jaman gw masih sma… hmmm.. bisa dibilang waktu itu lebih dari setengah hari dalam hidup gw ada di sekolah. dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore gw bisa dengan senang hati tinggal di sekolah. entah itu kegiatannya cuman kongkow-kongkow, futsal, ngobrol-ngobrol di halte depan sekolah, atau kegiatan yang tidak jelas lainnya =D.

apalagi menjelang malam minggu, bisa jadi acara menginap di sekolah. dulu gw ikut kegiatan pramuka, yang kadang-kadang sebulan sekali mewajibkan setiap anggotanya untuk menginap di sekolah untuk suatu kegiatan.

ahh… ada cerita seru nih!

acaranya pelantikan anggota pramuka. acaranya selain melatih ketrampilan dan teknik yaitu kegiatan perploncoan. ahahahaha, biasalah.. anak sma.

nah kegiatannya itu kita dikasih kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan, model seperti keliling sekolah buat mencari apalah.. sampai keluar dari sekolah. kegiatan pertama di pos pertama, coba kalian akting kalau belanda lagi nyerang gimana? hmmm.. sepertinya tidak perlu dijabarkan seperti apa :hammer:, yang jelas mamalukman lah, sampai kegiatan-kegiatan di dalam sekolah selesai.

lanjut kegiatan di dalam sekolah selesai, kita diberi tugas-tugas untuk di luar lingkungan sekolah. dimulai dari didandani yang aneh-aneh dan juga tak lupa tugas-tugas yang tidak kalah ajaibnya. kebetulan sekolah gw letaknya di tengah-tengah pusat kota, apalagi ini malam minggu yang notebene banyak orang yang berkeliaran, hmmm… cocok sekali sebagai ajang untuk mempermalukan diri.

yah.. untungnya sih tidak aneh-aneh sekali didandaninya, masih menghargai sisi kemanusiaan kami kok :-0. tapi tugas-tugasnya itu…:nohope:. mulai dari minta tanda tangan beberapa orang yang lewat, nyanyi-nyanyi tidak jelas di trotoar jalan raya, meminta cap di pipi… oh ya.. untuk yang meminta cap di pipi ini punya cerita sendiri. ceritanya kita harus meminta cap sebuah hotel yang sudah ditentukan, saat itu kalau tidak salah sekitar jam 10 malam kita langsung menuju ke hotel yang dimaksud (dengan jalan kaki tentunya). hotel tersebut ternyata letaknya dekat dengan stasiun kereta dan posisinya agak masuk dari jalan raya, sebuah penginapan kelas melati rupanya. begitu kita masuk, kita langsung melihat seorang ibu yang gemuk dengan dandanan menor… sepertinya bisa ditebak siapakah dia =D. tanpa pikir panjang kita langsung menuju resepsionis untuk meminta cap hotel tersebut. setelah dicap di masing-masing pipi dan berterima kasih (disertai dengan tatapan heran sang resepsionis tentunya), kita langsung keluar dari hotel. di pintu keluar, si ibu-ibu menor itu berujar pada kami

“mau ‘maen’ dek?”…*buset… gak liat kita masih make baju pramuka yah?*

“nggak ah bu, nggak sesuai dasadarma”, timpal teman gw yang satu tim.

selesai memenuhi tugas-tugas ajaib tadi, kita langsung kembali ke sekolah. setelah dicek dan kita bersih-bersih dari segala kenistaan tadi, kita disuruh tidur.

sekitar jam 1 malam kita dibangunin. ahhh.. benar kan. jurit malam. di sini kita dibagi lagi perkelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang. setiap orang diberi satu lilin yang panjang telah dipotong menjadi setengah bagian dan dibekali juga dengan 10 batang korek api. kali ini jurit malam diadakan di komplek kuburan cina, yang jauhnya sekitar 2 km dari sekolah gw ini. setiap kelompok dilepas dari sekolah dengan selang waktu 10 menit, untung panitia tidak sampai ikut mengantar ke komplek kuburan alias hanya menunggu di sekolah. jadinya dengan cerdik kami menunggu agak sedikit jauh dari sekolah untuk berangkat bersama-sama. cerdas memang.

jam 1 malam, suasana kota yang mulai sepi tak sedikit pun menyurutkan langkah anak-anak ingusan dan mau saja dikerjai ini. yang ada malah ketawa-ketawa membahas hal-hal konyol yang ditemui ketiga tugas keliling kota tadi.

nah.. cerita anehnya…

gw ma farid, di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba didatangin oleh bapak-bapak yang ciri-cirinya kurus, berbaju safari, berkacamata, rambut ubanan dan mulai jarang, membawa tas (seperti tas tangan untuk guru) tapi tidak memakai alas kaki. bapak-bapak ini langsung menghampiri kita berdua dan bertanya

“mas.. anu…. smp ****** di mana ya?” “****” lupa gw

anjrit! ini jam 1 malam! mana kondisinya sepi sekali (walaupun di jalan raya). gw ma farid langsung gelagapan.

teman-teman gw yang di belakang langsung pada lari ngibrit lewat di belakang bapak-bapak itu. asem!! kita ditinggalin! tanpa mikir panjang kita berdua langsung lari dan tidak melihat ke belakang lagi.

ni beneran ya, gw masih ingat wajah si bapak-bapak itu. mirip dengan wajah guru geografi gw di smp…

tidak jauh dari lokasi kejadian tadi, kita sudah dekat dengan area perkuburan cina ini. karena kuburan cina biasanya megah-megah dan besar, maka bisa ditebak berapa besar luasnya area ini. oya.. di sini kita disuruh mencari balok bantara yang ditempatkan secara acak.

begitu kita dekat dengan pintu masuk kuburan itu, tiga orang teman gw yang tadi berangkat paling pertama sudah keluar menemukan balok bantara. wah sial, cepat banget… dan tidak setia kawan sekali =D. mereka bertiga langsung pulang kembali ke sekolah.

kita yang belum menemukan membentuk kelompok dan mencari bersama-sama. dengan dibekali lilin, kita mencari di setiap kuburan yang ada. untungnya kesan mengerikan sama sekali hilang gara-gara kita konsentrasi untuk mencari balok bantara. bahkan kita juga menemukan suatu lubang yang diperkirakan untuk dipakai besoknya, soalnya sudah disiapin semen-semen untuk menemboknya, tapi yang ada malah kita happy-happy, malah ada beberapa anak mencoba mengorek-ngorek kuburan tadi, siapa tahu ada balok bantaranya. bahkan si farid sempet-sempetnya mencoba menerjemahkan tulisan-tulisan di kuburan cina….

“hmmm… PHAO PHI CHAN….”

“artinya apaan ntu nyet?”

“pao pisan……” *bahasa cirebon = bego sekali*, buset di kuburan masih sempet-sempetnya ngelawak.

di sini malah kita menemukan barang-barang aneh yang tidak sesuai tempatnya, botol-botol bir yang kosong, kartu remi yang sepertinya sudah tidak lengkap lagi (oalnya dikumpulin sama teman gw, makanya ketahuan ga lengkap), hingga kondom…. gila… pantes hawa serem-seremnya sudah hilang. tidak jauh dari komplek kuburan cina ini, terdapat kuburan pribumi. nah… kalau yang ini jangan ditanya… melihatnya saja sudah bergidik dan tidak ada keinginan untuk mencari sampai kesana.

setelah semua orang mendapat tiap-tiap balok bantaranya, saatnya pulang.. eit!! ternyata baru jam 2an, cepat juga. salah satu teman gw menyarankan mendingan tidur disini aja, daripada kembali ke sekolah entar diapa-apain. akhirnya kita tidur di gapura depan yang cukup besar, dengan bangku-bangku semen yang memanjang dan memiliki atap. di tempat ini lah kami melanjutkan tidur yang tadi terpotong (walaupun tentunya gw gak tidur sih, lebih enak ngobrol-ngobrol). keren yak.. tidur di area perkuburan.

sampai akhirnya menjelang subuh, senior dengan menggunakan motor datang dan menyuruh kami kembali ke sekolah. nyenyak tidur dan kami kembali. ternyata tiga orang yang tadi duluan pulang dikerjain habis-habisan oleh senior (yaiyalahh..).

ahhh…. sma.. sma… ga ada matinya

Bookmark and Share

Related posts:

  1. jaman gw masih sma part 1
  2. Semalam di Kuburan
  3. iklan jaman dulu