Another Great Vacation, At Perak Island
 

cherrsss!!

12 – 14 Februari kemarin, saya, thya dan teman-teman lainnya punya acara camping di Pulau Perak, Kepulauan Seribu. Dari yang awal rencananya bakal berangkat sekitar 12 orang, menyusut jauh hingga hanya 5 orang saja. Oke, show must go on.

Saya, thya, rio dan dita berangkat dari Bekasi bersama-sama menuju Muara Angke. Di sana brim sudah menunggu di salah satu kapal yang tujuannya adalah Pulau Harapan, tempat transit kita sebelum ke Pulau Perak. Awalnya kami cukup khawatir karena tiba-tiba dapat kabar dari brim kalau kapal yang menuju Pulau Harapan sudah berangkat terlebih dahulu. Untuk perlu diketahui, pemberangkatan dari Muara Angke itu hanya dua kali sehari, yaitu pagi sekitar jam tujuh dan siang jam satu. Saat itu kami diberitahu sekitar jam setengah tujuh bahwa kapal yang akan kami tumpangi sudah berangkat, tapi Alhamdulillah, setibanya kami disana, masih ada kapal lain yang menuju Pulau Harapan.

Continue »

Bookmark and Share
Vacation on Jogja, Memory, Outdoor and Life
 

she was so happy

Tanggal 14 hingga 16 Januari kemarin, akhirnya saya bisa berlibur juga setelah mengalami beberapa minggu yang sangat hectic. Jauh-jauh hari kami ( saya dan thya ) sudah merencanakan liburan ini, mulai dari bulan oktober. Tujuan kami jogja, well.. mungkin terdengarnya biasa saja, tapi saya sudah cukup rindu dengan kota ini setelah hampir setahun meninggalkannya.

Liburan kami? jangan membayangkan kami akan ke borobudur, prambanan atau those ordinary places. Kita berdua akan caving, yeah! setelah lebih dari tiga tahun saya tidak pernah lagi merasakan kegelapan abadi itu, akhirnya kami berdua berkesempatan untuk caving bersama-sama anak ASC.

Thya berkali-kali meminta untuk bisa menjajaki luweng jomblang yang ekstrim itu, sayang, dia sama sekali belum pernah latihan teknik SRT. Apalagi saya yang sudah lebih dari tiga tahun tidak pernah menyentuh set SRT dan tali kermantle itu. Next target ya nek. Akhirnya disepakati dengan anak-anak ASC, kami memilih gua horizontal disambi dengan mengikuti pelatihan fotografi dalam gua bersama anak-anak rekrutmen baru.

Cuaca jogja sangat tidak bersahabat saat itu, hujan datangnya tidak bisa diterka. Saya sudah cukup khawatir kalau acara-acara kita di Jogja akan buyar karena hujan. Untungnya ketika pesawat yang kami tumpangi mendarat di Adi Sucipto, langit jogja sangat cerah dan saya bisa sedikit lega.

Continue »

Bookmark and Share
Mahameru
 

Menindaklanjuti posting yang sebelumnya “teruskanlah, nak” dan menindaklanjuti impian saya untuk muncak Mahameru, saya tuliskan beberapa informasi tentang mahameru. (Lebih tepatnya saya sedang sakau mahameru)

semeru batuk-batuk

gunung semeru (source)

Mahameru merupakan puncak dari gunung semeru. Untuk bisa ke gunung semeru, untuk yang dari arah barat seperti Jakarta dan kota-kota lain harus ke Malang terlebih dahulu. Untuk transportasi ke Malang sebenarnya terdapat banyak pilihan seperti bus atau kereta api. Untuk kereta api sendiri ada dua pilihan, Gajayana untuk kelas eksekutif dan Matarmaja untuk kelas ekonomi. Saya sendiri sih untuk pergi ke sana inginnya menggunakan Matarmaja, ingin sekali saya resapi setiap tulisan yang ada di dalam cerita 5cm. Harga tiketnya sendiri bagai bumi dan langit, untuk Gajayana sekitar Rp. 300.000 dan Matarmaja sekitar Rp. 50.000. Lama perjalanan dari Jakarta – Malang dengan menggunakan Matarmaja sekitar 19 jam, sedangkan Gajayana sekitar 14 jam.

stasiun kereta malang

stasiun kereta api malang ( source )

Setelah sampai di stasiun kereta, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan kota yang berwarna biru jurusang Gadang – Arjosari. Kemudian dari Arjosari dilanjutkan lagi dengan angkutan kota menuju Tumpang. Jika muatan kita banyak, lebih baik disarankan agar angkotnya dicarter saja.

Sesampai di Tumpang, disini kita akan menumpangi jeep. Kita bisa carter atau menunggu jeep tersebut penuh hingga 15 orang. Dari Tumpang, dengan perjalanan menggunakan jeep menuju Ranu Pani, pos pendaftaran sebelum start mendaki semeru. Perjalanan dari Tumpang ke Ranu Pani sendiri sudah dimanjakan dengan pemandangan yang indah.

perjalanan tumpang ke ranu pani

pemandangan dari Tumpang ke Ranu Pani ( source )

perjalanan dengan jeep

perjalanan dengan jeep ( source )

Di Ranu Pani terdapat pos pendaftaran. Kalau tidak salah syarat-syarat pendaftarannya adalah foto copy KTP dan sejumlah uang untuk registrasi. Dan kalau tidak salah dengar, akhir-akhir juga dibutuhkan surat keterangan sehat dari dokter. Oh iya, satu hal yang harus anda lakukan sebelum ke sini adalah memastikan dahulu, apakah semeru sedang diperbolehkan untuk didaki atau tidak karena tidak lucu juga kalau sudah jauh-jauh datang ternyata sedang tidak boleh didaki. Dan informasi yang saya dapat, ada tanda tangan di atas materai bahwa pihak penjaga telah memperingati maksimal pendakian hanya sampai Kalimati saja, tidak sampai puncak. Well… sebenarnya sih boleh-boleh saja mendaki sampai puncak, tapi kita juga bisa memaklumi ketika para penjaga diminta pertanggungjawabannya ketika ada masalah di puncak. Saya rasa wajar-wajar saja. Toh dari awal kita sudah tahu kapasitas diri kita seperti apa.

pos pendaftaran ranupani ( source )

Setelah pendaftaran di Ranu Pani, di sinilah start awal pendakian gunung semeru. Siapkan tenaga, mental dan impianmu. Mahameru, kami datang.

rute perjalanan semeru;

rute perjalanan mahameru ( source )

Untuk pos pertama, bisa dibilang Ranu Kumbolo lah pos pertamanya. Ranu Kumbolo merupakan danau indah yang terdapat di ketinggian. Di tempat ini lebih sering dijadikan camp untuk istirahat sehari, karena perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo sendiri bisa sampai enam jam.

ranu kumbolo pagi hari

ranu kumbolo, sunrise ( source )

ranu kumbolo

ranu kumbolo ( source )

Setelah bermalam di Ranu Kumbolo, saatnya menuju Oro-Oro Ombo. Dari Ranu Kumbolo, kita akan dihadapan sebuah tanjakan legendaris yaitu Tanjakan Cinta. Ada mitos yang mengatakan apabila kita bisa menyelesaikan tanjakan itu tanpa pernah berhenti, tanpa melihat ke belakang dan selalu membayangkan pasangan yang kita impikan, pasti dia akan menjadi milik kita. Ahh.. entahlah, saya sendiri tidak tahu itu benar apa tidak :D , tapi setahu saya tanjakan dengan jarak 30 meter dan kecuraman sekitar 30 derajat ini mengajarkan kita untuk teguh pendirian dan tidak melihat masa lalu. Sepertinya sih…

Continue »

Bookmark and Share
Hacienda San Pablo
 

hacienda san pabloDulu di dalam benak saya tentang Pare dulu adalah sebuah kampung yang benar-benar masih alami, yang belum terlalu tersentuh modernisasi. Ternyata, setelah beberapa hari saya tinggal di Pare, menurut saya tidak berbeda jauh dengan kampung mahasiswa di perkotaan namun yang jelas jauh lebih asri dan alami di sini.

Suatu hari, Miss Isa mengajak saya dan teman kelas saya hang out di sebuah tempat yang bernama Bali House atau Hacienda San Pablo. Wew.. nama yang kebarat-baratan. Dalam benak saya, tempatnya adalah sebuah kafe yang disesaki asap rokok dan minuman keras. Hmm.. tapi tidak mungkin, karena kegiatan agama di Kampung Pare ini sangat sering dan tentu pengetahuan agamanya lebih kuat. Oke deh.. kami beramai-ramai ke sana.

Tiba di suatu gang, yang dipinggirnya disesaki oleh sepeda-sepeda onthel, rupanya kafe itu agak masuk ke dalam. Begitu saya masuk ke dalam gang, melewati beberapa rumah penduduk… wew…. tempatnya nyaman sekali. Konsepnya mirip garden party namun lebih ke Indonesia. Ada aliran sungai dan sekumpulan pohon bambu yang ketika angin bertiup, daun-daunnya saling bergesekan dan menimbulkan bunyi yang merdu. Kita bisa makan sambil lesehan atau duduk di kursi. Bahkan ketika malam, suasana romantis di tempat ini sangat terasa. Lilin-lilin dinyalakan di setiap meja.

Di sebelah selatan merupakan sekumpulan kamar yang disewakan kepada pendatang. Kamar-kamarnya saja cukup mewah. Dan di sebelah timur, terdapat satu kamar yang cukup besar yang didalamnya terdapat home theater yang bisa kita sewa dengan biaya yang sangat murah. Di dalam ruang home theater ini disetting sangat nyaman. Terdapat kolam kecil di depan set home theaternya, penerangan yang tidak menyilaukan dan sofa serta bantal agar kita nyaman ketika menonton.

Untuk makanan dan minumannya pun tergolong murah sehingga tempat ini selalu ramai dikunjungi ketika program sudah selesai. Tak jarang orang-orang yang datang ke sini betah berjam-jam entah hanya mengobrol atau bermain kartu. Selain itu yang paling saya suka adalah selera musik sang pemilik, Mr Masrur, yang jazzy. Beliau suka menyetel musik-musik jazz dengan sayup-sayup. Ahhh… you have a good taste, mister.

Pemiliknya adalah seorang mantan guide turis di Bali yang sangat-sangat ramah. Bahkan ketika saya coba berbincang-bincang dengan bahasa inggris dengan beliau, beliau sempat-sempatnya memperbaiki perkataan saya. Beberapa jam saja beliau sudah mengingat nama saya.

Ahhh.. saya ingin ke sini lagi nanti :D .

Bookmark and Share
Mencari Sesuap Nasi Padang di Pare
 

Seminggu saya hidup di Pare, sudah tentu saya harus beradaptasi baik dengan lingkungan maupun masyarakatnya. Tapi yang menurut saya paling berat adalah adaptasi dengan selera makan. Lima hari pertama saja saya hanya bisa makan sehari sekali, baru besoknya saya bisa makan untuk malamnya, dan itu hanya nasi goreng. Nasi goreng lagi.. nasi goreng lagi. Dan terbukti sudah, beberapa hari kemudian saya sariawan.

Saya agak sulit beradaptasi dengan selera makan orang asli di sini. Ya.. sebagai lidah orang sumatra yang lebih memilih nasi yang agak keras, di sini saya dihadapkan dengan nasi yang agak-agak lembek. Nasi tim bukan… nasi biasa bukan.. Apalagi kalau nasinya diberi kuah sayur.. brrrr…. menyentuhnya saja saya tidak mau. Alhasil.. setiap saya makan di warung, saya tidak pernah pakai sayur. Hanya karena tidak mau memakan nasi lembek. Belum dengan lauk pauknya yang menurut saya kurang spicy. Ugh…

Seminggu saya hidup di sana, perut saya sudah menginginkan nasi padang. Saya ingin bumbu rendang, saya ingin sambal hijau, saya ingin kuah gulai… ARGHH!!!!!

Hari minggu tidak ada program. Saya sudah berniat untuk menjelajah kota Pare. Berangkatlah saya dengan sepeda onthel. Sekali lagi, SEPEDA ONTHEL. Berikut napak tilas perjalanan saya mencari sesuap nasi padang.

klik gambar untuk lebih jelas

Saya memulai perjalan dari office dan berakhir juga di tempat tersebut. Perjalanan saya hingga memutari jalan utama kota Pare dan hasilnya adalah NIHIL. Innalilahi roji’un… tidak ada satupun warung nasi padang selama perjalanan saya. Dan anda-anda semua bisa membayangkan, berapa kilometer yang sudah saya tempuh untuk mencari nasi padang?!!! Serta untuk menambah dramatisnya perjuangan saya, saya hanya menggunakan sepeda onthel. Keren kan? Ketemu nggak.. laper iya nambah parah..

Apakah saya sudah bertanya dengan warga aslinya di mana warung nasi padang? Ohhhh!!! Sudah!! Sayangnya dijawab dengan menggunakan bahasa jawa yang saya sendiri tidak mengerti. Yang saya tangkap dari jawaban itu adalah “Kulon.. Wetan.. Ngisor”… ahh.. sudahlah…

Berangkat jam 9, dan sampai di office jam 11. Saya leyeh-leyeh dulu di sana. Saya smsin Miss Isa,

“Miss Isa, would you like to tell me where i can find some padang food?”. Treng.. dibalas

“Weee.. Nothing! I Haven’t known yet!“. pupus harapanku satu. Ahh.. tidak.. saya masih yakin.. Kalau keinginan saya ditanam kuat-kuat dan saya ikhlas, pasti terkabul.

Saya lihat ada Mr. X dan Mr. Y di office.

Mister.. di sini ada yang jual nasi padang gak sih? Aku udah keliling kota Pare gak nemu satupun”, tanya saya ke Mr. X.

“Masa? Ada kok, di samping kantor polisi. Kamu ke kota naik apa? Motor?”

“Kagak, ntu naik sepeda”

“Gokil! gila kamu?! Eh pengen padang yah?! Yuk yuk yuk, aku juga pengen”,

“Ehh!! Pengen padang yah? Gw juga pengen nih!”, timpal Mr. Y

Alhamdulillah.. akhirnyaaa :D . Dan alhamdulillah lainnya, kita ke sana tidak naik sepeda lagi, tapi motor.

#####################################

Mr. Y makan dengan lahapnya. Mr. X dengan rakusnya meminta porsi lebih. Setiap nasi padang yang masuk ke dalam kerongkongan saya, rasanya seperti surga. Lebay? Ah.. nggak, sumpah.. itu rasanya seperti nasi padang yang paling nikmat sepanjang hidup saya karena saya mendapatkannya dengan perjuangan, dengan setiap keringat yang jatuh akibat menggenjot sepeda onthel.

Perut kenyang… dan sesi obrolan santai pun dimulai

“Ahh.. senang gw.. masa tadi bangun-bangun dapat rezeki nomplok sejuta”, kata Mr. Y.

“Nahh.. beneran nih, kita makan dibayarin kan bro?”, timpal Mr. X.

“Santaiiii!!!! Gw bayarin semuaaa!”. Waw… benar-benar rezeki buat saya. Makan nikmat, gratis pulak!

“Wah.. ada apaan nih mas?”, tanya saya dengan senyum sumringah.

“Baru dapat rezeki gara-gara bola tadi malam. Padahal nonton aja nggak.. ehhh tadi pagi dibangunin, tiba-tiba ada aja sejuta”.

“Wow.. gila! Kok bisa gitu mas?! Ikutan kuis?”

“Ahahahaha.. nggak lah”, jawab Mr. Y sambil melihat saya sambil senyam-senyum.

Ohh.. ya sudahlah. Saya tidak bisa berpikir panjang karena perut saya sudah kenyang. Mau mikir juga udah alot.

……………..

……………..

……………..

TEOOOOOOOT!

Dapat duit dari hasil pertandingan bola….. tapi bukan gara-gara kuis….

…………….

JRENG!!!!

Innalilahi wa innalilahi roji’un. Astagfirulloh… Gila.. saya makan nasi padang, dibayarin dari uang hasil “itu”?!

ADDDUHHH!!!!!!!!

Sumpah.. perut memang kenyang.. tapi pikiran tidak tenang. Saya tidak mau darah dan daging hasil makanan tadi menjadi haram. Oh.. ya Allah… Sampai di office, saya langsung cabut dengan sepeda onthel.. Berharap saya bertemu dengan pengemis, ingin sekali uang yang saya rencanakan untuk makan tadi saya berikan kepada mereka. Astagfirullah….

#########################

Besoknya, ketika saya ada program di office, saya bertemu dengan Mr. X.

“Hey wan!! Padang lagi yukkss!!”

Saya hanya menjawab iya dan saya langsung kabur…

Bookmark and Share
Welcome to Pare ( Chapter Two )
 

SELAMAT DATANG DI KAMPUNG INGGRIS, PARE, KEDIRI

english area, dont speak alien

Bahkan di beberapa tempat, terdapat peringatan seperti only monkey who doesnt speak english. Serta untuk program camp mewajibkan setiap penghuninya untuk berbahasa inggris selama 24 jam, apabila ada ucapan bahasa indonesia atau bahasa daerah maka akan mendapatkan punishment.

Teman kelas speaking saya, Ahmad, yang terdapat pada foto diatas. Sepeda merupakan kendaraan transportasi yang jamak di gunakan di Pare. Dengan modal Rp. 50.000 serta jaminan KTP, anda bisa menyewa sepeda onthel untuk satu bulan.

suasana kelas basic pronunciation

Di Pare terdapat kurang lebih sekitar 40 english courses. Dari yang kelasnya di dalam gedung hingga yang menyatu dengan alam seperti kelas basic pronunciation yang saya ikuti di atas. Well, ternyata saya baru tahu kalau cara pengucapan bahasa inggris yang paling benar dan baik adalah dengan caranya si Cinta Laura dan ternyata yang kita pelajari di sekolah dan di kampus banyak sekali kesalahannya seperti pencampuradukan america style dan british style. Dengan belajar pronunciation selama dua hari saja sudah cukup menyiksa leher dan tenggorokan. Jadi siapkan vitamin c sebanyak-banyaknya jika anda ingin mengikuti kelas ini.

hang out dengan teman-teman kelas speaking

Isn’t it lovely?

Pare, sebuah kampung yang masih asri dan setiap penduduknya pun ramah. Menurut saya, belajar bahasa inggris di Pare jauh lebih baik dibandingkan mengikuti kursus-kursus atau lembaga yang menurut saya menang di bonafitnya saja. Di sini juga kita diajarkan kesederhaan dan kebersamaan. Itu yang saya suka.

So… kalau kalian punya waktu, luangkan waktu kalian kesini. Percaya deh.. teman saya saja yang benar-benar tidak bisa bahasa inggris, hanya dalam waktu empat hari untuk kepercayaan diri dan speakingnya saja sudah lumayan. Biaya? jauh-jauh lebih murah dibandingkan di kota lain. Banyak orang jauh-jauh datang ke sini, contohnya adalah sebelah kamar saya ditempati orang timor leste yang jauh-jauh dari negaranya datang kesini untuk belajar bahasa inggris.

Ayo, jangan ragu untuk datang ke Pare yang menawarkan pengalaman tak terlupakan. :)

PS : bersyukurlah sinyal 3G telkomsel bisa sampai ke kampung Pare :D . Flash saya masih bisa diandalkan. So.. now i’m truly a  post modern man, can work everywhere :D

Bookmark and Share
Pare – Kediri (Chapter One)
 

Now, i stay in pare, Kediri, and i have stories about this place.

And you know? There are a lot of interesting things!!!

I’ll write here, later :)

arc de triomphe kediri

“Arc de Triomphe”nya Kediri

Selamat Datang di Kediri

Bookmark and Share
earl klugh : heart strings | speechless, saking bagusnya
 

barusan ngedownload earl klugh yang heart strings, mata gw langsung tertuju ma satu lagu yang titlenya spanish night. good…

jadi inget pas gw maen ke thread backpacker di kaskus, ada anak yang ngebackpacking ke spanyol, ke maroko pokoknya ke kawasan eropa barat gitu deh, khususnya yang latin (emang maroko masuk eropa wan? :hammer:). ada foto-fotonya, asli! bikin gw ngiler banget!

pokoknya ni instrument mengimajinasikan keadaan di sana, apalagi dibantu dengan image yang udah gw liat…

ughh.. menjelajahi dunia luas ini adalah salah satu impian terpendam gw! sayang banget kalo dunia yang diciptakan luas begini, kita hanya hidup di ruang lingkup yang sempit… sayang sekali…

liat aja foto2nya

yang ini katanya dia diajak nginep 2 hari ma penduduk lokalnya, padahal penduduk lokalnya ga bisa bahasa inggris sama sekali. btw.. ce maroko oke juga nih!

 

ni katanya ikut tur sahara…. asik sekali…

(lha kok katanya semua :-0)

backpacking? segera!! next target : sulawesi (domestik dulu lha!!) ayo wan.. boost to april!!

thread [Ask] Buat yg suka jalan2 or jadi Backpacker

mu download earl klugh yang heart springs? http://nduts.hostagig.com/files/EKHS.rar

btw, tulisan gw kayaknya ga nyambung deh.. biarlah.. lagi puyeng :-0

Bookmark and Share