah untuk mengadakan kerjasama bisnis maupun untuk berbagi ide lebih lanjut, atau bahkan membicarakan penyatuan dua keluarga ( tau kan maksud gue ?!)

Tapi yang lebih penting dari semua ini, dengan fleksibilitas jam kerjanya, orang-orang post modern bisa lebih leluasa mengambil peran-peran lain dalam kehidupannya selain hanya bekerja, yaitu membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga ( baik yang jauh maupujn yang dekat ) dan tetangga, mengupdate wawasan dengan membaca buku atau menghadiri seminar maupun training, terutama mengambil peran dalam upaya perubahan masyarakat menjadi masyarakat yang ideal agar segera terwujud.

Saya berharap, kalian bisa menangkap tulisan singkat ini. Bekerja memang tidak harus menunggu lulus sekolah atau kuliah, bekerja tidak harus di kantor ( atau punya kantor ), bekerja tidak harus berpakaian layaknya borjuis. Melainkan, kita bisa bekerja mulai sekarang, membangun usaha mandiri, tanpa harus melalaikan tanggungjawab kita yang lain.

Tulisan ini adalah pandangan saya yang mengklaim diri sebagai post modern man ( orang lain mungkin menganggap saya pengangguran, hehe…). Tentu saja saya sangat bisa menerima bila ada yang berpendapat lain, terutama dari orang-orangyang lebih suka menjadi orang modern. Saya memahami, selera orang berbeda-beda. Namun yang penting menurut saya, menjadi manusia modern maupun post modern, kita tetap tidak boleh melalaikan tanggung jawab kita sebagai hamba dari Penguasa Alam Semesta. Mudah-mudahan, tulisan saya ini tidak sepenuhnya salah [bandith].

Openmind ed. 13

Ketika gw membaca ini di pojokan kamar kos, betapa terinpirasinya gw untuk hidup seperti itu. Kehidupan yang tidak diikat dengan jam-jam.

Keluarga gw sebagian besar adalah bukan orang-orang kantoran kecuali si babeh. Gw dan abang-abang gw terinspirasi dari kehidupan ibu gw yang sebagian besar hidupnya hampir mirip dengan apa yang dijabarkan dari tulisan di atas. Bahkan hingga sekarang, pada umur 50an, tetap beraktivitas seperti biasanya. Ketika ditanya “ma, mama kok ga di rumah aja? “, pasti jawabannya ” gak ah, males.. bikin badan ga enak “, dan terlihat jelas dari aktivitasnya yang pergi kesana kemari disertai dengan si babeh yang sekarang ikut membantu usaha ibu gw.

Bahkan, kemarin gw terima telepon dari si mama

“rip, mama mau jalan ke manado nih, lewat jalan darat lho.. bukan make pesawat, abis itu ke irian deh”, dengan nada menggoda. hahahaha, dari ujung barat indonesia sampe ujung timur semua udah dijelajahi ma orang tua gw.

post modernisme… hmm.. mungkin dengan yang gw bold pertama cukup mewakili definisinya

orang melirik untuk bekerja namun tidak terikat dengan jam kerja yang kaku dan standar pakaian

tidak terikat dengan jam kerja…

tadi malam gw chatting ma teman ouitsource gw ( yang menurut gw masuk ke dalam kategori orang-orang post modern ). dengan pendapatan yang melebihi gaji kerja orang umum, hidupnya tergolong santai. malam begadang dan pagi tidur ( buat yang ngerasa.. sori sori ) atau ngojekin bininya kapanpun. Kehidupannya sama sekali tidak diikat dengan waktu, kapanpun dia mau, mungkin bisa saja dia pergi kemana.

standar pakaian…

hahahaha, tebak sendiri deh :D

kemudian yang gw bold kedua

Tulisan ini adalah pandangan saya yang mengklaim diri sebagai post modern man ( orang lain mungkin menganggap saya pengangguran, hehe…)

wahhh!! gw pernah merasakan!!

ketemu teman, trus ditanya gw kemana aja, ya gw jawab saja jujur, ‘di rumah aja kok’, dan gw selalu ditanyakan hal yang sama dengan orang yang beda. walaupun mereka tidak menunjukkan mimik muka yang bagaimana, tapi aromanya terasa kalau mereka berfikir bahwa gw tidak ada kerjaan atau pengangguran :D.

hahaha, ya tak apa-apalah :D

untuk orang-orang yang ingin pindah ke tahapan post modern, intinya berani saja :D… toh hidup juga cuman sekali, manfaatkan saja semuanya. percaya saja bahwa semua ada jalannya, yeah.. semua ada jalannya :).. percaya yah yah yah :)

hidup orang-orang post modern!!

pelajaran hari ini
 

“idealisme adalah harta yang paling mewah untuk sebuah jiwa yang muda”

- - seorang aktivis mahasiswa - -

hari ini gw belajar tentang satu hal, idealisme.

menurut gw, definisi idealisme adalah bagaimana memposisikan keadaan agar sesuai dengan apa yang diinginkan kita. ada banyak cara untuk mewujudkan idealisme, antara lain dengan cara memaksa dengan ekstrim (ngomong sambil ngasah golok) hingga cara merayu dengan lembut (cara kemayu apa lagi), atau yang paling mudah dan tidak menyulitkan orang lain adalah mencari sendiri tempat untuk mewujudkan idealisme itu, utopia mungkin… tapi tenang saja, sesulit apapun pasti bisa ditemukan.

gw yakin, bumi dan alam semesta ini diciptakan begitu luas tidak mungkin tidak terjelajahi hingga keujung-ujungnya. dan yakinlah, kita pasti menemukan tempat untuk mewujudkan idealisme kita, bertahan dan kreatif intinya.

hari ini gw belajar untuk menghargai berapa besar diri kita…

bagi yang masih berjiwa muda, bertahanlah dengan idealisme kita…

 

*bonus belajarnya : spaghetti bolognese ma cappucino gratis di sebuah hotel… yummi

 

ni orang pengen gw tabok!
 

 

si roy suryo orangnya yang pengen banget gw tabokin.napa sih lo ngomong-ngomongin kalo blogger dan hacker adalah sama(hacker ini dalam intonasi negatif).

Wawancara Radio Elshinta dengan Roy Suryo

soal bukti bahwa blogger yang melakukan perusakan:
elshinta: kalau mas suryo lihat, berkaitan dengan disahkannya undang-undang ITE ini mas, atau ada hal lain?
roy suryo: pasti, pasti. dan ini sebelumnya sudah saya duga sebelumnya kan. kalau, kalau temen-temen, mungkin elshinta juga ingat dua hari yang lalu ya, eee saya juga kirim informasi juga ke beberapa kawan, informasi saya berbunyi adalah, eee meskipun ada, eee ah meskipun nanti pasti ada tantangan dari para hacker dan para blogger, nah ini buktinya. sudah, jadi, jadi, jadi pagi ini, eee situs depkominfo ya, double you double you double you dot kominfo dot go dot id.

soal siapa saja blogger negatif itu:
roy suryo: Banyak blogger yang positif juga ya, kayak-kayak mas wimar, kemudian mas budi putra, mas wicak, mayla, pak yusril ya pak yuwono tapi, sayangnya tertutup dengan ulah para blogger lain, yang dari awal memang tujuannya hanya untuk mencela orang lain, menjelek-jelekkan kebijakan, gitu, yah sebut saja beberapa blogger awal yang kaya enda, priyadi, eko dan lain sebagainya itu yah, yang sayangnya, itu diikutin oleh blogger-blogger baru. Yang, yang trendnya kemudian kalau ngeblog itu nggak-nggak-nggak apa ya? Èèè.. Nggak afdol kalau tidak mencela pemerintah, tidak mencela orang lain, nah ini-ini yang saya-yang saya sayangkan, gitu…

yah.. kalo ngebahas masalah hacker disamain dengan blogger mah gw yakin kalian semua udah pada baca di blog-blog lain. tapi yang pengen gw bahas adalah

sayangnya tertutup dengan ulah para blogger lain, yang dari awal memang tujuannya hanya untuk mencela orang lain, menjelek-jelekkan kebijakan, gitu

gw mau nanya ma dia

roy, lo idupnya di mana sih?

woyyy.. namanya bersosialisasi dengan masyarakat itu berarti harus siap mendengarkan opini mereka masing-masing. kalo lu pengennya semuanya satu kata, semuanya pada muji, semuanya pada ngangguk-ngangguk, gampang! tinggal lo ngomong aja ma cermin, yakin deh satu suara ma apa yang diomongin ma lo.

ini masyarakat mas, masalah opini publik. lo belum pernah main ke FC yak? sayang sih, FC udah jadi almarhumah, kalo masih ada trus lo ikutan disana pasti gw yakin mental lo langsung ambruk.

dewasa dikitlha! gak semuanya orang sependapat dengan kita, gak semuanya orang satu pola pikir dengan kita. layaknya pemerintah, ada yang pro dan ada yang oposisi. tinggal bagaimana cara menyikapinya saja, dengan cara dewasa atau kekanak-kanakkan.

roy suryo? KELAUT AJA DEH LO!!

NGAKU2 DOSEN FISIPOL UGM!!!

GAK ADA NAMANYA LO JADI DOSEN UGM!!! cuman jadi dosen tamu tuh, ntu juga jaman kuda gigit besi! berabad-abad yang lalu. tanyain sanah sama mahasiswa isipol ugm, lo pernah ngajar ga?

sori kalo gw pedas banget ma ni orang.. emosi juga gw ma dia

link lain yang bersangkutan

undangan terbuka dialog dengan si suryo :: ka diye

berbagai dialog dengan si suryo :: ka diye

tolong ya!!
 

tolong ya!!!!

buat wartawan-wartawan yang nulis kalau forum terbesar di Indonesia ini dicap sebagai forum porno!!

gw sama sekali ga setuju kalau forum ini dibilang begitu!!

okelah, memang ada subforumnya tentang hal itu, tapi itu toh memiliki filter pengaman sendiri.

Kenapa gw sampai nulis kayak gini, soalnya gw udah sebal banget. Masa saban gw ngomong nyari data atau ilmu di kaskus diomongin

“Lah!! emang kaskus ntu bukan yang bagi2 3gp bokep yah?”

addduhhh… kemana aja sih lo!!, makanya ngenet jangan cuman bisa frenster DOANK!!

tau gak? gw dari kaskus ntu nemuin proyek pertama gw.

gw dari kaskus ntu nemuin klien-klien gw.

gw dari kaskus ntu belajar banyak web developing.

gw dari kaskus ntu nemuin teman-teman yang asik-asik semua.

gw dari kaskus ntu belajar tentang manusia, salah satu yang berhasil gw pelajari adalah HAK ASASI MANUSIA UNTUK BERBICARA, BERPENDAPAT, DAN BERBUAT.

okelah, gw ga ada untung langsung dari berbuat gini..

tapi masak iya pas ditanya dosen

“kamu dapat dari mana datanya?”

“dari kaskus pak..”

“lah.. masak forum porno bisa nyari data?”, gak lucu kan?!

tolong ya.. hal-hal bau pornografi itu cuman segelintirnya! lainnya? ilmunya hebat-hebat! gw bisa nemuin dari orang yang ahli sejarah sampai orang yang pintar ngeramu kopi. gw juga bisa dengerin cerita-cerita dari orang yang tinggal di rig-rig lepas pantai hingga orang yang hidup di pedalaman.

they call it a ’sport’
 

http://www.hsus.org/protect_seals.html

 

ternyata di norwegia dan kanada ada sebuah kegiatan ‘olah raga’ yang sedang digalakkan sebagai salah satu kegiatan pariwisata. ‘olah raga’ itu adalah membunuh seal.

sadis gak… apalagi yang dibunuh rata-rata bayi seal…. serta fakta mengerikan adalah 42% seal dikuliti dalam keadaan hidup-hidup, bulunya diambil untuk dijadikan mantel.

dan mayat-mayatnya dibiarkan begitu saja..

yahh… ironi emang, disaat matador-matador di spanyol ber-’olahraga’ dengan menusukkan pedang-pedangnya ke tubuh sang banteng, kita bertepuk tangan dan melempar mawar ke arenanya. apakah hanya dengan melihat hewan yang lucu, kita simpati dengannya, lantas dengan yang lainnya tidak?

Battle Of Agrincourt
 

kebetulan gw lagi terbayang melulu ma quotenya napoleon bonaparte di postingan gw yang sebelumnya. ya.. siapapun yang menempati tempat tertinggi, dialah pemenang perang tersebut.

kemarin baca-baca kisah tentang art of war. ketemu dengan artikel menarik, judulnya battle of agrincourt.

Battle Of Agrincourt

Pasukan inggris yg kalah dan mau mundur dari perancis dikejar oleh pasukan perancis.

Pasukan inggris yg kalah dalam pertempuran sebelumnya dah kehilangan seluruh knightnya dan swordmannya, hanya tersisa 7000 prajurit dimana 6000 diantaranya adalah Longbowmen, 1200 longbowman ini adalah pemanah elit kerajaan yang disebut King’s Yeoman. 1000 lagi terdiri dari a few knight survivor, swordie, maceman,etc.

Pasukan perancis berjumlah 22.000 prajurit ditambah pasukan bantuan dari sekutu perancis di daerah sekitar mencapai 10.000 prajurit. Pasukan perancis memiliki 5.000 Crossbowmen, 10.000 grandeur, 7.000 Men-at-arms.

Komandan pasukan inggris adalah Raja Henry V, mereka bertujuan untuk segera pergi ke Calais sebagai benteng pertahan terakhir dan kemudian segera melintas selat untuk kembali ke inggris.

Kesalahan strategi perancis adalah mereka terlalu percaya diri dan memotong jalur pelarian tentara inggris dari arah calais dan mengepung tentara inggris di Agincourt. Masalahnya adalah agincourt ini ada didaerah berbukit, sedangkan pasukan perancis berada ditanah lapang yg luas, jadi inggris mendapatkan keuntungan posisi terrain.

Continue »

tentang roy suryo
 

TOLONG!!

lama-lama gw panas juga dengan si badut dunia IT ini, sok-sok’an mengaku sebagai pakar telematika?!

berapa kali sih dia harus koar-koar nunjukin kalau suatu foto syur itu asli apa gak? gak penting tau!!! dasar si kremit! yang ada ngerusakin karakter seseorang plus mempromosiin hal-hal vulgar kayak gitu!

lantas ketika foto-foto yang dia buktikan itu ternyata benar, emang mau diapain? iya kalo benar, kalo hasil photoshop dengan kemampuan yang canggih, gimana?

pernah di suatu seminar keamanan data yang gw dan ashar ikutin, ketika dalam sesi tanya jawab ada salah satu peserta seminar yang menanyakan kok roy suryo tidak ikut serta sebagai salah satu pembicara menemani orang-orang dari depkominfo.

gw ma ashar cekikan…

dooohhh mbak! orang-orang IT ntu benci setengah mati ma ni anak. songong banget. maen ke kaskus dulu mbak, liat.. banyakan forum yang ngebuka kebobrokan dia (yang cuman ngemeng “wah… foto ini sekitar 68% bisa dipastikan benar”, atau apapun lha) atau yang memuji dia.

dari kaskus sampe detik forum juga ngemeng satu suara : TOLAK ROY SURYO!!

pembunuhan karakter adalah salah satu tipikal serangan sok-tahu-teknologi-informasi-nya.