doraemon, siapa sih yang ga tau tokoh ini? sejak dimulai animenya di rcti pada tahun 1990 hingga saat ini doraemon masih tetap tayang setiap hari minggu. masih ingat, dulu saban mau nonton doraemon kudu muter antena tipi dulu, soalnya di kota gw (cirebon), rcti baru masuk plus siarannya gak jernih-jernih amat, bisa jernih kalau hujan turun dan tambah jernih ketika hujan turunnya dengan deras :hammer:

selain menonton animenya, dulu gw suka banget koleksi-koleksi manganya. bagian yang gw suka adalah kreativitas si pengarang, banyak ide untuk menciptakan alat-alat yang berguna untuk membantu di setiap kemalangan nobita. ketika gw beranjak dewasa dan porsi dalam berpikir gw lebih berat pada realistis, gak habis pikir gimana si fujiko f fujio bisa mendapatkan ide-ide aneh itu (walaupun kadang-kadang bersifat maksa, tapi whatever tetap keren lha).

dan yang gw suka adalah ketika gw baca yang bagian petualangannya, serasa ikut didalamnya. gw berdebar-debar ketika membaca doraemon versi petualangan tentang segitiga bermuda, sampe di sekolah (sd), gw dan teman-teman membahasnya. atau cerita tentang nobita yang tidak mau kalah dengan suneo dalam membuat film, wah.. gw sampe ikut-ikutan tuh, walaupun akhirnya mentok di gambar doang dan sekedar angan-angan belaka =D

tidak hanya berisi petualangan, kadang-kadang di akhir manga diisi dengan cerita yang menyentuh, yang akan membuat kita memandang langit dan menatap jauh-jauh ke sana…

well, sebenarnya gw udah lama nemu bagian the end of doraemon sejak lama. ketika sang pengarang meninggal sebelum menyelesaikan karya, banyak yang memperdebatkan bagaimana akhir dari si doraemon ini. ada 3 perkiraan :

  • Kisah pertama ?dan paling optimistik? dipublikasikan oleh Nobuo Satu beberapa tahun yang lalu. Diceritakan suatu hari, Nobita pulang ke rumah dan merengek-rengek mengadu ke Doraemon. Tapi tak lama, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan Doraemon; robot kesayangannya itu hanya diam dan tak menjawab keluhannya. Ia pun segera menelepon Dorami, adik Doraemon, dan meminta petunjuk darinya. Dorami kemudian memberi tahu bahwa baterai milik Doraemon habis. Lebih jauh lagi, Dorami menjelaskan bahwa robot kucing versi lama seperti Doraemon seharusnya memiliki cadangan baterai pendukung memori di bagian telinga, tetapi karena Doraemon telah kehilangan telinganya, ia tidak memiliki tenaga cadangan untuk menyimpan memori dan ingatannya. Satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali Doraemon adalah dengan mengganti baterainya, namun itu berarti Doraemon akan kehilangan seluruh ingatan tentang diri dan kawan-kawannya; termasuk tentang Nobita.Disaat bersamaan, polisi-waktu membuat peraturan baru dan melarang adanya “perjalanan waktu” dan menghalangi Nobita yang berusaha membawa Doraemon untuk diperbaiki di masa depan. Dorami kemudian memberikan pilihan: nekat menerobos polisi-waktu, memperbaiki Doraemon di masa depan, dan menghapus ingatannya atau menunggu seseorang dari masa depan datang dan memperbaiki Doraemon; Nobita memilih cara kedua. Nobita ?yang sangat kehilangan Doraemon? kemudian berjanji untuk belajar keras demi Doraemon. Usaha Nobita berhasil, tiga tahun kemudian Nobita lulus SMA dengan nilai terbaik dan menjadi seseorang yang sangat populer di sekolahnya. Meskipun demikian, sifat Nobita yang ceria dan optimistik hilang, ia menjadi seorang kutubuku yang selalu menyendiri. Dua puluh sembilan tahun kemudian, diceritakan Dekisugi yang telah menjadi presiden Jepang, mengadakan reuni dengan Suneo dan Jaian. Ketiganya membahas mengenai masalah tentang “hilangnya” Doraemon dan tentang Time Paradox; sebuah teori yang menjelaskan bahwa sejarah dunia dapat berubah dengan diciptakannya mesin waktu. dan dari percakapan itulah terpapar alasan kenapa patroli waktu tak memberikan ijin nobita untuk memperbaiki Doraemon di masa depan, karena nobita itu sendiri yang menciptakan Doraemon. setelah diperbaiki, doraemon menjadi mempunyai telinga dan berwarna kuning, dipeluknya erat-erat Doraemon. Dan mereka hidup bahagia selamanya
  • Yang kedua, akhir yang lebih pesimistik mengusulkan bahwa Nobita menderita autisme dan semua karakter yang ada (termasuk Doraemon) adalah karakter fiksional dalam imaginasinya. Ide bahwa Nobita sakit yang membayangkan semua seri di tempat tidurnya untuk membantunya menghilangkan depresi dan tekanannya membuat marah banyak fans. Banyak fans di Jepang protes diluar markas utama penerbit dari seri setelah mengetahui tentang hal ini. Penerbit akhirnya mengeluarkan pernyataan publik bahwa hal ini tidak benar.
  • Yang ketiga berisi bahwa Nobita jatuh dan kepalanya terbentur batu. Ia mengalami koma. Untuk mendapatkan uang untuk operasi agar Nobita selamat, Doraemon menjual seluruh peralatannya di kantong ajabnya, namun, operasi tersebut gagal. Doraemon menjual semua peralatannya kecuali satu alat yang ia gunakan untuk mempersilahkan Nobita kemanapun ia mau, pada akhirnya, Nobita ingin pergi ke surga.

- – - >> sumber : wikipedia

- – - >> manga akhir doraemon : titiw.com

entah kenapa, dari tiga akhir yang diperdebatkan itu. gw lebih memilih yang nomor dua. pasti sangat jahat jika akhir ini diberikan pada anak-anak kecil yang belum tahu apa-apa. tapi jujur, gw lebih suka yang nomor dua.

gw bisa memilih nomor dua karena sepertinya mencerminkan hidup, hidup yang kadang-kadang tidak berjalan dengan apa yang kita inginkan. selain itu, lebih memuaskan imajinasi gw karena tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. terlintas pada pikiran gw, bagaimana hebatnya imajinasi nobita bisa sampai mengimajinasikan banyak hal.

just my 2 cents..

Bookmark and Share

Related posts:

  1. hari ini indonesia merdeka dan sayah bangun dengan perasaan mellow