Beberapa saat yang lalu saya membaca blog teman saya yang cantik ini, “your job is not your career”. Di dalam postnya disebutkan bahwa “passion” adalah hal yang terutama dalam hidup kita, begitu juga dalam pekerjaan. Bila kita melakukan pekerjaan tanpa disertai dengan “passion” yang ada kita tidak beda jauh dengan mesin, yang bekerja dengan semangat biasa-biasa saja, bangun pagi-pagi ke kantor hingga sore, tanpa mendapatkan kepuasan hati.

Passion…

Beberapa waktu yang lalu juga, saya membaca salah satu thread di kaskus yang dengan judulnya “Jangan mencari sukses”. Awalnya saya cukup kaget dengan judul thread itu, tapi setelah saya baca, ya.. saya setuju dengan isi thread itu. Thread itu ditutup dengan quotenya Bob Sadino

“Carilah pekerjaan atau bisnis yang bisa kau nikmati, yang ketika kau kerjakan dan selesaikan, kepuasan batin kau dapatkan. Sukses? Sukses hanya side effect dari kita menikmati pekerjaan”.

Jadi.. kita jangan mencari bisnis atau pekerjaan karena kita ingin sukses, tapi karena bisa kita nikmati. That’s all.

Bagi saya jauh lebih baik menjadi tukang ketoprak yang senang dalam melayani pelanggan dan puas ketika mereka suka dengan makanan kita dibandingkan Dirut suatu bank yang selalu pusing dan benci setiap ada masalah yang datang.

Jadi.. dengan pilihan yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, kenapa tidak kita pilih yang kita suka. Jangan pernah bilang bahwa kita selalu mendapatkan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Ingat, kita selalu diberikan pilihan oleh Tuhan. Kita bukan seperti robot yang sudah ditentukan jalannya.

Kembali ke “passion”, semuanya berhubungan dengan “passion”. Sudah seberapa besar “passion” dalam kehidupan anda, minimal dalam pekerjaan? Apakah anda tergolong orang yang menggebu-gebu ketika ada tantangan datang atau anda malah membencinya?

Saya bersyukur dilahirkan keras kepala. Saya sudah jauh dikenalkan komputer sejak SD dan ketika beranjak SMA, saya menemukan buku “Tips dan Trik membuat web dengan Photoshop” dan terbenamlah saya berhari-hari di depan komputer. Setiap pulang sekolah, saya pelajari buku itu. Di situlah saya menemukan “passion”, saya harus menjadi web developer sukses. Semua pilihan hidup yang saya tuju hanya satu jalan, sebagai web developer, titik. Seperti siasat perang Tsun Zu, saya telah membakar semua pintu keluar dan tidak menyisakan jalan kabur kecuali satu, jalan ke depan dengan impian saya.

Pekerjaan ini adalah pekerjaan impian saya. Saya suka ketika bertemu dengan masalah atau bug-bug dalam program dan bisa saya pecahkan. Bisa saya bilang ejakulasi pekerjaan sepertinya. Setiap selasai dengan satu masalah, saya tatapi masalah-masalah tadi dan saya berkata dalam hati “i did it!”.

Well.. mungkin saya masih sangat jauh dari kata sukses, saya belum apa-apa dibandingkan dengan Eric Emerson Schmidt, CEO Google .inc atau Jerry Yang dan David Filo, pendiri Yahoo! atau Mark Zuckerberg, pemiliki Facebook. Saya bukan siapa-siapa dibandingkan mereka. Tapi yang pasti saya sangat-sangat mencintai pekerjaan saya ini.

Ketika salah satu teman wanita saya yang bernama vany bertanya kepada saya, “Gak bosan mas dengan terus-terusan ngelihat laptop, pekerjaan seperti itu”, saya jawab dengan tegas “Jenuh sesekali sih iya, tapi untuk meninggalkannya tidak akan. Aku cinta pekerjaanku ini”.

Aku masih jauh dari sukses, tapi aku suka pekerjaanku ini.

My life is full with passion, how about you?

And life is too short for the wrong choice, you are blessed with a special gift, the gift is you can choose your own life. Take it and never regret


Bookmark and Share

Related posts:

  1. A Life Without A Risk, is A Life Unlived
  2. Ketidaknyamanan
  3. General, What’s your choice?
  4. rush hour, flu, life and vredeburg
  5. Going The Extra Mile