
Untuk kau yang terlelap malam ini,
Sudah beberapa bulan kita jalani bersama menuju suatu rencana. Kau dan aku sudah berbagi bermacam-macam mimpi dan menciptakan banyak rencana. Banyak yang bilang kehidupan kita nanti takkan semudah apa yang kita bayangkan. Tak apa sayang, mereka mungkin benar tapi yang pasti akan kujalani kehidupan kita berdua nanti dengan senyum dan senang.
Mungkin ada kalanya salah satu dari kita berdua termakan emosi, tapi ingatkah janji kita dulu? Jika ada salah satu yang emosi, yang lainnya harus diam dulu mengalah hingga dia bisa berfikir secara logis.
Untuk kau yang tertidur lelap,
Tak sabar aku ingin mengajakmu meniti hutan, menggandeng erat tanganmu, mencari bunyi riak air sungai dan menemukannya, dan kita beristirahat disana.
Tak sabar aku ingin bersamamu, mencari tempat-tempat rahasia kita. Menikmati sepuasnya, membiarkan kosong pikiran kita tanpa batas. Membiarkan matahari menghitamkan kulit kita. Membiarkan angin laut memeluk tubuh kita. Hanya kita berdua. Tidak perlu ada kata-kata yang diucapkan, karena kita telah disatukan.
Aku beruntung menemukanmu. Kita satu impian dan satu keinginan. Bagaimana kabar buku travel yang kita beli di hari aku mengajakmu dengan rencana kita? Apakah kau masih membacanya? Apakah ketika membacanya, kau berangan-angan kita berdua sedang disana? Kalau buku itu rusak karena kau sering membacanya atau karena perjalanan kita nanti, tak apa sayang. Aku lebih suka seperti itu.
Untuk kau yang tertidur lelap,
Mungkin tinggal beberapa bulan lagi rencana kita terwujud. Doaku adalah agar semuanya berjalan lancar dan akupun pasti tahu kalau doamu begitu.
Kelak di hari bahagia itu, kita akan mengawali perjalanan hidup kita berdua.
Dua keril, dua pasang kaki, satu tujuan.
#TheWorldIsOur
the image from here
Related posts:





April 1st, 2011 at 8:19 am
ahaa,, pasti terwujud,,dimana acara? cirebon? hehehe