Suatu saat, kehidupan setiap manusia akan terjebak dalam suatu gua gelap yang berisi kemapanan keteraturan, dan mereka senang berada di dalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan di sana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua itu. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka tidak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya…
Mereka tidak mempunyai mimpi..
Dari api unggun, gambaran dunia luar memantul pada dinding-dinding gua dan mereka hanya puas dengan memandang pantulannya…
- Plato
Related posts:





July 5th, 2010 at 12:27 pm
oooh…. lg jd filsuf ya? hehehe
July 5th, 2010 at 1:34 pm
yoi mbok, belajar dari guru besar filsuf gw
July 6th, 2010 at 8:21 am
akhirnya mampir kemari lg.. eh nemu plato :p
July 7th, 2010 at 3:57 am
iye, lo juga pernah nulis plato dan socrates ttg bagaimana mencari cinta kan? yup.. socrates is so wise
July 7th, 2010 at 5:29 pm
yeah, plato.dan emang susah keluar dari zona ny(aman)
July 7th, 2010 at 6:03 pm
yah.. zona nyaman itu memang sulit dilepaskan, sebenarnya saya sendiripun sulit, tapi memang harus dipaksakan
July 9th, 2010 at 11:37 am
goa plato…itu nama nya…
July 9th, 2010 at 2:06 pm
yup, gua plato
. dulu ada kaum yang namanya sophis. kaum yang cukup terpelajar namun sayang, mereka materialistis. berbeda 180 derajat dengan socrates yang benar-benar mengabdikan diri untuk ilmu. socrates yang mengajarkan masyarakat untuk tidak terbuai dengan kenyaman. karena kaum sophis ini ketakutan dengan tingkah laku socrates yang bisa saja menggugat kedudukan mereka, akhirnya mereka membunuh socrates.