<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mppersonal.com &#124;&#124; ridwan&#039;s personal site &#187; Caving Trip</title>
	<atom:link href="http://mppersonal.com/category/wind-journey/caving-trip/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mppersonal.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Aug 2011 17:21:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Vacation on Jogja, Memory, Outdoor and Life</title>
		<link>http://mppersonal.com/wind-journey/vacation-on-jogja-memory-outdoor-and-life/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/wind-journey/vacation-on-jogja-memory-outdoor-and-life/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 18:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>
		<category><![CDATA[Really Amatiyur Photograph]]></category>
		<category><![CDATA[Wind Journey]]></category>
		<category><![CDATA[beach]]></category>
		<category><![CDATA[Caving]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 14 hingga 16 Januari kemarin, akhirnya saya bisa berlibur juga setelah mengalami beberapa minggu yang sangat hectic. Jauh-jauh hari kami ( saya dan thya ) sudah merencanakan liburan ini, mulai dari bulan oktober. Tujuan kami jogja, well.. mungkin terdengarnya biasa saja, tapi saya sudah cukup rindu dengan kota ini setelah hampir setahun meninggalkannya. Liburan [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/wind-journey/vacation-on-jogja-memory-outdoor-and-life/' addthis:title='Vacation on Jogja, Memory, Outdoor and Life'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5292/5421956407_b6378e5a51_z.jpg" alt="she was so happy" /></p>
<p>Tanggal 14 hingga 16 Januari kemarin, akhirnya saya bisa berlibur juga setelah mengalami beberapa minggu yang sangat hectic. Jauh-jauh hari kami ( saya dan thya ) sudah merencanakan liburan ini, mulai dari bulan oktober. Tujuan kami jogja, well.. mungkin terdengarnya biasa saja, tapi saya sudah cukup rindu dengan kota ini setelah hampir setahun meninggalkannya.</p>
<p>Liburan kami? jangan membayangkan kami akan ke borobudur, prambanan atau those ordinary places. Kita berdua akan caving, yeah! setelah lebih dari tiga tahun saya tidak pernah lagi merasakan kegelapan abadi itu, akhirnya kami berdua berkesempatan untuk caving bersama-sama anak ASC.</p>
<p>Thya berkali-kali meminta untuk bisa menjajaki luweng jomblang yang ekstrim itu, sayang, dia sama sekali belum pernah latihan teknik SRT. Apalagi saya yang sudah lebih dari tiga tahun tidak pernah menyentuh set SRT dan tali kermantle itu. Next target ya nek. Akhirnya disepakati dengan anak-anak ASC, kami memilih gua horizontal disambi dengan mengikuti pelatihan fotografi dalam gua bersama anak-anak rekrutmen baru.</p>
<p>Cuaca jogja sangat tidak bersahabat saat itu, hujan datangnya tidak bisa diterka. Saya sudah cukup khawatir kalau acara-acara kita di Jogja akan buyar karena hujan. Untungnya ketika pesawat yang kami tumpangi mendarat di Adi Sucipto, langit jogja sangat cerah dan saya bisa sedikit lega.</p>
<p><span id="more-1241"></span></p>
<p>Sesampainya di Jogja, dengan motor sewaan, kami berdua menyambangi sekretariat ASC untuk acara briefing caving besok. Ahh.. kerinduan saya dengan tempat ini meluap ketika melihat palang nama organisasi caving itu terpampang di depan jalan masuk yang menyempil, dan cukup sempit karena ada motor yang diparkirkan disana. Dua tas carrier kami cukup sulit untuk bisa melewati lorong sempit itu, saya menebak-nebak apa yang ada di pikiran Thya, mungkin sepertinya dia cukup kaget melihat organisasi caving terkenal ini ternyata tempatnya menyempil. Hahahaha.. sepertinya.</p>
<p style="text-align: center;">- &#8211; - foto dihapus :p &#8211; - -</p>
<p>Malamnya kami sempat bertemu dengan <a href="http://falling-eve.blogspot.com">Mbok</a> dan <a href="http://www.shinkunsite.com/">Arie </a>. Jujur, saya cukup dikagetkan dengan kedatangan kakak ajaib saya itu. Sore sebelumnya saya mendapat telpon darinya, yang dengan tanpa dinyana dia bilang dia sudah ada di Jogja. Astaganaga&#8230; kok dadakan gini, hahahaha, ya sudah sekalian kita ketemuan dan untuk mengenalkan Thya ke kakak aneh saya itu. Malam itu kami habiskan dengan berkaraoke berempat. Seru namun ada saja yang jaim, hahahahaha, untungnya saya dengan sangat percaya diri bisa menghabiskan semua lagu dengan mantap.</p>
<p>Besoknya pagi-pagi kami berangkat bersama-sama dengan anak-anak ASC menuju Wonosari. Lima motor kami gunakan. Tanjakan-tanjakan menuju Wonosari kami lalui, beberapa kenangan terhempas dalam ingatan saya, kenangan ketika setiap malam minggu mengadakan eksplorasi gua, kenangan saat masing-masing motor membawa sejumlah tackle bag yang cukup berat, kenangan ketika lampu motor kami menembus gelapnya Wonosari. Ternyata sudah cukup lama ya..</p>
<p>Sesampainya di Gunung Kidul, hamparan bukit-bukit Karst mulai terlihat. Doline-doline* terpampang, seolah-olah membentuk aliran gelombang. Sejenak kami berhenti untuk mendaki satu bukit kemudian menaiki reservoir yang terdapat di puncak bukit dan melihat pemandangan kawasan karst, pemandangan itu masih tersimpan dalam memori saya. Hijau, bergelombang, dengan kontras warna bukit yang hijau serta birunya langit. Mas Petra, salah satu anggota ASC, memberikan pengetahuan masalah Karst, bagus juga untuk menyegarkan ingatan saya mengenai masalah karst.</p>
<p>Kami menuju basecamp untuk bersiap-siap memasuki gua yang kami tuju, Srengseng. Sebenarnya tujuan awal kami adalah gua Song Kilaf yang katanya terdapat bagian berair yang ketinggiannya bisa sampai setinggi bahu orang dewasa namun penuh dengan ornamen yang indah, sayang karena ada satu dan dua kendala, rencana itu kami batalkan. Basecamp yang kami tempati ini adalah rumah seorang Kuwu ( kepala desa ). Untuk bisa kesini, kami harus melalui jalan tanjakan yang cukup ekstrim, jangan membayangkan jalan tersebut terbuat dari aspal, ada beberapa bagiannya hanya tanah biasa yang kalau hujan turun, jalan tersebut akan menjadi genangan lumpur. Cukup menyita tenaga tapi disitulah serunya. Yang saya suka adalah tidak ada satupun keluh-kesah dari Thya, dia memang bisa diajak susah ( *haha, ketawa jahat ).</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5136/5405317602_e441438c1f_m.jpg" alt="" /> <img src="http://farm6.static.flickr.com/5176/5404713413_d23bc4ff95_m.jpg" alt="" /></p>
<p>Setelah bersiap-siap dan cek semua perlengkapan, kami menuju gua Srengseng. Ternyata gua yang kami tuju ini sekitar 10 &#8211; 15 menit dari basecamp dan itu harus kembali melalui tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim itu. Sesampainya di pintu masuk Gua, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Saya sudah cukup khawatir apakah cukup waktu untuk bisa pulang lagi ke jogja di tengah cuaca yang tidak bisa ditebak ini. Apalagi besoknya kami masih punya acara lainnya. Oke, saya coba biarkan semuanya berlalu, saya tidak mau mengambil pusing karena tujuan saya adalah berlibur.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm6.static.flickr.com/5058/5405327808_92dc40d5eb.jpg" alt="caving team" /></p>
<p>Begitu kaki kami menapaki lantai-lantai gua, perlahan-lahan cahaya matahari berganti dengan pekatnya gelap gua. Satu-satunya cahaya yang kami gunakan adalah headlamp dan lampu boom. Lagi-lagi, sensasi kerinduan itu bermunculan dimana-mana di dalam dada saya.. sudahlah saya tak mau mendeskripsikannya satu persatu, intinya saya bahagia saya bisa menapaki tanah berlumpur dalam gelapnya gua itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5054/5404723449_9b919ec15c.jpg" alt="" /></p>
<p>Lorong Gua Srengseng ternyata cukup besar, di bagian sebelah kiri dari pintu masuk gua terdapat jejak-jejak sungai purba yang sudah tidak ada airnya. Airnya digantikan dengan stalaktit-stalaktit besar yang jatuh dari atapnya. Kami mengeluarkan kamera-kamera yang ada, ya, kelas fotografi dalam gua dimulai. Saya kebetulan bertugas menjadi flashman, tentu karena ada alasan tertentu yaitu lebih sering difoto. Hehehe.</p>
<p>Ornamen-ornamen gua menjadi background kami. Dalam satu lokasi, kami bisa mengambil foto berkali-kali. Menentukan angle yang tepat, flash yang tepat, bahkan hingga model yang tepat dan itu bisa membuat kami lupa waktu.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5212/5421956739_48c37f156b.jpg" alt="conquer the darkness" /></p>
<p style="text-align: center;">
<img src="http://farm6.static.flickr.com/5256/5406714389_3008874d97.jpg" alt="cave photography class" /></p>
<p>Keluar dari gua ternyata waktu sudah menunjukkan jam enam sore. Hujan mulai turun, walau tidak begitu deras namun sudah membuat saya khawatir bagaimana kita bisa kembali ke Jogja malam itu juga. Sesampainya di basecamp, setelah kami selesai packing untuk pulang ternyata hujan turun semakin deras. Untuk pulang sudah tidak mungkin lagi karena akan sangat membahayakan. Saya sempat sedikit khawatir karena besoknya rencananya kami akan menyewa mobil untuk berkeliling pantai-pantai di Wonosari, saya cukup tidak enak dengan pemilik rental mobil. Namun setelah diberitahu, alasan kami terjebak hujan bisa dimengerti dan ternyata anak-anak ASC mau menemani kami esoknya untuk menelusuri pantai-pantai di Wonosari. Turun dari gua langsung ke pantai. Cool..</p>
<p>Malam itu kami menginap di basecamp atau rumah Pak Kuwu. Kehangatan khas Jogja kami rasakan disana. Bercengkerama bersama, mengobrol tentang hal apa saja. Hujan semakin deras, dingin semakin mengigiti tubuh kami, belum lagi dengan lelah tubuh setelah perjalanan dari jogja ditambah dengan caving. Malamnya kami tertidur pulas.</p>
<p>Pagi hari menjelang, hujan masih turun namun intensitasnya sudah mulai berkurang. Kabut mulai turun menutupi pandangan kami. Disambi dengan kopi panas dan kacang goreng hidangan tuan rumah, kami menunggu hingga hujan benar-benar berhenti. Beruntung, hujan berhenti tidak lama.</p>
<p>Kami berpamitan dengan tuan rumah dan melanjutkan perjalanan untuk menyisir pantai-pantai di Wonosari. Dalam perjalanan kami, kami disuguhi hamparan sawah yang hijau dengan background bukit-bukit karst. Kami berhenti sebentar untuk mencuci sepatu bot di irigasi sawah. Entah kapan terakhir kali saya melihat pemandangan seperti.</p>
<p>Perjalanan kami lanjutkan, kawasan Wonosari yang merupakan karst membuat kami cukup berhati-hati karena banyak sekali tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim. Kami melewati sungai Bengawan Solo purba, yang sekarang di dasarnya menjadi tanah pertanian serta dikelilingi dengan <em>terrarosa </em>(tanah merah khas kawasan karst).</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5296/5405323436_14d005000f_m.jpg" alt="" /> <img src="http://farm6.static.flickr.com/5177/5405324990_fd751b243d_m.jpg" alt="" /></p>
<p>Pantai pertama kami adalah pantai Baron. Pantai ini ternyata sudah menjadi obyek wisata cukup terkenal. Disini kita sarapan dengan ikan tangkapan nelayan yang masih segar. Dengan uang Rp 13.500 per orang, perut kami sudah sangat kenyang, bahkan itupun masih bersisa. Pantai Baron ini dikelilingi dengan bukit-bukit. Bila kita mendaki bukitnya, kita disuguhi dengan hamparan samudra Hindia. Garis horizon itu akan terpampang di hadapan anda, seperti uluwatu Bali. Speechless&#8230; menakjubkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5017/5404720535_88a2e2dc4a.jpg" alt="" /></p>
<p>Pantai berikut yang kami kunjungi adalah Pantai Drini. Pantai-pantai yang terdapat di Wonosari ini jumlahnya lebih dari lima. Sayang karena sorenya kami harus pulang ke Jakarta, kami hanya bisa mengunjungi dua pantai saja. Jalan menuju ke pantai Drini ini tidak cukup meyakinkan. Jalan beraspal seadanya dengan lubang disana-sini. Dalam benak saya, saya tidak cukup yakin dengan kondisi pantainya, kemungkinan pantainya kotor atau jelek. Ternyata&#8230; kami disuguhi hamparan pasir putih! Tempatnya pun sangat bersih dan masih sepi, hanya satu-dua warung-warung penjaja makanan. Sama sekali tidak terbayangkan dalam benak saya sebegitu indahnya pantai ini. Thya terpesona dengan pantai ini, kekagumannya sangat terlihat dari raut wajah. Bersyukurlah kami menemukan pantai seperti ini.</p>
<p>Di pantai ini terdapat pulau kecil yang ketika siang, laut surut dan kita bisa menuju pulau tersebut. Dan dari pulau itu, kita bisa melihat lagi garis horizontal biru itu. Cuaca cerah, langit biru, laut biru, garis horizontal, deburan ombak, angin laut&#8230; pas sekali. Hari yang indah.</p>
<p>Setelah puas memanjakan mata dengan keindahan pasir putih Pantai Drini dan waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, kami bersiap-siap pulang ke Jogja.</p>
<p>Jam tiga kami berdua sudah berada di bandara Adi Sucipto. Ternyata pesawat kami delay hingga waktu yang tidak bisa dipastikan karena pesawat dari Jakarta belum datang. Sepertinya Jakarta sedang dilanda badai. Astaga.. kalau tahu begitu, bisa saja kami tadi memuaskan diri menjelajahi pantai-pantai lainnya. Tak apalah, lain kali saja. Di bandara, kami mendapati sepasang turis asing dari Belanda yang sedang menjelajahi Indonesia. Mereka cukup berumur, saya menebak bahwa mereka liburan setelah pensiun. Mereka berdua cukup ramah, sang suami beberapa kali melontarkan lelucon sedangkan sang istri asik berbincang-bincang dengan Thya tentang tempat-tempat snorkel atau diving yang bagus.</p>
<p>Saya dulu percaya, bahwa tempat liburan yang terbaik itu ada di luar Indonesia. Ternyata saya salah, masih banyak tempat-tempat menarik di Indonesia yang belum pernah saya temui. Saya ingin mengunjungi semua daerah di Indonesia, dan setelah puas baru saya akan mencoba tempat lain di luar Indonesia. Tentu dengan travelmate saya <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jam tujuh malam, pesawat yang akan kami tumpangi telah datang. Langit Jogja sudah sangat gelap, selain gelap karena malam, gelap juga karena awan hitam. Hujan mulai turun. Pesawat kami mulai take-off, dari jendela pesawat, lampu-lampu rumah Wonosari terlihat. Saya menutup mata, mengingat kembali perjalanan-perjalanan yang sudah kami lalui. Terima kasih Jogja, terima kasih teman-teman ASC, zona, mas Petra, ucup, jeffy, mai dan boim. It was an amazing vacation <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya akan kembali ke kota ini lagi. Caving? Tentu, masih ada janji saya dengan Thya untuk bisa menikmati gua vertikal. Apalagi saya sudah men-DPnya dengan coverall biru itu. Lucu kalau ternyata coverall itu hanya digunakan sekali seumur hidup. Selain itu masih banyak pantai di Wonosari yang belum kami berdua temui.</p>
<p>Kalau Allah menghendaki, akan saya tepati janji itu <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="flickr_jogjavacation_758" class="slickr-flickr-gallery"><ul><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5212/5421956739_48c37f156b.jpg" title="Conquer The Darkness"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5212/5421956739_48c37f156b_s.jpg" alt="" title="Conquer The Darkness" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5292/5421956407_b6378e5a51.jpg" title="She was so happy"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5292/5421956407_b6378e5a51_s.jpg" alt="" title="She was so happy" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5256/5406714389_3008874d97.jpg" title="Cave Photography Class"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5256/5406714389_3008874d97_s.jpg" alt="" title="Cave Photography Class" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5213/5405332492_7accd5e166.jpg" title="Baron - Walking"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5213/5405332492_7accd5e166_s.jpg" alt="" title="Baron - Walking" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5219/5404725557_b5d9689c8d.jpg" title="Drinil - Take a picture"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5219/5404725557_b5d9689c8d_s.jpg" alt="" title="Drinil - Take a picture" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5011/5404725197_c74aec7331.jpg" title="Bengawan Solo Purba - Terrarosa"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5011/5404725197_c74aec7331_s.jpg" alt="" title="Bengawan Solo Purba - Terrarosa" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5291/5405329706_dc4fbe21e9.jpg" title="Hamparan Sawah Hijau"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5291/5405329706_dc4fbe21e9_s.jpg" alt="" title="Hamparan Sawah Hijau" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5297/5405329124_8617f2a63f.jpg" title="Hamparan sawah dengan background bukit karst"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5297/5405329124_8617f2a63f_s.jpg" alt="" title="Hamparan sawah dengan background bukit karst" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5054/5404723449_9b919ec15c.jpg" title="Srengseng Entrance"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5054/5404723449_9b919ec15c_s.jpg" alt="" title="Srengseng Entrance" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5058/5405327808_92dc40d5eb.jpg" title="Caving Team Minus Mia As Photographer"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5058/5405327808_92dc40d5eb_s.jpg" alt="" title="Caving Team Minus Mia As Photographer" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5175/5405327052_65d8561151.jpg" title="Me and Her"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5175/5405327052_65d8561151_s.jpg" alt="" title="Me and Her" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5300/5405326378_b3e505246b.jpg" title="Drinil"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5300/5405326378_b3e505246b_s.jpg" alt="" title="Drinil" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5017/5404720535_88a2e2dc4a.jpg" title="Me and Her 2"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5017/5404720535_88a2e2dc4a_s.jpg" alt="" title="Me and Her 2" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5257/5405325294_18dd9c0c31.jpg" title="Drinil Beach"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5257/5405325294_18dd9c0c31_s.jpg" alt="" title="Drinil Beach" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5171/5404719385_0aafe3fa49.jpg" title="Baron Beach 2"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5171/5404719385_0aafe3fa49_s.jpg" alt="" title="Baron Beach 2" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5296/5405323436_14d005000f.jpg" title="Baron - Hill View"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5296/5405323436_14d005000f_s.jpg" alt="" title="Baron - Hill View" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5060/5404714387_ea49db121d.jpg" title="Me As Model"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5060/5404714387_ea49db121d_s.jpg" alt="" title="Me As Model" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5254/5405318820_a942a1eef3.jpg" title="Boim with tackle bag"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5254/5405318820_a942a1eef3_s.jpg" alt="" title="Boim with tackle bag" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5176/5404713413_d23bc4ff95.jpg" title="Caving, im loving it"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5176/5404713413_d23bc4ff95_s.jpg" alt="" title="Caving, im loving it" /></a></li><li><a rel="sf-lbox-manual" href="http://farm6.staticflickr.com/5136/5405317602_e441438c1f.jpg" title="Packing the caving equiment"><img src="http://farm6.staticflickr.com/5136/5405317602_e441438c1f_s.jpg" alt="" title="Packing the caving equiment" /></a></li></ul></div><div style="clear:both"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/wind-journey/vacation-on-jogja-memory-outdoor-and-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luweng Jomblang (Lagi)</title>
		<link>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-jomblang-lagi/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-jomblang-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 21:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa malam ini saya tiba-tiba mengenang perjalanan caving ke luweng jomblang dan hebatnya lagi saya menemukan thread di kaskus yang isinya membicarakan tentang luweng grubuk yang memang terhubung dengan luweng jomblang&#8230;. coba baca ini (luweng grubug.. serem tp dalemnya keren) Sumpah.. semuanya seperti sudah diatur agar saya bisa mengenang perjalanan ke luweng jomblang&#8230; ahhh&#8230; Oke.. [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-jomblang-lagi/' addthis:title='Luweng Jomblang (Lagi)'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kenapa malam ini saya tiba-tiba mengenang perjalanan caving ke luweng jomblang dan hebatnya lagi saya menemukan thread di kaskus yang isinya membicarakan tentang luweng grubuk yang memang terhubung dengan luweng jomblang&#8230;. coba baca ini (<strong><a rel="#banner" href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3075564"><span style="font-weight: normal;">luweng grubug.. serem tp dalemnya keren</span></a>)</strong></p>
<p>Sumpah.. semuanya seperti sudah diatur agar saya bisa mengenang perjalanan ke luweng jomblang&#8230; ahhh&#8230;</p>
<p>Oke.. untuk pengenalan, luweng jomblang adalah sebuah gua vertikal dengan lebar mulut <em>entrance </em>sekitar 60 meter dan kedalaman berkisar 60-80 meter tergantung dari titik <em>rigging</em>. Untuk menuruni luweng jomblang ini, terdapat empat titik <em>rigging</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_fD0JUTei5H8/SbuaSPWyzPI/AAAAAAAAA90/VhkcdOSnD2E/s400/jomblang.jpg" alt="jomblang by google map" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>luweng jomblang yang bulat hitam dan luweng grubug ada di utaranya</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-478 aligncenter" title="luweng jomblang 002_resize" src="http://mppersonal.com/wp-content/uploads/2010/04/luweng-jomblang-002_resize.jpg" alt="" width="400" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>entrance jomblang</em></p>
<p style="text-align: left;">Menuruni luweng jomblang yang vertikal, kita bisa gunakan satu set SRT (<em>single rope technique</em>). Saya ada cerita ketika eksplorasi luweng jomblang ini. Ketika saya sudah sampai di dasar dan sedang istirahat, tidak jauh dari hadapan saya, <em>syuuuttttt&#8230;.</em> <em>bletakkkkk</em>, jammer jatuh dari atas. Waduh&#8230; ternyata jammer bagus, teman seangkatan saya, jatuh ketika dia sedang akan turun.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Wah&#8230; Ayam bakar nih ntar pulang!&#8221;, teriak saya kegirangan dan dari atas terdengar si bagus misuh-misuh. Iya, kami memiliki denda bagi orang yang lalai, semakin besar kelalaiannya semakin besar dendanya ( ya makan-makan itu <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align: left;">Begitu sampainya di dasar luweng jomblang, di sebelah baratnya akan kita temukan lorong yang sangat besar. Lorong tersebut yang akan menghubungi luweng jomblang dengan luweng grubuk.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2773/4250489084_bded9d522b.jpg" alt="lorong antara jomblang dan grubug" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>lorong antara luweng jomblang dan luweng grubug</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>( sumber : kaskus.us )</em></p>
<p style="text-align: left;">Lorong tersebut sangat-sangat besar. Ketinggiannya ada sekitar 20 meter dan lebar sekitar 30 meter. Panjang lorong berkisar 100 meter.</p>
<p style="text-align: left;">Begitu kita sampai di luweng grubug, terdengar sayup-sayup bunyi arus sungai. Terus berjalan masuk.. kita akan disambut dengan keindahan luweng grubug&#8230;. <em>sunbeam </em>dan <em>flowstone-</em>nya yang sangat-sangat indah. Saya yang pertama kali masuk tidak bisa menahan decak kagum&#8230;. Embun-embun sungai naik ke atas, sehingga menghasilkan uap yang semakin membuat indah <em>sunbeam</em> yang masuk melalui <em>entrance </em>luweng grubug&#8230; Subhanallah&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2690/4249743981_d39565ca77.jpg" alt="sunbeam" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>sunbeam yang indah&#8230;</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>( sumber : flickr.com )</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm5.static.flickr.com/4024/4249731515_e8661a21b5.jpg" alt="flowstone" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>flowstone di luweng grubug</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>( sumber : flickr.com )</em></p>
<p>Sejenak saya terpana ketika melihat semuanya&#8230; seolah-olah luweng grubug menjadi ruang pameran sekumpulan karya seni. Ya&#8230; semuanya indah&#8230;</p>
<p>Namun di balik keindahannya itu, ternyata ada sejarah gelap. Luweng grubug dulu dijadikan sebagai tempat pembuangan anggota PKI. Dulu ketika munculnya gerakan pembasmian PKI 1966, setiap anggota PKI yang tertangkap dilempar dari atas, dari ketinggian 100 meter. Dalam sehari, dua-tiga truk pengangkut anggota PKI keluar masuk ke kawasan luweng grubug. Saya pernah lihat videonya dan memang di dalam luweng grubug ini ditemukan kerangka-kerangka manusia. Ahh.. sudahlah.. anggap saja itu sebagai sisi misteri luweng ini.</p>
<p>Luweng yang memiliki ketinggian 100 meter ini di dalamnya terdapat aliran sungai. Bahkan bisa dijadikan sebagai sarana rafting. Serukan? rafting dan caving satu paket.</p>
<p>Alhamdulillah-nya, sudah ada biro wisata yang bisa mengatur kegiatan ke jomblang dan grubug. Silahkan baca <a href="http://kalisucicavetubing.blogspot.com">kalisucicavetubing</a>. Sesekali berliburlah ke tempat ini, saya jamin kalian bakal ditakjubkan dengan karya seni Tuhan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-486" title="jomblang bribin 047_resize" src="http://mppersonal.com/wp-content/uploads/2010/04/jomblang-bribin-047_resize.jpg" alt="" width="400" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>saya di dasar luweng grubug ( sesekali narsis lha )</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>NB : Dan gilanya lagi, kebetulan mengenang-kegiatan-caving ini terus berlanjut. Tadi setelah barcelona vs inter, di globalTV ada eksplorasi luweng jaran pacitan dengan anak-anak ASC ( mas raymond, mas dicky, mas sigit dan mas uchie ).. wew&#8230; saya kangen mereka</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>saya sedang rindu caving&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-jomblang-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kugantungkan Nyawaku Pada Seutas Tali</title>
		<link>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/kugantungkan-nyawaku-pada-seutas-tali/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/kugantungkan-nyawaku-pada-seutas-tali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 13:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>
		<category><![CDATA[my (extra)ordinary life]]></category>
		<category><![CDATA[Caving]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[3 tahun yang lalu ################### Jammer kuning Petzl yang dikhususkan untuk orang yang bertangan kidal sudah kutambatkan pada tali kermantle. Carabiner Cowstail kutempatkan pada loop tambatan tali. Aku mulai menggantung pada bibir gua, kulihat kebawah hanya sebuah berkas sinar putih kecil. Entah di mana dasarnya. Tali mulai kumasukkan ke dalam descender simple merah petzl. Kubuat [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/kugantungkan-nyawaku-pada-seutas-tali/' addthis:title='Kugantungkan Nyawaku Pada Seutas Tali'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>3 tahun yang lalu</em></p>
<p><em>###################</em></p>
<p>Jammer kuning Petzl yang dikhususkan untuk orang yang bertangan kidal sudah kutambatkan pada tali kermantle. Carabiner Cowstail kutempatkan pada loop tambatan tali. Aku mulai menggantung pada bibir gua, kulihat kebawah hanya sebuah berkas sinar putih kecil. Entah di mana dasarnya.</p>
<p>Tali mulai kumasukkan ke dalam descender simple merah petzl. Kubuat simpul untuk menguncinya, mencegah agar nanti aku tidak terjun bebas seperti ember yang dilempar ke dalam sumur. Kucek lagi dan kukunci lagi agar aku lebih pasti.</p>
<p>Kulepas satu per satu pengaman, Jammer mulai kutarik pengaitnya, carabiner kulepas dari loop tambatan. Beban tubuhku kini berpindah, aku murni menggantung pada descender, satu-satunya penjamin hidupku.</p>
<p>&#8220;Santai wann.. santai&#8230;&#8221;, ujar mas uchi dari atas.</p>
<p>Aku belum terbiasa dengan kegugupan ini, tanganku menggenggam erat tali kermantle seolah-olah kalau tanganku kulepas, terjun bebaslah diriku ke bawah sana.</p>
<p>Sesekali aku melihat ke bawah sana&#8230; Astagfirullah&#8230; dalam sekali&#8230; gelap pekat. Cahaya headlampku sendiri tidak bisa menerangi dasar gua.</p>
<p>Kakiku berpijak pada dinding gua, kuluruskan kakiku. Kulepas tanganku satu per satu dari tali, mencoba membiasakan diriku bergantung pada descender. Alhamdulillah, kuncian tali pada descender benar, sekarang aku benar-benar menggantungkan diriku.</p>
<p>&#8220;Oke wan.. sekarang coba turun. Pelan-pelan ya&#8221;</p>
<p>Eee&#8230;.</p>
<p>Sekali lagi aku gugup, khawatir kalau yang kubuka salah. Tangan kiriku menahan tali pada descender dan tangan kananku membuka pelan-pelan kuncian tali. Sumpah.. aku gugup.. bagaimana kalau aku salah membuka kunci.. bagaimana kalau tiba-tiba kunci terbuka, aku malah terjun bebas.</p>
<p>Kubuka kuncian tali&#8230; kurentangkan tali dengan tangan kananku.. tangan kiriku memegang erat descender dan tali..</p>
<p>Kuulur perlahan-lahan&#8230;</p>
<p>Terhentak jatuh kebawah beberapa centi.. Kugenggam erat tali dengan tangan kananku..</p>
<p>Jantungku berdegup kencang&#8230;</p>
<p>&#8220;Tenanggg!! Tenang!! Atur ritmenya&#8221;</p>
<p>Aku belum tahu bagaimana ritmenya..</p>
<p>&#8220;Ingat, seperti menimba air saja&#8221;</p>
<p>Kutarik nafas dalam-dalam&#8230; Keringatku mulai bercucuran.. Panas? Tidak, aku sangat gugup&#8230;. di bawah sana sangat gelap.. kedalaman 25 meter&#8230; Konyol kalau nyawaku habis hanya gara-gara aku lupa bagaimana cara menimba air di sumur.</p>
<p>Kucoba lagi, kuulur tali bergantian antara tangan kiri dan tangan kanan.. sempat terhentak sebentar tapi kucoba terus.. terus terus dan terus.. sampai akhirnya aku mulai terbiasa..</p>
<p>2 meter..</p>
<p>5 meter..</p>
<p>10 meter..</p>
<p>Perjalanan yang terasa sangat lama sepanjang hidupku saat itu. Pada seutas tali kermantle 9 mm, kugantungkan nyawaku.</p>
<p>Descender mulai panas akibat friksi dengan tali.</p>
<p>Ditengah-tengah tali, aku ingin istirahat. Kusimpul lagi tali pada descender. Kuseka keringatku.</p>
<p>Aku melihat ke atas, sudah cukup jauh. Aku melihat ke bawah, dasar masih belum tampak. Aku melihat ke sekelilingku, dinding-dinding gua gelap dengan beberapa lumut. Diameter gua itu sekitar 1 &#8211; 1,5 meter.</p>
<p>Dalam istirahatku, aku memejamkan mata&#8230; Kumenikmati istirahat ini. Aku bisa melewati ini, kubayangkan aku sudah sampai di dasar dan berkumpul dengan teman-teman yang sudah duluan. Aku merasa, apapun bisa kulewati&#8230; Aku pasti bisa. Aku bisa melewati semua ketakutan yang menurutku tidak patut ditakuti, aku bisa melewati kepanikan yang menurutku tidak harus menjadi panik. Aku pasti bisa.</p>
<p>Kubuka mataku, kubuka kuncian tali pada descender, kulanjutkan perjalananku&#8230;</p>
<p>Dan ketika sampai ke bawah.. aku melihat stalaktit yang indah&#8230; sebuah lorong yang besar.. dan misteri-misteri lainnya yang akan kujelajahi.</p>
<p>Dalam hatiku berkata &#8220;Aku pasti bisa melewati apapun&#8221;</p>
<p style="text-align: center;"><em>Bekerja dan hiduplah dengan tuhan, karena Dia satu-satunya yang bisa kau percaya</em></p>
<p style="text-align: center;"><img style="width: 200px;" src="http://www.bivouac.co.nz/media/catalog/product/cache/1/image/5e06319eda06f020e43594a9c230972d/P/Z/PZLASCENSIONA060_237.jpg" alt="jammer petzl" /></p>
<p style="text-align: center;">jammer petzl for left handed</p>
<p style="text-align: center;">( saya lebih suka menggunakan untuk yang kidal )</p>
<p style="text-align: center;"><img style="width: 100px;" src="http://www.mwtw.com/images/other/petzl/05/Produit_Image_193.jpg" alt="descender manual petzl" /></p>
<p style="text-align: center;">descender petzl manual</p>
<p style="text-align: center;">( dibandingkan auto-stop yang menurut saya melelahkan, lebih baik ini )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/my-extraordinary-life/kugantungkan-nyawaku-pada-seutas-tali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bribin Cave &#124; 26 Juli 2007</title>
		<link>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-cave-26-juli-2007/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-cave-26-juli-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 06:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-cave-26-juli-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Bribin Trip / 26052007 kondisi : horizontal panjang sekitar 500 meter. karena kedalaman air kemungkinan sekitar 3-5 meter, digunakan perahu hingga titik ngaso (gak tau musti ngasih nama apa). kemudian dari titik ngaso, dengan berjalan kaki kita masih bisa menempuh kira-kira 300 meter, dan disini atap gua akan merendah hingga ditutupi air. disini diperlukan peralatan [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-cave-26-juli-2007/' addthis:title='Bribin Cave &#124; 26 Juli 2007'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bribin Trip / 26052007</strong></p>
<p>kondisi :</p>
<ol>
<li>horizontal
<ul>
<li>panjang sekitar 500 meter. karena kedalaman air kemungkinan sekitar 3-5 meter, digunakan perahu hingga titik ngaso (gak tau musti ngasih nama apa). kemudian dari titik ngaso, dengan berjalan kaki kita masih bisa menempuh kira-kira 300 meter, dan disini atap gua akan merendah hingga ditutupi air. disini diperlukan peralatan cave diving, berhubung kita cuman eksplore biasa,  sehingga kita berhenti sampai di titik ini.</li>
</ul>
</li>
<li>berair</li>
</ol>
<p><strong></strong></p>
<p>bribin yang menjadi sumber mata air untuk penduduk gunung kidul ini terdapat bendungan bawah tanah. saluran-saluran air yang memberikan air untuk penduduk sekitar ini merupakan hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan universitas karlshue Jerman. Pihak ASC pun punya andil ikut serta dalam proyek ini, senior gw, mas Bagus dan mas thomas adalah orang-orang yang turut serta di dalamnya.</p>
<p>Pernah diulas di national geographic indonesia tentang proyek ini, masih teringat pada kolom editor</p>
<blockquote><p>&#8220;jika penjelajah gua di kalimantan menyibak sejarah masa lampau, maka ASC di bribin membuat sejarah &#8220;</p></blockquote>
<p><span id="more-135"></span></p>
<hr />cerita pas explore</p>
<p align="justify">anggota explore : <span style="color: #ff9900;">mas dicky, bang moncrot, uchi, ryan, bagus, asril, indah, ito, om niko, ridwan</span></p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">sabtu 08.30 (rumah)</span>, jemput bagus di uny, langsung cabut ke asc. ga lupa, gw selalu bawa carrier walopun sebenarnya siy kalo caving tuh ga harus bawa banyak barang sebanyak naik gunung, rata-rata anak2 bawa backpack aja, ga tau gw nggak asik kalo kegiatan alam ga bawa carrier.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">09.00 (asc sekre)</span>, nyampe di asc tepat, tapi yang baru datang baru si asril. hehehe&#8230; biasa bangun pagi buat anak-anak asc tu susah. wajarlah, namanya aja kampret. bangun pagi itu hal yang langka. ini juga gw tadi pagi baru tidur cuman sejam, insomnia kumat lagi. eit! liat bang dicky ma moncrot udah bangun&#8230;. cuit&#8230;. cuit&#8230;., padahal kalo gw tidur di asc tu minimal tirai ruang tipi baru dibuka jam 11an, keren&#8230;keren. emang kampret&#8230; nggak sampe setengah jam, anak-anak udah pada datang, tiba2 pak tutut yang punya rumah, minta sekre diberesin dulu, terutama ruang komputernya, yah&#8230; kudu diberesin dulu deh, telat sejam berangkat.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">10.00 (asc sekre)</span>, siap-siap, motor dah dinyalain, tackle bag dibagi rata, lumayan juga banyak, ga kebayang kalo yang pas ekspedisi bawa berapa tackle bag, pernah sampe diceritain ada satu motor bawa tackle bagnya bergunung-gunung, mang kampret lo semua. susunan motor : ito ma indah, asril ma mas dicky, om ma ryan, uchi ma moncrot, dan gw tentu dengan bagus, wah bahaya lah kalo gw sering2 ma dia, ntar disangkanya gw hetero lagi&#8230; kekekekeke. udah siap langsung pada berangkat, gak lupa doa dulu plus wejangan supaya berangkatnya jangan kebut-kebutan, hehehe, gak asik kalo ke wonosari ga ngebut. trus juga anak-anak yg terakhir jangan lupa ditungguin dulu. ok. langsung cabut</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">10.00 &#8211; 11.00 ( di jalan wonosari )</span>,perjalanan wonosari waktu segini mang enak banget, dari jalan bisa ngeliat jogja dari atas, lumayan bikin mata adem, wah! palagi kalo malam minggu, kita yang mu eksplor sambil bawa tackle bag, ngeliat orang-orang pacaran disini kayaknya ada kesan rancu. &#8220;malam minggu kok caving?&#8221;, itu tuh pertanyaan yg trus muncul. perjalanan ke wonosari tu jalannya nanjak, plus bawa barang yang banyak jadi kudu ngebut, buat nyari momentum pas nanjaknya, jalannya juga lumayan nikung-nikung, tapi asiklah, oya.. ada beberapa jalan yang di tikungannya berpasir, kudu hati-hati kalo lewat sini, sempet nyelip juga waktu gw pertama kali lewat sini.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">11.00 ( istirahat di wonosari )</span>, istirahat dulu di wonosari. oya tadi si asril kena tilang. ga tau kenapa tuh dy bisa kena tilang, polisinya lagi iseng kali. istirahat sekaliang ngumpulin anak-anak plus nyegerin badan dulu setelah kudu ngebawa tackle bag yang naudzubilah asoy itu. gado-gado, gorengan plus es campurnya enak juga low. jadi inget gado-gado ayam deket stasiun di cirebon euy.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">11.00 &#8211; 11.30 (wonosari &#8211; basecamp mbah kucoro, semanu )</span>, nyampe di basecamp mbah kuncoro, langsung naro tackle bag. begitu datang langsung disediain teh, terpaksalha ngaso-ngaso dulu sembari ngrokok, plus mecahin karbit buat boom. tapi dasar anak kampret, yang rencananya mu jam 12 langsung masuk seropan malah ngaret, tidur-tidur dulu lah, ngabisin rokok dulu lah. yah. jam 12 ada anak UNS datang, mereka juga mu ngeksplore sekalian penelitian plus mapping, kebetulan gua yang mau kita datangi sama ma anak UNS, seropan, mengingat dan menimbang ( kukukukuku bahasanya) bahwa tujuan kami eksplor tu sekedar eksplor biasa, jadi kita pindah gua dah, bribin! sekalian kayaking lagi! huhuhuhuh, senang sekali, kebetulan yang indah, palagi si uchi bawa snorkel lagi (syang, g bawa fin-nnya), top banget dah. si moncrot diusir dulu ma mas dicky supaya ngambil jaket pelampung. ga taunya cuman ada satu, terpaksa sekali lagi si moncrot dikorbanin, waktu itu gw belum tau mu dikorbanin palagi.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">13.30 ( cabut ke bribin )</span>, selese nyiapain boom, pake coverall, pake boot, nyiapain makanan yang mu dibawa + tackle bag, next: BRIBIN! dengan motor kita semua langsung cabut ke bribin. untuk nyampe ke bribin dari rumah mbah kuncoro sekitar 15 menit, jalan ke sana dah di aspal plus tanjakan. sampe di gerbang bribin, gw ma bagus disuruh minta izin dulu ma penjaganya. selese minta izin, anak-anak balik nyiapain boom lagi, masukin air nyalain boom, nyala, ok. langsung cabut ke entrance-nya bribin, ada tangga yang lumayan panjang buat nuruninnya, tapi dah dibeton, disamping jalan ada pipa air yang cukup besar, ya, bribin tu salah satu sumber mata air yang dijadiin sebagi instalasi air untuk gunung kidul. proyeknya aja melibatkan universitas karlshue, batan, lipi, ugm, dan juga ASC tentunya. Malah sampe diliput ma <strong>national geographic indonesia</strong> lagi, artikel utama. keren-keren, kalo ga salah yang kovernya tu tsunami di aceh. untuk masuk ke bribin, sebelumnya kita disambut dulu tanda peresmian bribin ini, sayang, ga ada nama ASC pada salah satu list pengembangnya, yah&#8230; ( eh tapi asal tau aja yah, ASC tu bukan sebage tenaga porternya loh, tetapi sebage tenaga ahlinya). untuk masuk lebih dalam lagi, ada pintu dari jeruji, kebetulan ASC punya kuncinya, tapi liat dinding guanya, sayang dah ga kerawat, banyak coretan-coretan kampungannya, trus jerujinya juga ada yang dah patah, memungkinkan orang yang ga bertanggung jawab bisa masuk seenaknya.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">ga tau, kayaknya 14.15 ( pintu masuk bribin &#8211; bendungan lama bribin )</span>, dari pintu masuk bribin sampe ke bendungan lama, kita kudu masuk sambil ngelewatin celah-celah yang lumayan sempit, yang bikin gw heran, masih ada juga pipa-pipa air yang segede gitu, gimana cara masukinnya, gimana cara ngecornya, wah anjridlah. masuknya bawa badan sendiri aja jalan kudu ngeducking, gimana kalo sambil bawa pipa air yang kayaknya beratnya asoy gitu. ga sampe kira-kira 15 menit, gemuruh air dah kedengaran, ya, bendungan lama bribin. kedalamannya seingat gw kira-kira 5 meteran. dari sini untuk sampe tempat yang kita tuju kudu make perahu, sma sekali ga bisa jalan, kecuali kalo mu berenang, nah di sini moncrot dikorbanin, dy disuruh ngambil perahu, padahal dy sendiri ga bisa berenang. modal snorkel + jaket dan titel orang berani rupanya sudah cukup. ( berani konyol disini adalah caver yang ga bisa berenang tapi berani masuk gua, quote-nya mas dicky, maklum dy juga ga bisa berenang, sama2 konyolnya, ngomongnya sambil semangat2 lagi). selain jaket pelampung, juga ada tong buat nyimpen kamera hibah dari orang jerman yang bener2 bisa bikin badan ngapung di ari, padahal tong-nya kecil dibandingin tubuh kita.</p>
<p align="justify">nungguin moncrot balik ngambil perahu, naluri alamiah anak-anak muncuk, narsisme mode on, yang namanya eksplor tu ga pernah lupa bawa kamera. klo manajemen penelusuran gua nyruh bawa makanan, penerangan plus alat keselamatan, kita secara tak sadar menambah satu lagi di dalamnya, alat ganteng : kamera. hehehehe. sayang, cuman bawa alat seadanya, g bawa lampu blitz ma tripod, jadinya juga seadanya aja, si zona sang fotografer juga ga ikut siy&#8230;</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">20 menit kemudian (masih di bendungan lama bribin )</span>, dari kejauhan di ujung lorong sana, kelihatan kuning cahaya headlamp, sang pahlawan perang kembali, moncrot dengan dua perahu, kerenlah, lagaknya aja dah pas bgt dgn titel orang berani (hahahaha). perahu dibersihin. selese dibersihin, kelompok dibagi 2 soalnya masing-masing perahu cuman muat 3 orang plus termasuk skipper buat ngendaliin perahunya, jadi sekali berangkat cuman bisa bawa 4 orang. gw ikut kloter yang kedua.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">40 menit kemudian ( tetap di bendungan lama )</span>, nungguinnya lumayan lama juga, palagi disini ga da yang bawa jam, perasaan waktu berlalu tapi sama sekali ga tau dah berapa lama. yah, gw memang begitu, kita sama sekali ga tau waktu kalo sudah di dalam sini, malam siang dah ga bisa dibedain. lumpur di sini banyak banget, sempat kepikirin gimana kalo buat franchise spa lumpur sekalian wisata ke dalam gua, hehehehehe. akhirnya, dua sinar headlamp kini terlihat dari ujung lorong, cahayanya memantul di permukaan sungai bribin, siluet ryan plus moncrot ( yang jadi skipper ) terlihat. akhirnya&#8230; gw, asril, mas dicky plus bagus naik ke perahu, gw ma moncrot plus ryan satu perahu. perjalanan ( yang mereka bilang extreme game ) dimulai&#8230;</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">20 hingga 40 menit ( dalam perjalanan ke titik yang dituju )</span>, baru beberapa meter dari bendungan lama, kita langsung diperkenalkan dengan beratus-ratus stalaktit pada atap bribin, jarak antara stalaktit dengan perahu benar-benar dekat sekali, mungkin karena dibuatnya bendungan sehingga air naik begitu tinggi.</p>
<p align="justify">sekarang gw ngerti kenapa mereka bilang ini extreme game, keren lah, palagi sungainya cukup berliku-liku juga ( oiya.. disini kita kudu ng-upstream, alias ngelawan arus sungai ). berkali-kali navigator ngasih tau &#8220;awas di depan, stalaktit &#8220;, &#8220;nunduk&#8221;, &#8220;kiri&#8221;, &#8220;kanan&#8221;, kalo nggak dikasih tau, kasian si skippernya, karena jarak pandang cukup terbatas ( dengan gelapnya gua serta atap yang rendah ), kadang-kadang skipper ga tau kalo di depannya ada stalaktit, sehingga wajar kalo skipper ketabrak stalaktit dan jatuh ( hehehehe.. cukup konyol juga ).</p>
<p align="justify">rasanya masuk ke dalam bribin sambil kayaking itu, seolah-olah kita masuk ke dalam dunia yang berbeda, benar-benar berbeda. stalaktit dimana-mana, putih, hitam dan abu-abu, warnanya menjadi kuning ketika diterangi dengan headlamp. ketika kita memasuki chamber ( tempat di dalam gua yang cukup luas ), terlihat stalaktit yang cukup besar,  bahkan ada yang menyambung dengan dasar gua. disamping kiri kanan sungai, masih ada sedikit daratan yang isinya penuh lumpur, kadang-kadang ada crack ( celah dalam gua ) pada dinding, yang membuat kita membayangkan bakal nembus kemana kalo kita ngikutin crack tersebut, iya&#8230; gua itu misterius, mengasikkan. dalam perjalanan kayaking ini, seolah-olah semuanya ga berujung, semuanya serba misterius. asik</p>
<p align="justify">dalam perjalanan moncrot nanya ke gw, &#8220;wan.. menurut km, setelah masuk ke dalam sini. yang dipikiran km apa? &#8220;</p>
<p align="justify">&#8220;apa ya, serem, keren, indah juga. tapi gw bayangin kalo tiba-tiba ada &#8220;orang&#8221; di pinggir sana  minta nebeng kayaknya serem juga tuh, hehehe &#8220;. iya. gw bayangin kayak film-film horor indonesia, tiba-tiba aja ada orang aneh yang berdiri di pinggir sanah, anjrot, serem juga. tapi jujur, seremnya kalah sama ketakjuban stalaktit-stalaktitnya. si moncrot cuman senyam-senyum aja ( dengan wajah konyolnya ).</p>
<p align="justify">&#8220;mas moncrot, masih jauh ga? &#8220;, tanya gw.</p>
<p align="justify">&#8220;pkoknya kalo kamu dah denger ada gemuruh air, itu tandanya dah deket&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;emang ada bendungan lagi?&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;nggak, ada air terjun&#8221;</p>
<p align="justify">anjrot! ada air terjun?&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;iya, 10&#8243;</p>
<p align="justify">&#8220;10 meter? 10 air terjun? anjrot keren banget &#8220;</p>
<p align="justify">&#8220;nggak, 10 cm&#8221;, jawabnya enteng plus nada konyolnya</p>
<p align="justify">asem, rasanya gw dicenging mulu ma ni orang, kurjar kurjar. si ryan cengar-cengir aja di posisi skiper.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">kira-kira 40 menit kemudian ( titik tempat yang dituju, chamber + daratan lumayan luas, bendungan 10 cm )</span>, akhir kedengeran juga gemuruh air yang dimaksud moncrot. rupanya ada bendungan buatan yang dibuat batu dan karung pasir yang ditumpuk seadanya. anak-anak yang berangkat duluan kelihatanya lagi sibuk masak-masak ( masak disini maksudnya ngerebus mie ), liat si uchi lagi asik snorkel bikin pengen buru-buru nyemplung ikutan snorkel. perahu akhirnya nyampe, langsung ditambatin ke batu. gw langsung turun, ke tempat anak2 nimbrung, rokok? oh&#8230; jelas.. palagi si om ngebawa rokok andalan anak2 angkatan kita, rokok home industry yang namanya <strong>GRANAT</strong>, wakakakakaka, lucu banget namanya. rokok ini dikenalin ma zona, dy yang bw dari ISI sana. enak juga low (mirip ma jarum), di bungkusnya aja ada tulisan-tulisan idelogi mereka yang konyol-konyol kyak &#8220;merokok dapat menimbulkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat&#8221;, logonya aja lucu, jumlahnya sendiri aneh, 21, ganjil hehehehe. tapi anak-anak pada suka.</p>
<p align="justify">2 kompor buatan dah disiapin, lilin sebagai penerangan tambahan udah dipasang, mie disiapin, snack-snack dikeluarin dari tackle bag. yah&#8230; ga tau, bagi gw caving tu sebagai piknik juga, asik sebagai refreshing. sambil nunggu masakan siap, gw nyoba snorkel, ternyata susah juga di dalam gua, selain dasarnya dipenuhi dengan batuan-batuan yang lumayan tajam, kita cuman diperbolehin di daerah yang ga terlalu dalam, jadi yang ada berenang keseret-seret ma batu. ngomongin masalah cave diving, sebenernya kegiatan ini cukup berbahaya, berbeda dengan scuba diving, menurut data statistik yang pernah gw baca rasio kematiannya aja cukup besar, 75%, soalnya cave diving itu selain medannya berbatu-batu ( tidak jelas mana bagian dalam dan tidak ), dasarnya berlumpur sehingga menghalangi pandangan, belum dengan banjir yang datang ketika hujan. (eh jadi pengen beli snorkel set euy! go karimun go!)</p>
<p align="justify">ga lama kemudian mie plus kopi udah siap, wah.. ga lupa banyak asap keluar dari tubuh kita. iya&#8230; asap tubuh kita, karena dingin dan lembabnya gua, kita bisa ngeliat asap keluar dari tubuh. makan satu piring rame-rame, hehehe, itulah nikmatnya berpetualang, kebersamaannya kerasa, gak heran yang namanya sendok ato gelas itu dari mulut ke mulut. kenyang, nurunin makanan sebentar&#8230; dan waktunya cabut ke ujung bribin.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">45 menit kemudian ( menuju ujung bribin )</span>, siap-siap buat lanjutin perjalanan, tackle bag ditinggalin di tempat ini soalnya kita cuman mu ngeliat-ngeliat aja.checking alat-alat penerangan, siap, dan kita berangkat.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">kira2 1 jam (dalam perajalan menuju ujung bribin)</span>, dalam perjalanan ini, sebagian besar kita ngelewatin sungai, tapi gak begitu dalam ( maksimal seujung kepala lah ), asik juga, tapi sebenarnya kalo make boom set ngelewatin air gak baek juga, soalnya air bakal masuk ke ariane yang bikin gas makin banyak sehingga api yang dihasilin mirip kayak api buat nge-las ( soalnya tekanannya tinggi banget ). disin juga kita ngelewatin medan yang berlumpur juga, tapi ga separah waktu di toto, lumpurnya ga ngisap. oya, sekali lagi karena ini gua, batuannya juga cukup tajam (lebih baik make sarung tangan). sepanjang perjalanan tuh ngeliat tubuh anak yang pada ngeluarin asap, kesannya keren banget low, mungkin kalori yang dikeluarin cukup banyak juga.</p>
<p align="justify">asik dan menyenangkan, yah&#8230; palagi pas ngelintasin air yang alirannya lumayan kencang, kita saling bantu buat ngelewatinnya. yang bisa berenang ditaruh di tengah lintasan buat jaga-jaga kalo kenapa2. beberapa kali juga kita ngelewatin bukit lumpur yang lumayan terjal. di sekeliling masih banyak stalaktit-stalaktit, tapi sayang&#8230; gw belum nemuin yang sebagus di cibodak waktu diklat dulu. ada yang bilang di gua cereme pemandangannya bagus banget, bahkan gua tujuan pertama kita, seropan, pemandangan dua air terjunnya ( yang satu ktanya 7m dan satu lagi 5m ) katanya indah banget. yah, caving itu berbeda dengan hiking ato yang lainnya, semuanya serba misterius dalam caving, kita belum bisa memprediksi apa yang bakal kita temuin pas caving, kadang nemu ornamen gua yang bagus, malah kadang ga nemu sama sekali.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">sejam kemudian ( ujung bribin )</span>. nyampe di ujung bribin. ng.. sebenarnya belum nyampe ujung bribin siy, masih bisa lagi ke dalam sana, tapi berhubung jalan semakin menyempit dan tinggi air hampir menyentuh atap ( dan memang tujuan kita sampai ke tempat ini saja ), kita berhenti. sebenarnya untuk menelusuri ke dalam lagi, bisa dengan snorkel ato cave diving, lintasan saja sudah dibuat ( ada tali kecil di dalam air yang menuntun kita ).</p>
<p align="justify">kita disini nongkrong-nongkrong dulu, ngimpun tenaga lha. di ujung sini ada batu besar tempat kita nongkrong, dan disekelilingnya tu air kedalamannya sampe seleher orang dewasa. terlalu lama berdiam diri juga ga baik, tubuh semakin dingin karena ga ngeluarin kalori. tenaga terasa udah cukup pulih, kita kembali lagi ke tempat kita makan-makan tadi.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">satu jam ( perjalanan balik ke tempat makan-makan )</span>, seperti perjalanan tadi, kita ngelewatin jalur yang sama. pas lagi perjalanan balik ini, beberapa boom karbitnya udah habis, seperti punya gw, untung kita bawa penerangan cadangan, headlamp ( wajib ). tapi ga tau, punya gw tu walopun dinyalain dah ga bisa, tapi masih ngeluarin bau karbitnya. gw coba utak-atik juga tetep ga nyala. dalam perjalanan pulang disini gw masih kerajingan berenang, hehehehe.. asik. sampe tiba-tiba ada bunyi &#8220;PLAK!&#8221;, cukup keras juga, gw kaget, indah ma ito juga kaget. rasanya bunyinya dari helm gw deh, mikir gw mungkin helmnya kena atap ato ada air masuk ke selang boom gw ( gara2 berenang tadi ), ntar aja dah meriksanya.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">(tempat makan-makan)</span>, nyampe kita langsung beberes siap-siap balik. jam berapa sekarang juga dah ga da yang tau. anak-anak dibagi jadi dua kloter lagi, yang pertama bagus, asril, ito ma om dengan skiper moncrot plus ryan. selese beres-beres mereka langsung berangkt dengan perahu. /p&gt;</p>
<p align="justify">nungguin mereka balik ternyata lama sekali, perasaan lebih lama dari pas kita berangkat. sambil tidur-tidur, gw ma indah ngbrol-ngobrol, uchi ma mas dicky malah maen lumpur ( ga da kerjaan ). nungguin mereka balik tu sampe bikin badan kering. akhirnya gw nyanyi-nyanyi dah (kebiasaan buruk gw), kenceng lagi, mungkin mas dicky, uchi ma indah cukup terhibur dengan nyanyian gw sembari nunggu jemputan. ada tu 10 lagu habis dinyanyiin ma gw, kekekekeke./p&gt;</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">sejam kemudian</span>, akhirnya cahaya yg ditunggu-tunggu datang juga, ryan ma asril yang kini jadi skipper datang. fiuh&#8230; sayang, padahal lima lagu lagi mu gw selesein. yah&#8230; gw ma mas dicky ma ryan satu perahu, sekarang gw yang jadi skippernya, yah.. sekalian belajarlah, maklum pertama kali. pertama kali cara megang dayung gw dah salah, untung teori maju, mundur dan beloknya gw masih benar, hehehehe, walopun beberapa kali si ryan susah payah ngehindari perahu bertabrakan dengan dinding gua, hehehehe&#8230; maap ryan. tapi ada keasikan sendiri dengan jadi skipper, rasanya benar-benar ngenikmatin perjalanan ini, tapi susah juga soalnya jarak pandang kita memang ga luas dan gelap, disinilah gunanya navigator.</p>
<p align="justify">waktu ngelewatin atap yang penuh dengan stalaktit, lumayan juga dengan bantuan navigator, jadi tau arah-arahnya ( walopun kepala sempat nabrak stalaktit juga ). yah.. that&#8221;s the extreme game! seru juga kudu bermanuver ngehindarin stalaktit. asiklah. jadi pengen kayaking lagi ntar-ntar nanti.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">setelah sejam dalam perjalanan (nyampe di bendungan lama)</span>, akhir gemuruh air bendungan terdengar, yah, nyampe juga (perasaan lama waktu pulang dari pada pas perginya ), anak-anak kloter pertama nongkrong bengong semua, hehe, kecapean kali. ga sampe 15 menit, perahu kedua nyampe, tadi mereka lumayan tertinggal jauh juga. perahu langsung dicuci lagi plus kita ngusir si moncrot buat balikin perahu, maaf crot.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">30 menit setelah balikin perahu (masih di bendungan lama)</span>, kita langsung cabut balik ke permukaan. pulang tu biasanya pada diam, ya iyalah, pada kecapean, si asril masih semangat aja ngajakin langsung cabut ke seropan, anjrotlah, yang lain dah pada diem kecapean, hehehe. si ryan jalan paling depan. yah, kembali lagi ngelewatin celah yang sempit, kudu ngeducking, sebelah kita kembali ada pipa beton yang besar.</p>
<p align="justify">sampe di pintu, pintu kelihatannya dikunci, kunci ada di mas dicky yang jalan paling belakang, si bagus ngelihat ada celah di jeruji, mungkin saking capeknya dia nekad lewat jeruji dan berhasil, e.. pas si ryan nyoba ngebuka pintunya, rupanya ga dikunci, kecele si bagus, hahahahaha.</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">kira-kira jam 19.00 ( entrance bribin )</span>. ternyata di luar sudah malam, pas mu balik ke atas, ngeliat tangga ke tempat motor dah bikin mata pegal, anjrot-anjrot, dihajar ma capek, langsung ketemu ma anak tangga yang ujungnya ga keliatan. lumayan ngos-ngosan juga, dingin juga. kira-kira setengah jamnya kita baru nyampe di tempat motor, langsung nyiapin motor. kali ini yang bawa motor si bagus, gw asik dibonceng aja. /p&gt;</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">mungkin jam 19.30 ( tempat motor )</span>, langit cerah, bintang-bintang terang keliatan, ga kerasa ternyata ini malam minggu, kembali anak-anak ngomongin &#8220;oalah&#8230; malam minggu ko caving mas?&#8221;, hehehe, candaan standar anak-anak asc. &#8220;mau-maunya siy mas malam minggu lumpur-lumpuran?&#8221;, hehehe.. yah begitulah.</p>
<p align="justify">anak-anak udah siap dengan motornya, dan kita cabut, balik ke base camp untuk istirahat ( sori ril, ga jadi ke seropan, dah pada mampus semua ).</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">jam 20.00 (base camp mbah kuncoro)</span>, ternyata perkiraan waktu kita benar. nyampe, langsung jemur coverall, beresin helm plus boom setnya, ngerapiin boot plus bersih-bersih badan. makanan dah disiapin ( soalnya tadi kita mesen makan ma keluarganya mbah kuncoro ). selese makan ( plus rokok-rokoknya ), kita langsung evaluasi eksplore bribin tadi.</p>
<p align="justify">pas evaluasi, ternyata sempet ada kejadian aneh, waktu si ryan ma asril mu balik ngejemput kita ( mas dicky, uchi, indah ma gw ) di tempat makan-makan,pas diperjalanan mereka ntu ngedenger ada orang-orang yang bicara, si ryan juga malah denger ada suara azan ( padahal jarak dengan permukaan ntu ada satu kilometer ), si asril ngira dah deket trus nanya ke ryan, &#8220;yan, dah deket ya? &#8220;, rupany masih jauh. hehehe, mas dicky siy ngomongnya mungkin ngedgr suara gw pas nyanyi-nyanyi kali, kan lumayan kenceng juga tuh, tapi ga tau juga tuh. mas dicky juga cerita katanya pernah ada pekerja di bribin yang denger suara kereta kuda, hehehe, mungkin jalur vip bawah tanahnya nyi roro kidul kali. dah ah. mang biasa lah kalo di alam-alam yang jarang ada manusiannya ada kayak gituan.</p>
<p align="justify">selese evaluasi, tanpa dikomandoi lagi, lapak-lapak disiapkan, artinya waktunya untuk tidur. walopun masih ada yang ngbrol-ngbrol ( palagi ada anak UNS, jadi ngajak ngbrol dulu ) plus ngabisin rokok, udah ada beberapa orang yang mampus duluan. bribin, slesai</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-cave-26-juli-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luweng Ledok &#124; 4 Agustus 2007</title>
		<link>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-ledok-4-agustus-2007/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-ledok-4-agustus-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 16:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>
		<category><![CDATA[Caving]]></category>
		<category><![CDATA[luweng ledok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-ledok-4-agustus-2007/</guid>
		<description><![CDATA[luweng ledok. gunung kidul, yogyakarta kondisi : vertikal, 2 pitch. pitch 1 = 18m pitch 2 = 3m (unexplored) kering berangkat dari sekre sekitar jam 9an. anggota tim : mas abe, achi, sindra, andi, ranti, asril, said, indah, niko, zona dan saya rencana ketika briefieng adalah eksplorasi luweng sindon berikut mapping yang kebetulan anak asc [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-ledok-4-agustus-2007/' addthis:title='Luweng Ledok &#124; 4 Agustus 2007'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>luweng ledok. gunung kidul, yogyakarta</p>
<p>kondisi    :</p>
<ol>
<li>vertikal, 2 pitch.
<ul>
<li>pitch 1 = 18m</li>
<li>pitch 2 = 3m</li>
<li>(unexplored)</li>
</ul>
</li>
<li>kering</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>berangkat dari sekre sekitar jam 9an. anggota tim : mas abe, achi, sindra, andi, ranti, asril, said, indah, niko, zona dan saya rencana ketika briefieng adalah eksplorasi luweng sindon berikut mapping yang kebetulan anak asc belum punya peta tentang luweng ini.</p>
<p>nyari basecamp disana dulu, kebetulan kuwu (kuwu ntu semacam kepala desa bukan sih?) disana dengan senang hati menerima kita. menurut info yang kita dapat, luweng ledok tidak pernah dimasuki lagi sejak tahun 1986 dan terakhir dimasuki oleh tim macdonald yang waktu itu bertujuan untuk pembukuan peta gua gunung kidul.</p>
<p>begitu kita siap untuk berangkat, kita diiring oleh penduduk kampung itu. iya, sebuah pemandangan yang terlihat ketika para penggiat caving datang. berharap ada air pada gua yang akan kita datangi adalah harapan mereka. <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . begitulah kondisi gunung kidul sebagai kawasan karst, kering dan sangat kekurangan air apabila musim kemarau. namun begitu kita masuk ke dalam guanya, akan kita temui sungai-sungai bawah tanah.</p>
<p>melalui perkebunan penduduk sekitar, kami diantar oleh penduduk beserta seorang tokoh masyarakat. akrab sekali tampaknya mereka. sayang.. saya sama sekali tidak bisa berbahasa jawa. luweng sindon itu terletak di tengah-tengah perkebunan ubi warga. kurang dari jarak 10 meter, ibu-ibu yang ikut mengantar kami berhenti, tidak ikut mengantar kami sampai <em>entrance </em>sindon. sepertinya terlihat dari wajah mereka bahwa perempuan tidak boleh mendekat luweng itu, dan mereka hanya melihat kami dari kejauhan.</p>
<p><em>rigging man</em> kali ini adalah andi dan sindra sebagai asisten <em>rigging</em>. sedangkan tim mapping adalah indah, said dan saya. ketika kita akan rigging, rupanya <em>entrance</em> luweng ledok telah ditutupi oleh tanaman rambat, sehingga harus dibersihkan dulu.  saat pembersihan akan dilakukan, tokoh masyarakat setempat berdoa dahulu agar tidak terjadi apa-apa. iya..</p>
<p>selesai dibersihkan, <em>rigging man</em> bersiap-siap untuk memasang lintasan. tiba-tiba..</p>
<p>&#8220;<em>eh ana wadone toh</em>? &#8220;, ucap seseorang warga yang ikut mengantar kami.</p>
<p>&#8220;mbak gak takut masuk gua kayak gini? &#8220;, tanyanya kepada indah, salah satu anggota tim kami.</p>
<p>&#8220;oohh.. nggak pak, udah hobi sih&#8221; jawab indah.</p>
<p>iya, realita memang. penggiat caving jarang sekali ada yang wanita. cermin kaget terlihat sekali dari muka mereka. langsung mereka menjadikan si indah sebagai bahan mereka untuk dibicarakan.</p>
<p>&#8220;<em>wah ana wadon siji!&#8221;</em>, semua mata tertuju ke indah.</p>
<p>&#8220;saya juga wanita loh pak &#8220;, celetuk ranti tiba-tiba. saya sedikit tertawa melihat ranti.</p>
<p>&#8220;iya tong, lo kan emang ga keliatan sebagai cewe&#8221;, ahahahahaa.</p>
<p>::: lanjut lagi ntar :::</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/luweng-ledok-4-agustus-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luweng Jomblang Trip &#124; 27 Mei 2007</title>
		<link>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-trip-26-mei-2007/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-trip-26-mei-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 11:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>
		<category><![CDATA[Bribin]]></category>
		<category><![CDATA[Cave]]></category>
		<category><![CDATA[Caving]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kidul]]></category>
		<category><![CDATA[Rafting]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-trip-26-mei-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Jomblang Trip / 27052007 nambahin buat winda yang penasaran ma caving. luweng jomblang memiliki luas berdiameter kurang lebih 40 meter dengan kedalaman 60 meter. ada 4 titik rigging di jomblang. jalur A (sudah jarang dipakai), B, C dan VIP. untuk jalur vip sering digunakan sebagai jalur rescue atau jalur untuk para pengunjung gua yang tidak [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-trip-26-mei-2007/' addthis:title='Luweng Jomblang Trip &#124; 27 Mei 2007'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jomblang Trip / 27052007</strong><strong></strong></p>
<p>nambahin buat winda yang penasaran ma caving. luweng jomblang memiliki luas berdiameter kurang lebih 40 meter dengan kedalaman 60 meter. ada 4 titik rigging di jomblang. jalur A (sudah jarang dipakai), B, C dan VIP. untuk jalur vip sering digunakan sebagai jalur rescue atau jalur untuk para pengunjung gua yang tidak memiliki kemampuan SRT (Single Rope Technique).Luweng jomblang terbentuk dari retakan tanah (bahasa ilmiahnya kalo nggak salah pothole yah, CMIWW). begitu kita nyampai di dasar, kita bisa melihat lorong besar (sangat-sangat besar), yang bila kita lalui (kurang lebih 300 meter) akan kita temui lorong vertikal kedua (namanya luweng apa saya lupa <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>di sinilha letak indahnya.. cahaya yang masuk menerobos lorong ini, menampakkan siluet tumbuhan-tumbuhan yang ada di permukaan.. dan kita serasa dispotlight dari atas. belum lagi dengan  stalaktit dan stalakmitnya.</p>
<p>hehehe.. foto-foto yang &#8220;serasa dispotlight&#8221; itu belum gw upload. ntar deh gw minta ke sekre <img src='http://mppersonal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>eh btw, gw jadi inget insiden jammer terbang jatuh tepat di depan gw :-0. siapa yah tersangkanya :-0</p>
<p>:beer:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-trip-26-mei-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sibodag dan nguwik ( diklat ASC )</title>
		<link>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/sibodag-dan-nguwik-diklat-asc/</link>
		<comments>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/sibodag-dan-nguwik-diklat-asc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2007 09:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Caving Trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/sibodag-dan-nguwik-diklat-asc/</guid>
		<description><![CDATA[seminggu ini dari tgl 22 sampe 29 april tu gw ngikut diklat ASC. ASC ntu semacam perkumpulan anak-anak yang hobinya masuk keluar gua. pasti pada nanya? gituan kok dijadiin hobi? badan belepotan lumpur kok dijadiin hobi? masuk ke tempat yang ga jelas kok asik? ok,ok gw simpan dulu jawabannya ntar, lagian juga ntar kalian pada [...]<div><a class="addthis_button" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250" addthis:url='http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/sibodag-dan-nguwik-diklat-asc/' addthis:title='sibodag dan nguwik ( diklat ASC )'><img src="http://cache.addthis.com/cachefly/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">seminggu ini dari tgl 22 sampe 29 april tu gw ngikut diklat ASC. ASC ntu semacam perkumpulan anak-anak yang hobinya masuk keluar gua. pasti pada nanya? gituan kok dijadiin hobi? badan belepotan lumpur kok dijadiin hobi? masuk ke tempat yang ga jelas kok asik? ok,ok gw simpan dulu jawabannya ntar, lagian juga ntar kalian pada tau kok.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">ASC ntu singkatan dari acintyacunyata speleological club alias klub penjelajah gua yang bernama acintyacunyata. tau artinya kata yang terakhir? asintyacunyata ntu diambil dari bahasa sansekerta yang artinya sunyi, sepi dan gelap yang abadi, yang merupakan sifat dari gua.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"><span style="color: #ff0000;">hari pertama.</span> total peserta yang ikut diklat ini ada 13 orang (ade, adit, zona, aria, itok, aril, rambo, said, bagus, gw sndiri, niko, indah ma el). diklatnya ntu di hotel, 2 hari awal gw diklat khusus pengetahuan teori aja trus sisanya baru di lapangan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">pengenalan asc ntu materi yang pertama, yang ngasih materi ntu dedengkot-dedengkotny asc. ternyata asc ntu dah terkenal ma orang-orang luar, banyak banget kerjasama ma luar negeri, kereunlah. diliatin dah pernah jelajah kemana aja.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">&#8220;kalo gunung hampir semuanya, bahkan mungkin semuanya sudah didaki, tapi kalo gua, jumlahnya beribu-beribu, dan jumlah yang sudah dimasuki baru beberapa persen&#8221;. wah&#8230; </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">trus gw kagum tuh pas diliatin foto pas nurunin gua vertikal <strong>di daerah maros</strong>, anjrot! kedalamannya mungkin ada kali 100 meter mana single pitch lagi, trus mulut guanya bener-bener gede banget, di foto itu pas ada orang yang turun, anjrot! kecil banget, cuman titik gitu. kayak apa yah rasanya adrenalin mencuat.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">teorinya asik juga, nambah ilmu baru gw lah, ternyata gw baru tau kalo gua ntu adanya pada kondisi lahan tertentu, trus bahaya-bahaya gua, etika moral di gua plus ada pembelajaran manajemen memasuki gua. ngantuk? iya juga siy, namanya juga dijejelin ilmu dari jam 10 pagi sampe jam 10 malem. eh ternyata ASC ni menurut gw profesional juga loh, walopun anggotanya kebanyakan masih muda tapi pada tepat waktu, anjrot! kerenlah! trus yang gw salut, mereka ntu ngadain namanya evaluasi tiap hari pas mu tidur, ditanyain tuh kekurangannya panitia apaan, kerenlah.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">eh eh ternyata selain dapet ilmu masalah gua, gua dapat ilmu baru! LINDHE! tau lindhe? linting dhewe alias ngelinting (rokok) sendiri. pas istirahat, salah satu peserta yang bernama zona ngeluarin satu plastik tembakau plus kertas lintingnya. wah penasaran gw, nyoba ngelinting ah! eh ternyata susah juga loh! tembakaunya ntu gw blum bisa dibikin padat, pas ngeliat anak2 peserta yang lainnya (ibe,itox,adit,aril,said) dah pada jago ngelinting semua! anjrot! kalah bersaing gw! sampe-sampe si indah ngelintingin buat gw, untungnya dy juga ga bisa, kalo aja bisa,bisa-bisa hancur harga diri gw nih. yah&#8230; walopun lintingan gw ga seseksi yang mereka buat, gw coba lah.. eh asik juga bro! lebih enak dari pada rokok pabrikan. gw jadi inget ma temen sebelah kamar gw dulu, namanya amrozi, biasanya pas malem-malem mu ngerjain tugas ntu dia ngelinting rokok, tapi yang bikin gw tersiksa ntu dy make menyan buat rokoknya, anjrot! baunya itu loh! kayak mu manggil tuyul! ga tau tu, mungkin dy lagi semedi biar tugas laporan kuliahnya dikerjain ma tuyul kali.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;"><span style="color: #ff0000;">hari kedua</span>. yang jadi koordinator hari ini si indah, dy yang ngebangunin kita semua oya, selama diklat di hotel, kita juga tidur disana. asik juga, makan sehari tiga kali terjamin. sayang euy, pas materi jam pertama ngantuk banget, hehehehe, mungkin masih kebawa kebiasaan gw kali ya bangun diatas jam 7 jadi pas dengerin materi ntu kadang2 ketiduran, jadi ga enak ma panitia, hehehehe&#8230;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">materi pertama hari ini ntu pengenalan alat, sayang euy, gw kdng2 ketiduran, jadi gak tau namanya apa aja. pas materi kedua, panitia ngerti kalo anak2 pada ngantuk jadi disediain kopi. ngupi-ngupi dulu niy. huhuhuhu&#8230; ternyata dicampur rokok lintingan asik juga bro! duh kayaknya gw bakal ketagihan nih.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">next, belajar biospeleologi, belajar makhluk-makhluk hidup yang ada di gua. asik juga, materinya ga dangdut, berkelas, yang ngasih materinya anak-anak biologi ugm. ternyata makhluk-makhluk di gua ntu berbeda ma makhluk di luaran, yang pasti mereka ga punya mata ato fungsi matanya sudah tidak berfungsi selayaknya. kerenlah.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">habis itu belajar pemetaan gua, yang ngasih materinya mas er, penulis buku stasiun nol yang sekarang jadi acuan para dosen bagaimana cara pemetaan dalam gua. ternyata asik juga loh, beneran, dah lama gw gak ketemu ma namanya itung-itungan, itung model sudut, ketinggian, panjang dll. trus nembak klino ma kompas yang baik tu gimana, pokoknya diajarin semua. trus dilanjutin ma simulasi pemetaan gua, kita ngukur lorong-lorong hotel. pas ngukur di tangga, disinilah nama rambo dibaptis. dia disuruh seolah-olah berada di gua vertikal, jadi dipasangin set srt seadanya (namanya aja seolah-olah), trus carabiner cuman dipasangin di pegangan tangga, ni anak tiba-tiba dengan nekatnya mu nggantung, dy sangka aman, langsung aja panitia pada panik, buset dah, mu mati konyol kali tu anak. yeah, he got his nickname!</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">selese simulasi, istirahat plus mandi plus makan plus sholat, habis sholat nongkrong dulu ma anak2. nongkrong ga asik tanpa lintingan! yeahyeahyeah! palagi ada kopi, pas banget dah. nikmatnya sambil ngeliat matahari terbenam, sip tenan! boleh dicoba tuh di rumah, hehehe (mu digaplok apa?!)</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">lanjut! belajar <strong>fotografi dalam gua</strong>! wad! wah gw antusias banget dah! anjrot! pas dikeluarin kameranya plus blitznya, bikin ngiler&#8230;. manual-manual ganteng gitu. jadi inget pas ditawarin <em>nikkon fm2-t</em> yang bodinya titanium itu, 2juta bro! body doang tanpa lensa! anjrot! PENGENNNN!! ehm&#8230; yang ngasih materi mas freddy ma mas ab, trus diajarin juga pemakaian blitz tu gimana, ada tutorial cdnya, wah minta ah ntar, kereuunnnn! ternyata anak2 juga banyak yang penggila fotografi juga, eh ternyata zona ntu anak fotografi isi! wah belajar ma dy lah! langsung banyak nanya anak2, dari yng pertanyaan konyol sampe semi konyol, hehehehe&#8230;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana; font-size: xx-small;">next lagi! pemutaran film! film-film dokumentasinya asc. sekedar perlu diketahui, asc ni bisa dibilang sudah dikenal level nasional, bahkan sering dimintai tolong ma orang-orang luar, kayak pemasangan instalasi air di bribin yang bareng jerman. cuit..cuit! kereunnnn! yang diliatin ntu yang ekspedisi bareng <strong>SCTV </strong>ma <strong>globalTV </strong>ma evakuasi mayat yang bunuh diri udah 3 hari di gua (lupa namanya) di gunung kidul, hehehe&#8230; anjrot syerem juga tuh! guanya vertikal, yang masuk cuman 3 orang, 2 orang yang evakuasi plus 1 orang dokumenter, padahal mayatnya udah menggembung gitu&#8230; apa ga merinding tu ngeliatnya hehehehe&#8230;. yah hari ini selese.</span></p>
<p align="justify"><span style="background-color: #ff0000; font-family: Verdana; color: #ffffff; font-size: xx-small;">(next! part 2 ! diklat lapangan! how stupid i am! latihan 8m tergantung di atas sanah! turun 28m dengan gugup!)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/sibodag-dan-nguwik-diklat-asc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

