<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mppersonal.com &#124;&#124; ridwan&#039;s personal site &#187; Peka, Berfikir, Rasakan</title>
	<atom:link href="http://mppersonal.com/category/peka-berfikir-rasakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mppersonal.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 22:00:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>SMK Bisa!</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/smk-bisa/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/smk-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 22:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berargumentasi!!]]></category>
		<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[pedas kah?]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[prestige]]></category>
		<category><![CDATA[smk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Habis sahur barusan, browsing-browsing kaskus deh. Eh.. nemu thread yang menurut saya menarik, SMK ITU BISA!! So, Jangan rendahin kita PLEASE!, ini linknya Well&#8230; semua orang tahu kalau sekarang pemerintah sedang menggalakkan sistem pendidikan berbasis SMK. Lulusan SMK dijamin memiliki ketrampilan praktis dibandingkan lulusan SMU yang hanya dibekali pengetahuan-pengetahuan teoritis. Bahkan ketika dulu saya tinggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img style="width: 500px;" src="http://i741.photobucket.com/albums/xx60/angelinasetiani/DSC_1385.jpg" alt="" /></p>
<p>Habis sahur barusan, browsing-browsing kaskus deh. Eh.. nemu thread yang menurut saya menarik, <strong>SMK ITU BISA!! So, Jangan rendahin kita PLEASE!</strong>, ini <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5002904">linknya</a></p>
<p><em>Well</em>&#8230; semua orang tahu kalau sekarang pemerintah sedang menggalakkan sistem pendidikan berbasis SMK. Lulusan SMK dijamin memiliki ketrampilan praktis dibandingkan lulusan SMU yang hanya dibekali pengetahuan-pengetahuan teoritis. Bahkan ketika dulu saya tinggal di Pare, saya satu kelas dengan salah satu anak SMK yang mengambil jurusan Design. Kerennya lagi, dia yang baru kelas dua sudah punya bisnis dan gallery sendiri, bisnis sepatu lukis canvas.</p>
<p>Pengetahuan praktis yang hebat digabung dengan jiwa entrepreneurship itu yang Indonesia butuhkan.</p>
<p>Kalau saya dilahirkan kembali dan ada jurusan web development, pasti saya masuk SMK. Sayang, dulu di jaman saya belum ada jurusan yang saya inginkan.</p>
<p>Bagaimana pandangan masyarakat pada umumnya dengan lulusan SMK. Coba cek ini</p>
<blockquote>
<div>
<p>Originally Posted by <strong>VAIers</strong> <a rel="nofollow" href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=262300186#post262300186"><img title="View Post" src="http://www.kaskus.us/images/buttons/viewpost.gif" border="0" alt="View Post" /></a></p>
<p>Dah jelas, SMK itu siswa siswinya &#8220;buangan&#8221; dari SMA <img title="Najis" src="http://www.kaskus.us/images/smilies/najis.gif" border="0" alt="" /></p>
<p>No Offense coz itu udah jadi rahasia umum</p>
<p>gw liat diatas komentnya pada mendukung, tapi sebenernya masih jauh lebih banyak yang merendahkan SMK tapi males koment , takut bikin lw marah atau jaga perasaan gan</p>
<p>gw juga tadi ga mau koment negatif<br />
Tapi bolehkah gw koment jujur, gw mo kasih tau lw, semua lingkungan gw, kalo masuk SMK = IDIOT</p>
<p>^_^</p>
</div>
</blockquote>
<p><em>Well</em>.. memang tidak bisa dipungkiri kalau masih ada stigma yang terbentuk dari lulusan SMK. Masih banyak yang terekam dalam ingatan bagaimana anak-anak STM itu hobbynya hanya tawuran dan banyak stigma-stigma negatif lainnya.</p>
<p>Tapi itu dulu, saudara-saudara. Jadi kalau anda yang masih punya pikiran seperti itu, berarti anda hanya hidup di masa lalu. Saya yakin, mereka para lulusan SMK jauh lebih mahir dan pintar dengan kemampuannya.</p>
<p>Jadi.. kalau ada yang mencibir atau menghina para lulusan SMK, peduli setan. Hidup juga hidup kalian, kecuali kalo yang mencibir itu mau membiaya hidup kalian, itu baru lain urusan. Kalau tidak mau, ya silahkan tutup mulut dan biarkan waktu membuktikan kalau lulusan SMK jauh lebih handal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/smk-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>800JT untuk masuk Kedokteran UNAIR</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/800jt-untuk-masuk-kedokteran-unair/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/800jt-untuk-masuk-kedokteran-unair/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 11:53:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berargumentasi!!]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA &#8212; Biaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Umum atau non-prestasi, tenyata benar-benar selangit. Di PTN sekelas Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, biaya masuk ke fakultas tertentu, yakni Fakultas Kedokteran Umum, bisa mencapai sebesar Rp 800 juta. Biaya sebesar itu disebut secara resmi sebagai Sumbangan Partisipasi Pembangunan Pendidikan (SP3). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA &#8212; Biaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Umum atau non-prestasi, tenyata benar-benar selangit. <strong>Di PTN sekelas Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, biaya masuk ke fakultas tertentu, yakni Fakultas Kedokteran Umum, bisa mencapai sebesar Rp 800 juta.<br />
</strong><br />
<strong>Biaya sebesar itu disebut secara resmi sebagai Sumbangan Partisipasi Pembangunan Pendidikan (SP3). Padahal, biaya tersebut baru sebagai uang masuk. Untuk biaya kuliah per semester, mahasiswa jalur PMDK non-prestasi ini masih harus membayar lagi.<br />
</strong><br />
<strong>Dalam pengumuman resmi di situs unair.ac.id, disebutkan bahwa minimal SP3 Fakultas Kedokteran Umum Unair adalah Rp 150 juta. Angka tersebut bisa meningkat sampai Rp 800 juta seperti yang disebut di atas, karena SP3 ini diterapkan secara dinamis dengan mengikuti minat dan tren pendaftar.</strong></p>
<p>PMDK Umum adalah salah satu program Unair untuk menjaring mahasiswa baru melalui seleksi yang diadakan sendiri. Program ini sudah dilakukan beberapa tahun belakangan setelah program extension dihapus.</p>
<p>Menurut informasi yang diperoleh Suirya, Unair menyediakan dua gelombang untuk penerimaan mahasiswa lewat PMDK Umum. Gelombang pertama sudah berlalu. Pendaftaran hingga tes sudah dilakukan pada 26 April sampai 1 Mei lalu. Ini berarti mendahului waktu Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun setelah PMDK Prestasi.</p>
<p>Sedangkan gelombang kedua akan dilangsungkan pada 26–31 Juli mendatang. Pada gelombang pertama, sudah terpenuhi 30 persen dari jumlah pagu kursi yang disediakan di Fakultas Kedokteran Umum. Setiap gelombang menyediakan sekitar 90 kursi.</p>
<p>Meski dikenai biaya super mahal, Unair masih mensyaratkan tes untuk peserta PMDK Umum. Hanya saja, di program ini siapapun (tentu yang punya duit banyak) boleh mendaftar, tidak dibatasi oleh prestasi akademik. Ini berbeda dengan jalur PMDK Prestasi yang mensyaratkan pendaftarnya harus menempati ranking lima besar di sekolahnya (SMA).</p>
<p>Di PMDK Umum, bahkan lulusan SMA tiga tahun sebelumnya yakni tahun 2008, 2009, dan 2010 bisa mendaftar.</p>
<p>“Pada PMDK Umum yang sudah berlangsung sebelumnya, dana SP3 telah menembus Rp 500 juta atau setengah miliar,’ kata sebuah sumber di Unair, Selasa (20/7).</p>
<p>Sumber yang bisa dipercaya itu menjelaskan, biaya masuk Program PMDK Umum untuk studi kedokteran memang tergolong tinggi. Dan, kedinamisan biaya masuk PTN yang sudah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) ini dianggapnya wajar.</p>
<p>“Biaya masuk PMDK Umum untuk program studi kedokteran memang tergolong tinggi tapi kami tetap selektif. Tahun lalu ada yang mampu membayar Rp 800 juta. Tapi kami tolak karena siswanya tidak layak masuk kedokteran. Kasihan siswanya sendiri nanti jika dipaksakan,” kata sumber itu kepada Surya.</p>
<p>Informasi yang digali Surya, besaran biaya masuk di masing-masing fakultas untuk program PMDK Umum ini bervariasi. Kedokteran Umum adalah yang termahal, diikuti Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi. Untuk Kedokteran Gigi, SP3 minimal Rp 75 juta dan Farmasi Rp 25 juta. Sementara untuk jurusan sosial, yang mahal adalah Jurusan Akuntansi dengan biaya minimal Rp 22,5 juta.</p>
<p>Sumbangan tersebut belum termasuk uang kuliah tiap semester. Diperoleh keterangan bahwa jalur PMDK Umum ini akan dikenai biaya kuliah antara Rp 3,5 juta sampai Rp 6 juta per semester.</p>
<p>Kemarin, Surya berhasil menemui salah seorang yang sudah dinyatakan diterima di Unair lewat PMDK Umum. Namun dia kemudian mencabutnya karena diterima melalui jalur SNMPTN.</p>
<p>Hilal Mursyidi, siswa asal Gresik itu semula sudah dinyatakan diterima di Jurusan Farmasi Unair melalui PMDK Umum gelombang pertama. Meski begitu, dia masih mencoba mengikuti tes SNMPTN dan ternyata diterima di jurusan yang sama. Padahal Hilal sudah membayar Rp 31 juta sebagaimana syarat minimal masuk Jurusan Farmasi.</p>
<p>“Karena saya pikir mahal, saya memilih ikut SNMPTN juga. Tetapi uang yang sudah dibayar tidak kembali sepenuhnya, hanya bisa diambil kembali Rp 18,5 juta. Tetapi tak masalah karena masuk lewat jalur SNMPTN hanya dikenai biaya kuliah Rp 1,2 juta per semester. Digabung dengan biaya lainnya, total biaya masuk cuma sekitar Rp 2,2 juta,” kata Hilal didampingi ayahnya di kampus Unair kemarin. (surya)</p>
<p><a href="http://www.tribunnews.com/2010/07/21/edan-masuk-kedokteran-unair-rp-800-juta">Sumber</a></p>
<p style="text-align: center;">#########################################################################</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Doger monkey!</p>
<p style="text-align: left;">Untuk jadi S1 Kedokteran saja bisa sampai 800 juta.</p>
<p style="text-align: left;">Hmmm.. coba 800 juta ini saya serahkan ke mama saya untuk diputarkan sebagai modal.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut mama, bisnis yang bagus saat ini adalah penyewaan excavataor di pertambangan emas. Harga 1 unit excavator bekas berkisar 250 juta dengan keuntungan bersih 25 Juta sebulan per unit.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam sepuluh bulan sudah bisa balik modal, hmm okelah terlalu muluk. Anggap saja keuntungan bersih 10 juta sebulan per unit, berarti untuk balik modal diperlukan waktu 2 tahun 1 bulan. Sedangkan lama penggunaan excavator bekas berkisar antara 4 hingga 5 tahun tergantung dari umur dan perawatan excavator itu sendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Wow&#8230; Berapa besar keuntungan yang didapat yah?</p>
<p style="text-align: left;">Tanpa bahaya malpraktek dan tinggal ongkang-ongkang kaki, karena biaya reparasi dan perawatan selama masa penyewaan ditanggung oleh perusahaan penyewa.</p>
<p style="text-align: left;">Besar sekali kalau begitu keuntungannya bukan? Dibandingkan dengan 800 Juta untuk masuk ke kedokteran Unair.</p>
<p style="text-align: left;">Eh.. ternyata si mama cuman tamatan SD lhoo&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Jadi malu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/800jt-untuk-masuk-kedokteran-unair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teruskanlah, Nak</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/teruskanlah-nak/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/teruskanlah-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 02:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[dream]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[seorang ayah sedang membantu anaknya agar bisa mencapai mahameru, puncak abadi para dewa (cemoro tunggal) Salah satu wishlist saya adalah muncak mahameru dan harapan terbesar saya adalah muncak dengan bundanya anak-anak. Seperti kata-kata yang saya dapat dari suatu buku : Mendaki mahameru bukan berarti kita telah menaklukan gunungnya, tapi menaklukan diri kita sendiri Mahameru adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i474.photobucket.com/albums/rr103/azis_tekfis/semeru/DSCN2076.jpg" alt="teruskanlah, nak" width="600" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>seorang ayah sedang membantu anaknya agar bisa mencapai mahameru, puncak abadi para dewa (cemoro tunggal)</em></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left; margin-top: 50px;">Salah satu wishlist saya adalah muncak mahameru dan harapan terbesar saya adalah muncak dengan bundanya anak-anak. Seperti kata-kata yang saya dapat dari suatu buku :</p>
<p style="text-align: center;"><em>Mendaki mahameru bukan berarti kita telah menaklukan gunungnya, tapi menaklukan diri kita sendiri</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Mahameru adalah perjalanan hati</em></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left; margin-top: 20px;"><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1042051">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/teruskanlah-nak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Berbicara</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berbicara/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berbicara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 15:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[pikiranku malam ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Tersebut suatu kisah, seorang anak yang kabur dari rumahnya, yang tidak tahan akibat tekanan orangtuanya. Dia tidak suka dengan apa yang dipilihkan orangtuanya. Dia tidak suka dengan apa yang direncanakan orangtuanya. Yang dirasakannya hanyalah dia tidak bisa menikmati apapun yang ada, karena semuanya bukan yang dia suka. Selama bertahun-tahun, yang dia jalani adalah apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tersebut suatu kisah, seorang anak yang kabur dari rumahnya, yang tidak tahan akibat tekanan orangtuanya.</p>
<p>Dia tidak suka dengan apa yang dipilihkan orangtuanya.</p>
<p>Dia tidak suka dengan apa yang direncanakan orangtuanya.</p>
<p>Yang dirasakannya hanyalah dia tidak bisa menikmati apapun yang ada, karena semuanya bukan yang dia suka.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, yang dia jalani adalah apa yang orang tuanya mau, bukan apa yang dia inginkan. Dia lalui hari demi harinya dengan hampa. Semuanya hanya dijalankan demi memuaskan orangtuanya, bukan untuk memuaskan dirinya.</p>
<p>Kosong.. itu yang dia rasakan. Tapi sayang, dia tidak bisa mengutarakan apa yang dia inginkan, karena dia takut kalau-kalau nantinya menyakiti orangtuanya.</p>
<p>Hingga akhirnya, suatu hari, dengan uang saku bulan itu dan beberapa helai baju, dia tinggalkan rumah itu. Dia tinggalkan kamarnya, yang dia rasa sudah hampa dari dulu.</p>
<p>Dia pergi, entah kemana.. yang penting jauh dari kedua orangtuanya.</p>
<p>Ketika orangtuanya mendapati dia telah pergi dan mereka menemukan buku catatan hariannya, barulah mereka sadar apa yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Mereka menyesal&#8230; kenapa anaknya tidak berbicara apapun kepada orangtuanya.</p>
<p>Di satu sisi, si anak khawatir kalau nanti orangtuanya tersakiti dengan apa yang dia inginkan.</p>
<p>Sedangkan di sisi lain, mereka sang orang tua, tidak tahu apa-apa. Tidak tahu apa yang si anak inginkan.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Ayo berbicaralah, dari hati ke hati. Tuhan mengajarkan kita bagaimana cara berkomunikasi agar di antara makhluknya bisa saling mengerti dan memahami. Ceritakanlah apa yang kamu mau, apapun itu semua.</p>
<p>Ayo, mari duduk dan kita berbicara sepuasnya, dari hati ke hati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kisah Nyata</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/sebuah-kisah-nyata/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/sebuah-kisah-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 03:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Baru beberapa waktu yang lalu di saat saya sedang asik-asik browsing kaskus.us, saya menemukan sebuath hot thread dengan judul &#8220;kisah nyata dari teman&#8221;. Tertarik. Saya buka thread itu. Isinya ternyata sebuah notes facebook dari seorang ibu bernama Rina Amalina. Isi notes itu berisi tentang apa yang beliau rasakan setelah ditinggal suaminya. Intinya ada betapa besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://profile.ak.fbcdn.net/object2/1408/101/n395763250133_9828.jpg" alt="pasangan" /></p>
<p>Baru beberapa waktu yang lalu di saat saya sedang asik-asik browsing kaskus.us, saya menemukan sebuath <em>hot thread</em> dengan judul <strong>&#8220;kisah nyata dari teman&#8221;</strong>. Tertarik. Saya buka <em>thread</em> itu. Isinya ternyata sebuah <em><a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=108672452489346">notes</a></em> facebook dari seorang ibu bernama <a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?ref=profile&amp;id=100000917127098">Rina Amalina</a>. Isi <em>notes </em>itu berisi tentang apa yang beliau rasakan setelah ditinggal suaminya. Intinya ada betapa besar penyesalannya atas semua perlakuan beliau kepada almarhum suaminya. Berikut isi <em>notes</em>nya.</p>
<p><span id="more-393"></span></p>
<blockquote><p><strong>suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada</strong></p>
<p>Ini adalah kisah nyata di kehidupanku<br />
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada<br />
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku<br />
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku<br />
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di  keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu  yang kami rasa sudah lebih dari cukup.</p>
<p>Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku  menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan  kuberikan segenggam luapan amarah.<br />
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti  aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.<br />
Tapi kini aku tahu.<br />
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena  dia telah tiada.<br />
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.<br />
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.<br />
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang  sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan  lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan  siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku  belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa  makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang  sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat  sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat.  Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”<br />
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan  kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang  hebat.</p>
<p>Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia slalu  menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita.  Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2  pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di  sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya  berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat  yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera,  melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT.  Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah  kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan  kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti  ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus  menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat  ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah  agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi  pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan  ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”<br />
Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi  putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa  dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.</p>
<p>Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu  capai?istirahat dulu saja”<br />
Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku  kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang  bersih.titik.”<br />
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja.  Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat  sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh  lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di  maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani  pekerjaannya dengan penuh ikhlas.</p>
<p>Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang  kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku  berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit  jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang  sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami.  Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada  suamiku.<br />
“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di  tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar  pengobatan yang lebih baik pula”<br />
Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku  ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak  mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak  ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan  jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut  istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan  ikhlas.”<br />
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik.  Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba  yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya  tangis dan penyesalan yang kini ada.</p>
<p>Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya  lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena  penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan  dan tak merubah apa-apa.<br />
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga  lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.<br />
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling  mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.<br />
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup  keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di  luar sana.<br />
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.<br />
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.<br />
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.</p>
<p>Teruntuk suamiku.<br />
Maafkan aku sayang.<br />
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.<br />
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.<br />
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.<br />
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.<br />
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.</p>
<p>Istrimu<br />
Rina</p>
<p>Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya  berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita  semua.</p></blockquote>
<hr />Seketika setelah saya membaca <em>notes </em>itu yang saya rasakan adalah betapa hebatnya almarhum bapak Anwar. Rasa itu semakin kuat ketika saya membacanya berkali-kali&#8230;.</p>
<p>Hmphh&#8230;.</p>
<p>Saya mengerti apa yang dirasakan oleh alm. bapak anwar ini, ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya yang sangat tercinta. Di dalam hati saya, saya ingin sekali seperti apa yang dilakukan oleh alm. bapak anwar ini, memberikan yang terbaik. Entah sudah berapa banyak pengorbanan, baik fisik, tenaga dan emosi yang telah dilakukannya.</p>
<p>Berbicara masalah keluarga, cita-cita saya ketika berkeluarga nanti adalah saya ingin mempunyai banyak waktu untuk keluarga saya. Saya memikirkan bagaimana caranya agar saya tetap bisa merintis karir saya, namun saya tetap mempunyai banyak waktu untuk keluarga. Saya tidak ingin menghabiskan waktu sepuluh jam saya (bahkan lebih), selama lima hari, tanpa bisa bersentuhan dengan keluarga. Saya ingin bisa menjemput anak saya dari sekolahnya, makan siang bersama-sama dengan istri dan anak saya, begitu juga dengan makan malam, menemani anak-anak mengerjakan PR, membaca sebuah dongeng untuk mereka ketika mereka beranjak tidur dan berdiskusi dengan bundanya anak-anak bagaimana kabar hari ini ketika kami mau tidur. Saya ingin punya banyak waktu untuk mereka semua&#8230;</p>
<p>Saya ingin berada di samping mereka ketika mereka tumbuh kembang. Saya ingin memberikan mereka semua kasih sayang namun juga mendidik mereka agar menjadi lebih kuat dan bertanggung jawab.</p>
<p>Entah.. sudah berapa lama cita-cita ini tertanam kuat di otak dan hati saya. Saya mohon kepada Allah, agar semua rintangan dan cobaan dalam mewujudkan cita-cita saya ini diringankan dan yang pasti terwujud.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/sebuah-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampung Taman, Kampung Internet</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/kampung-taman-kampung-internet/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/kampung-taman-kampung-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 11:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berargumentasi!!]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Liputan6.com, Yogyakarta: Sekilas Kampung Taman, Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta tak beda dengan kampung-kampung lainnya. Tapi lihatlah gardu rondanya. Pos ronda di Kampung Taman dimanfaatkan warga sebagai tempat mengakses internet secara gratis. Secara bergantian warga boleh menggunakan dengan bebas sebuah komputer meja dan satu buah laptop. Warga di kampung itu, memang tak ingin ketinggalan teknologi. Warga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float: left; margin: 0 10px 10px 0;" src="http://static.liputan6.com/201002/100225binternet.jpg" alt="kampung internet" /><strong>Liputan6.com, Yogyakarta:</strong> Sekilas Kampung Taman, Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta tak beda dengan kampung-kampung lainnya. Tapi lihatlah gardu rondanya. Pos ronda di Kampung Taman dimanfaatkan warga sebagai tempat mengakses internet secara gratis. Secara bergantian warga boleh menggunakan dengan bebas sebuah komputer meja dan satu buah laptop.</p>
<p>Warga di kampung itu, memang tak ingin ketinggalan teknologi. Warga kampung bekerja sama untuk bisa mengakses internet. Bahkan warga sengaja menciptakan dan mengelola sebuah situs untuk mempromosikan kampung mereka.</p>
<p>Menurut Hery, Ketua RT setempat, Kamis (25/2), pengurus kampung berinisiatif menyediakan sarana itu. Hal ini dilakukan agar warga tidak ketinggalan informasi dengan bagian dunia lainnya.<span id="more-362"></span></p>
<p>Kini warga Kampung Taman sudah merasakan manfaat pusat informasi ini. Sejak memiliki situs sendiri dan terhubung secara intensif ke internet, warga kampung makin terkenal dan pesanan bisnis pun terus meningkat, terutama produk batik.</p>
<p>Dua komputer yang ada di pos ronda ternyata bukan satu-satunya pintu agar warga bisa masuk ke jaringan dunia maya. Tiap-tiap warga yang punya komputer boleh ikut berbagi jaringan dengan membayar iuran Rp 50 ribu per bulan. Sekarang sudah 15 rumah warga terhubung ke internet. Warga Kampung Taman memang layak menyebut kampung mereka kampung cyber.(IAN)</p>
<p><a href="http://tekno.liputan6.com/berita/201002/265387/Kampung.Taman.Kampung.Internet">Sumber berita</a></p>
<p>======================================================================</p>
<p>That&#8217;s why i love Jogja <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , kota di mana kutemukan jati diriku, mengajarkan kesederhanaan dan kebersamaan. Pasti aku pulang ke sana lagi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/kampung-taman-kampung-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berharap Lulus UN, Pensil Siswa Dibawa ke Paranormal</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/berharap-lulus-un-pensil-siswa-dibawa-ke-paranormal/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/berharap-lulus-un-pensil-siswa-dibawa-ke-paranormal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 01:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berargumentasi!!]]></category>
		<category><![CDATA[paranormal]]></category>
		<category><![CDATA[syrik]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad Aminudin &#8211; detikSurabaya foto hanya model belaka, cari yang segeran dikit lha Malang &#8211; Ratusan siswa MTS serta MI Kyai Haji Hasyim Asya&#8217;ri Pandawangi, Kota Malang menggelar istiqozah dan salat hajat, untuk menghadapi UN pekan depan. Selesai berdoa bersama, seluruh siswa kemudian diminta mengumpulkan alat tulis untuk dibawa ke paranormal. &#8220;Kita melakukan ritual kodrat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muhammad Aminudin &#8211; detikSurabaya</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://smartmarkreader.com/SMR%20files/gambar%20smr/Sekolah/UAN1.jpg" alt="cihuy, uan nih ye!!" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>foto hanya model belaka, cari yang segeran dikit lha</em></p>
<p>Malang &#8211; Ratusan siswa MTS serta MI Kyai Haji Hasyim Asya&#8217;ri Pandawangi,  Kota Malang menggelar istiqozah dan salat hajat, untuk menghadapi UN  pekan depan. Selesai berdoa bersama, seluruh siswa kemudian diminta  mengumpulkan alat tulis untuk dibawa ke paranormal.</p>
<p>&#8220;Kita melakukan ritual kodrat dan batin. Untuk ritual kodrat dengan  belajar. Sedangkan ritual batin kita mengajak siswa berziarah ke makam  sesepuh dan membawa alat tulis ke kyai untuk dimintakan doa,&#8221; kata  Afandi, Kepala Sekolah MTS Hasyim Asya&#8217;ri Pandawangi Malang kepada  wartawan usai menggelar istiqozah dan solat hajat di Masjid Jami  Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (25/3/2010).</p>
<p>Afandi, mengaku membawa alat tulis kepada orang ngerti atau paranormal  untuk membantu para siswa dalam menghadapi UN. &#8220;Ini sebagai upaya kami  agar para siswa dapat lulus semua,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Semua alat tulis milik para siswa yang dikumpulkan para guru langsung  dibawa menuju Pulau Madura. Di pulau garam tersebut, para guru meminta  bantuan paranormal agar memberi doa pada seluruh pensil milik siswa.</p>
<p>&#8220;Alat tulis atau pensil kami bawa ke Madura. Nantinya kami juga membawa  pulang air yang sudah didoakan untuk diminumkan kepada para siswa,&#8221;  ujarnya.</p>
<p>Dalam istiqozah tersebut para siswa juga didampingi para orang tua serta  guru. Dengan khusuk, mereka memanjatkan doa untuk kelancaran menghadapi  UN.</p>
<p>(bdh/bdh)</p>
<p><a href="http://surabaya.detik..com/read/2010/03/25/185202/1325591/475/berharap-lulus-un-pensil-siswa-dibawa-ke-paranormal">sumber berita</a></p>
<p>======================================================================</p>
<p>ada beberapa yang harus diperhatikan :</p>
<ol>
<li>mau didoain kek, mau pensilnya dikubur di kuburan leluhur kek, mau pensilnya dikasih aji-ajian kek, kalau pensil yang dipake bukan pensil 2B mah gimana mau lulus <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>kalau paranormalnya bisa bikin pensil kayak gitu, gw yakin si paranormal minimal udah ada gelar s3 <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</li>
<li>berharap si pensil akan bergerak sendiri dan melingkari jawaban yang benar adalah <span style="color: #ff0000;">totally epic fail!</span></li>
<li>coba gw tau lebih dulu, nulis tugas akhir atau skripsi tinggal ke paranormal aja</li>
</ol>
<p>yeahhh&#8230; ini indonesia kita bung! <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/ayo-berargumentasi/berharap-lulus-un-pensil-siswa-dibawa-ke-paranormal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hey! Matikan Dulu Handphone-mu!</title>
		<link>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/hey-matikan-dulu-handphone-mu/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/hey-matikan-dulu-handphone-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 00:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[my (extra)ordinary life]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan awal : Seberapa besar internet dan handphone telah mengubah hidup kita? Saya jawab dengan tegas, sanggaatttttttt besarrrr&#8230;. Kita yang dulu dalam membina silaturahmi selalu bermasalah dengan jarak. Yep,  jarak. Dulu kita untuk menanyakan &#8220;hai apa kabar&#8221; saja, harus menunggu berbulan-bulan. Menunggu bapak-bapak dengan seragam oranye mengantarkan surat untuk kita. Kemudian, masalah jarak tersebut sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="width: 300px; border: 1px solid #ccc; padding: 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3324/3215839106_2cdee73312.jpg" alt="chat with monkey" /></p>
<p><strong>Pertanyaan awal :</strong></p>
<p><strong>Seberapa besar internet dan handphone telah mengubah hidup kita?</strong></p>
<p>Saya jawab dengan tegas, sanggaatttttttt besarrrr&#8230;.</p>
<p>Kita yang dulu dalam membina silaturahmi selalu bermasalah dengan jarak. Yep,  jarak. Dulu kita untuk menanyakan &#8220;hai apa kabar&#8221; saja, harus menunggu berbulan-bulan. Menunggu bapak-bapak dengan seragam oranye mengantarkan surat untuk kita.</p>
<p>Kemudian, masalah jarak tersebut sedikit demi sedikit sudah bisa ditangani. Revolusi menanyakan &#8220;hai apa kabar&#8221; berkembang pesat. Untuk menanyakan kabar, cukup sekali seminggu, dari balik bilik telepon wartel interlokal.</p>
<p>Lanjut lagi hingga sekarang, untuk menanyakan kabar kita hanya butuh beberapa detik saja. Teknologi real time chatting sudah menjadi hal yang mudah didapat oleh kita. Kita bertanya &#8220;apa kabar&#8221;, dan kalau orang disana sedang <em>online</em> dan mau menjawab, cukup hanya dalam hitungan beberapa detik saja dia akan menjawab &#8220;apa kabar&#8221; kita.</p>
<p><strong>Pertanyaan berikutnya :</strong></p>
<p><strong>Bermasalahkah kita dengan teknologi itu?</strong></p>
<p>Saya yakin mayoritas orang akan menjawab, &#8220;oh tidakkk!! ini sangat membantu sekali&#8221;</p>
<p>Well&#8230; saya pun dengan jujur berkata bahwa kemajuan teknologi ini benar-benar membantu saya sekali yang apalagi bidang pekerjaan saya memang di situ. Mungkin, hampir 80% hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya adalah hasil tanpa tatap muka akibat teknologi real time chatting ini.</p>
<p>Saya yang awalnya sangat suka dengan kehidupan ini benar-benar memuji pergeseran kehidupan sosial kita. Kita sudah tidak terikat jarak lagi, kita bisa memangkas waktu dan biaya, kita sangat efisien, kita bisa berbicara dengan orang dari balik bumi dengan hanya waktu hitungan detik, dan kita-lain-lain-nya.<span id="more-332"></span></p>
<p>Saya terbawa arus. Saya membeli smartphone yang saya harap benar-benar mendukung kehidupan mobile saya. Ya memang, kalau bisa dibilang benar-benar sangat mendukung. Email dari klien bisa dengan cepat saya balas tanpa harus menunggu laptop mencari sinyal <em>wifi</em> atau jauh-jauh ke warnet. Saya dengan jarak yang bisa saya tebas, hidup dalam teknologi itu.</p>
<p>Well.. not bad memang.</p>
<p>Tapi akhir-akhir ini saya merasakan suatu &#8220;kesendirian&#8221;. Saya merasakan sebuah dunia &#8220;semu&#8221; dalam hidup saya.</p>
<p>Pernahkah anda kesal, ketika lawan bicara anda lebih tertarik pada handphonenya hanya gara-gara ada teman yang update status facebooknya, dia tidak mengindahkan anda sebagai lawan bicaranya yang saat itu berada di depannya?</p>
<p>Pernahkah anda sinis dengan teknologi ini, ketika anda dalam satu ruangan yang penuh, tapi setiap orang di dalamnya sibuk membalas <em>chatting</em> temannya yang jauh disana. Padahal orang-orang di dalam ruangan tersebut tidak bisu dan tuli, mereka bisa diajak bicara dan bisa mendengar! Anda hanya duduk sendiri sambil bertanya basa-basi dan mereka kembali fokus dengan layar handphonenya.</p>
<p>Saya cukup sedih dengan keadaan ini. Kita merasa terasing padahal kita hidup di dalam keramaian.</p>
<p>Saya berjanji dengan diri saya, saya akan men-<em>silent</em> handphone saya ketika saya sedang berbicara dengan orang lain. Saya akan menomor-duakan kehidupan maya saya. Saya akan lebih menghargai lawan bicara saya. Karena saya tidak ingin merasakan lagi kehidupan &#8220;semu&#8221;.</p>
<p>Saya bisa berbicara dan mendengar, saya tidak tuli dan bisu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/hey-matikan-dulu-handphone-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berikan Aku Tanda</title>
		<link>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/berikan-aku-tanda/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/berikan-aku-tanda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 21:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada jarak seribu langkah di antara kita, Kamu cukup maju satu langkah dulu, Sembilan ratus sembilan puluh sembilan langkah sisanya, cukup aku sendiri yang menyelesaikan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>Jika ada jarak seribu langkah di antara kita,</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Kamu cukup maju satu langkah dulu,</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Sembilan ratus sembilan puluh sembilan langkah sisanya, cukup aku sendiri yang menyelesaikan</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="width: 250px; padding: 5px; border: 1px solid #ccc;" src="http://farm4.static.flickr.com/3108/2691944575_37d229f7ba.jpg" alt="footstep" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/peka-berfikir-rasakan/berikan-aku-tanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk mama</title>
		<link>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/untuk-mama/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/untuk-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 18:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peka, Berfikir, Rasakan]]></category>
		<category><![CDATA[my (extra)ordinary life]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Untuk sesaat waktu, saya ingin sekali mengenalkan mama saya. Yup, orang yang telah melahirkan saya ke dunia ini, orang yang telah melindungi saya selama 9 bulan di dalam kandungannya dan juga orang yang telah membesarkan dan mendidik saya hampir 24 tahun ini. Pendidikan mama saya? Mama cuman seorang tamatan SD yang pernah tidak naik kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 5px; border: 1px solid #ccc; width: 200px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2232/2202951697_e84123d98a.jpg" alt="mom" /> Untuk sesaat waktu, saya ingin sekali mengenalkan mama saya. Yup, orang yang telah melahirkan saya ke dunia ini, orang yang telah melindungi saya selama 9 bulan di dalam kandungannya dan juga orang yang telah membesarkan dan mendidik saya hampir 24 tahun ini.</p>
<p>Pendidikan mama saya? Mama cuman seorang tamatan SD yang pernah tidak naik kelas dua kali. Ya memang, si mama dengan ukuran pendidikan formal bisa dibilang sangat rendah sekali.</p>
<p>Tapi untuk urusan negosiasi, insting bisnis, membaca keadaan dan peluang, saya dengan bangga menyebutkan mama saya jagonya.</p>
<p>Saya pernah mendengar cerita dari abang saya sewaktu mereka kecil dulu, si mama ternyata pernah jualan kacang rebus di pasar. Weee&#8230; saya tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya, karena yang saya tahu hanya keadaan kami sekarang yang bisa dibilang sudah berkecukupan bahkan bisa dibilang lebih.</p>
<p>Mama memang seorang wanita yang tangguh tapi juga lembut. Walau mama punya usaha tapi mama tidak pernah lupa tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan seorang istri. Mama masih tahu posisinya kalau papa yang punya tugas utama sebagai pencari nafkah keluarga. Mama tidak pernah merasa angkuh di depan papa.<span id="more-286"></span></p>
<p>Dalam usahanya, sudah tentu mama sering mengalami jatuh dan hebatnya si mama tidak pernah ragu untuk bangkit. Dari usaha satu ke usaha lain, terus bangkit. Dari awalnya jual kacang rebus di pasar hingga pernah punya pabrik rotan dan usaha export hingga sekarang memiliki usaha di sulawesi sana. Semua mama yang mengembangkan, yup.. seorang yang cuman tamatan SD dan pernah tidak naik kelas dua kali, bisa membawahi pegawai-pegawainya yang bisa dijamin pendidikannya lebih tinggi. Walau begitu mama tidak pernah lupa memperhatikan pendidikan kami. Contoh yang masih saya ingat dalam-dalam adalah ketika saya SD, kalau ulangan harian saya bisa dapat 10 otomatis uang jajan saya hari itu dikasih lebih, hehehehe.</p>
<p>Mama saya yang mengenalkan saya buku dan juga menyemangati saya terus membaca buku. Masih ingat dalam ingatan saya ketika akan operasi pengangkatan kelenjar di bawah leher, si mama terus menemani saya. Mama tahu saya ketakutan dan dari situ mama coba menghibur saya dengan cara &#8220;nanti arif mau beli komik gak?&#8221;, saya langsung dengan senang hati bilang iya plus pake nawar &#8220;beli 3 yah mah&#8221;, si mama bilang &#8220;iya dehhh..&#8221;.</p>
<p>Mama yang mengajak saya dengan antusias ketika dulu di mesjid istiqlal ada pameran buku besar-besaran. Mama yang selalu mengantar saya ke toko buku ketika saya ingin ke mall.</p>
<p>Itu mama saya..</p>
<p>Mama yang umurnya sudah hampir enam puluh tahun tapi masih dalam keadaan bugar. Mama yang rajin olahraga setiap hari. Mama yang tidak kerasaan kalau di rumah hanya diam saja. Mama yang hebat sekali dalam menjaga makanannya. Mama yang umurnya bisa dibilang hampir lanjut usia, namun masih kuat pulang pergi sulawesi &#8211; jawa, masuk ke pedalaman-pedalaman, tinggal di sebuah pondokan yang listriknya bisa dihitung berapa jam akan nyala, off road melewati lumpur-lumpur, menerobos hutan-hutan dan tidak pernah mengeluh. Memang mama yang tangguh. Pulang dari sulawesi sana, sudah disiapkannya cerita-cerita bagaimana mama berpetualang, hehehehe.. si mama memang pintar untuk membuat iri saya.</p>
<p>Untuk urusan agama&#8230; mamalah yang paling jago sekeluarga. Mama yang memenuhi sebuah lemari dengan tafsir-tafsir al-quran dan berbagai kajian keagamaan lainnya. Mama yang terus tidak lupa menyuruh kami untuk sholat berjamaah di mesjid. Mama yang mengajari saya dulu mengaji sehabis magrib dan tidak lupa memberi saya uang lima ratus rupiah usai mengaji. Hehehehe&#8230; mungkin terdengar matre, tapi menurut saya mujarab tuh <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Mama yang terus mendoakan kami agar kami tidak lupa untuk ke mesjid.</p>
<p>Itulah mama saya&#8230;</p>
<p>Mama yang memeluk saya sambil menangis ketika saya akan berangkat untuk tes uji sma taruna di magelang walau akhirnya gagal.</p>
<p>Mama yang matanya berlinang ketika melihat saya pergi dari rumah untuk melanjutkan kuliah di Jogja.</p>
<p>Mama yang langsung memeluk saya ketika saya hampir ditabrak.</p>
<p>Mama yang selalu berpenampilan sederhana dan tidak bermewah-mewahan. Hpnya saja hanya nokia tipe 1000an yang hampir lebih dari lima tahun, yang menurutnya asal bisa dipakai telpon dan sms serta tombolnya besar-besar.</p>
<p>Mama yang kuat jalan kaki berjam-jam, menelusuri sawah-sawah dan mendaki bukit.</p>
<p>Mama yang menjadi tempat saya bercerita masalah apapun.</p>
<p>Mama yang memberikan saran kepada saya ketika saya menghadapi masalah dalam usaha. Berkesan sekali&#8230; karena sarannya benar-benar bermanfaat malah memberikan hasil yang lebih</p>
<p>Mama yang selalu memberikan saya nasihat dalam memilih calon pendamping hidup saya tapi selalu memberikan saya kesempatan untuk mencari sendiri.</p>
<p>Ma, mama adalah pintu surgaku&#8230; I love you ma</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/untuk-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
