Tadi sore, saya menyempatkan untuk menelpon salah satu teman. Teman yang baru saya kenal dua minggu lalu ketika masih di Pare dulu. Dia adalah salah satu anggota yayasan keagamaan yang sudah pernah berkunjung dari ujung Aceh sampe Papua.
Ketika saya masih di Pare dulu, selesai kelas, kami selalu menyempatkan makan siang bersama. Selepas makan siang, kamu lanjutkan bercerita apa saja. Dia bercerita tentang petualangannya, tentang perjalanan scooternya, tentang enaknya kari di Aceh, tentang mahalnya biaya hidup di Papua.
Dia bercerita bagaimana yayasannya dulu berusaha mendatangkan Sakti ex-Sheila on 7 untuk datang ke Aceh. Dengan kendala modal yang sedikit, dia dan teman-temannya memutar otak mencari cara. Deathlock. Sampai akhirnya, mereka yakin yang penting nekat duluan dan percaya namanya keajaiban itu pasti ada. Intinya dijalankan dulu saja, ada masalah apapun biarkan saja kita hadapi nanti.
Akhirnya, dengan keyakinan dan kenekatan itu, keajaiban datang. Dari pihak Garuda memberikan potongan harga tiket sebesar 60% untuk mendatangkan Sakti dan semua acara mereka di sana berjalan dengan baik.
Teman saya itu selalu mengulang-ulang kalimat, “nekat berkat, was-was tewas”. Kalimat itu tersimpan di dalam ingatan saya hingga sekarang.
…..
Saya mencari nomor telponnya di phone book, “Wildan.global-e pare special class”. Nada sambung terdengar, beberapa kali nada sambung mengulang sampai akhirnya terdengar suaranya.
“Halo, is it Mr. Wildan?”
“Ah.. yes yes, halo Mr. Ridwan!!”, jawabnya agak kaku.
Dia berkata bahwa dia sedang di mobil dalam perjalanan menuju Lombok.
Basa basi tentang menanyakan kabar, tentang perjalanannya. Saya selalu mengajaknya untuk berbincang dalam bahasa inggris, sekedar untuk mengingat hasil belajar kami di Pare. Setelah berbincang selama 15 menit, saya sudahi karena saya rasa dia tidak nyaman karena sedang di dalam mobil.
Beberapa saat setelah itu, ada sms masuk.
“Mr Ridwan, maghrib now. Insya Allah before lebaran i’ll go back home and give you my new number. Dont give up, go to the top, dont care what people say. Go”
…
Saya tersenyum. Saya teringat bagaimana dia selalu menyemangati kami. Kubalas smsnya.
“Nekat berkat, was-was tewas.. Ahahahaha.. i always remember what you said”
Ayo kita menjadi orang yang nekat, berhentilah terlalu mengira-ngira tentang bahaya di ujung jalan sana, karena hidupmu akan menjadi membosankan.
Hidup orang nekat!
Related posts:





August 1st, 2010 at 10:27 am
hihihi setuju! gue juga mau nekat ah… nekat ….. mendapatkan cintanya hugh jackman! ooouch! wkwkwkwk
August 1st, 2010 at 4:13 pm
si engkong K mau dikemanain mbok? apa dijadikan sebagai selir lo saja?
August 6th, 2010 at 4:21 pm
ohhheemmjiii,,
inspiring pe
hhehhehehh