Ada yang pernah baca The Secret, Law of Attraction, Quantum Ikhlas atau The Miracle of Zona Ikhlas? Yang pernah baca pasti tahu yang namanya sugesti, afirmasi dan visualisasi. Well.. saya disini hanya ingin menceritakan pengalaman saya tentang Law of Attraction (LoA) ketika saya masih duduk di bangku SMP dulu. Yah.. saya tahu, dulu saya belum kenal apa itu LoA. Entah kenapa barusan saya kepikiran pengalaman saya ini.
Dulu ketika saya kelas satu SMP adalah booming-boomingnya console Playstation. Saya dan abang-abang saya adalah tukang main game kelas berat yang suka mengkoleksi console-console game sejak dari jamannya nintendo *dulu loh yah.. sekarang mah bisa dibilang sudah hilang predikat itu. Saya ingin sekali PS1 karena menurut saya selain game-gamenya keren, harganya per gamenya pun sangat murah. Kemudian papa saya menjanjikan akan membelikan PS1 kalau saya bisa meraih rangking satu. Oke saya sanggup.
Ketika menerima raport cawu 1 ( dulu masih menggunakan sistem cawu ) akhirnya saya dapat juga peringkat satu di kelas. Alhamdulillah. Langsung saya tagih janji si papa. Eee.. ternyata tidak dikabulkan. Papa khawatir rangking saya akan jatuh kalau dibelikan PS1. Alasannya nanti malah sering main game. Akhirnya persyaratan diganti, harus bisa rangking satu tiga cawu berturut-turut. Oke, siapa takut. Saya sanggupi persyaratan itu.
Tapi…. anehnya, saya benar-benar ikhlas saat itu. Saya tidak menggurutu atau dongkol. Malah saya jadikan sebagai tantangan walau sumpah, saya sangat-sangat menginginkan PS1. Sejak saat itu yang saya lakukan adalah setiap dua minggu sekali saya beli majalah-majalah review game seperti HOTGAME dan lain-lain. Saya baca game-game PS1 apa saja yang bagus, terus walkthroughnya seperti apa dan lain-lain. Bahkan yang lucunya malah saya sudah beli dulu CD gamenya, lucu kan? Consolenya saja belum punya, tapi udah beli dulu CDnya. CD gamenya saya pajang di tumpukan VCD-VCD yang setiap pulang sekolah saya lihat.
Setiap saya baca majalah review game, yang ada pada perasaan saya adalah “wah.. pasti maen game ini seru nih”, “wah.. kalo yang ini pasti gamenya horor abis” dll dll. Saya merasa bahwa saya sedang bermain game itu.
Menurut anda, pasti konyol kan? Punya PS-nya aja tidak, tapi membayangkan seperti sudah punya.
Akhirnya, Pembagian raport cawu 2. Alhamdulillah saya dapat lagi rangking satu. Dan… klimaksnya ketika pembagian raport cawu 3. Tebak saudara-saudara, saya dapat rangking satu untuk tiga cawu berturut-turut. Saya dan orang tua saya setelah selesai mengambil raport langsung berangkat ke Bandung untuk membeli Playstation yang saya sudah damba-dambakan.
Hehehehe.. Law of Attraction benar-benar bekerja loh. Dan tentu hasilnya lebih dari yang saya inginkan. Saya hanya menginginkan Playstation tapi yang saya dapat adalah tentunya Playstation dan ranking satu untuk tiga cawu berturut-turut
.
Keren kan?
Dari pengalaman saya di atas, kita bisa ambil tiga pokok utama dalam LoA. Yaitu :
1). Sugesti. Sugesti saya adalah menyanggupi persyaratan papa kalau saya harus bisa ranking satu, bukan hanya untuk satu cawu tapi tiga cawu berturut-turut. Saya yakin saya mampu. Jujur, ketika saya SD, saya hanya tergolong siswa yang sedang-sedang saja. Masuk sepuluh besar sih, tapi tidak pernah masuk tiga besar dan saya masuk ke sebuah SMP negeri yang cukup terkenal di kota saya. Awal masuk saja saya tidak membayangkan akan mendapat rangking satu.
2). Afirmasi. Perasaan seolah-olah sudah memiliki apa yang kita inginkan. Yep! Walau saya belum memiliki Playstation, saya sudah beli majalah-majalah review dan CD gamenya.
3). Visualisasi. Bayangkan anda telah memiliki apa yang anda inginkan dan ikut campurkan perasaan anda ketika membayangkan hal itu. Saya membayangkan ketika saya memainkan game-game yang seru, dan saya senang sekali.
Jadi.. LoA itu ada. Sugesti, Afirmasi dan Visualisasikan apapun yang anda mau. Ikhlas dan pasrahkan semuanya. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana caranya, karena jalan untuk mencapainya akan ditunjukkan olehNya. Bahkan secara science, ini semua bisa dibuktikan loh
.
Seperti its beginning to get me-nya Snow Patrol : I only need the compass that you gave me to guide me on.
Atau, dreams-nya the cranberries : I want more, impossible to ignore, Impossible to ignore. They’ll come true, impossible not to do, Impossible not to do
Kita berharap, biar Tuhan yang menunjukkan jalannya.
Selamat memiliki keinginan
Percayalah, Tuhan itu seperti apa yang kita bayangkan
PS : Ahh.. saya menulis ini sambil gemetar


Tahukah kamu, bahwa kita semua ini satu?
Akhir-akhir ini saya sedang mempelajari hal baru, keywordnya adalah meditasi, alpha, theta, brainwave, positive feeling dan keinginan. Saya menikmati hal baru ini, seolah-olah saya seperti anak kecil yang ditemukan dengan mainan baru.
Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan artikel yang cukup menarik. Dalam artikel tersebut menceritakan bahwa tidak selamanya berpikir positif itu baik. Waw… saya cukup kaget juga dengan artikel itu. Karena yang kita tahu selama ini adalah harusnya berpikir positif dalam setiap keadaan. Ternyata tidak juga tuh.
buat yang bukan anak kaskus, mungkin nanya “fight club ntu apaan? film jadul ntu bukan?”.
SAPARDI DJOKO DAMONO, hm… tau puisinya dari mana wan? gw punya buku “apresiasi puisi” karangan prof. herman j. waluyo yang gw punya dari jaman sma, inget dulu ditugasin neliti puisi ma bu mae ( halo bu mae, kangen sama kekonyolan ibu). tertarik ma puisi, trus ke gramedia, ketemu ma buku ini, pas diliat, ternyata kumpulan-kumpulan puisi yang dibagi per periode, bagus banget bukunya, tiap puisi dibahas, seperti makna-maknanya.