Madness Nite With Conversation Class
 

Belajar bahasa inggris di Pare terkenal dengan singkatnya, bahkan dengan pertemanan. Kadang kita hanya bisa mengenal teman-teman kita selama dua minggu dan setelah itu kita tidak akan bertemu lagi, karena mereka bisa jadi sudah pulang ke kotanya masing-masing.

Tapi menurut saya, dua minggu itu cukup untuk saling mengenal.

Sampai jumpa lagi teman-teman, kalau ada kesempatan semoga kita bertemu lagi

Bookmark and Share
Terjebak
 

Suatu saat, kehidupan setiap manusia akan terjebak dalam suatu gua gelap yang berisi kemapanan keteraturan, dan mereka senang berada di dalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan di sana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua itu. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka tidak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya…

Mereka tidak mempunyai mimpi..

Dari api unggun, gambaran dunia luar memantul pada dinding-dinding gua dan mereka hanya puas dengan memandang pantulannya…

- Plato

Bookmark and Share
Oh Tuhan, Izinkanlah Aku Sekali Lagi
 

puncak lawu bersama sahabat-sahabat terbaik saya

Lawu (2005)

Kau akan mengenal siapa dirimu sesungguhnya

Ketika kau mendaki gunung

Bookmark and Share
A Life Without A Risk, is A Life Unlived
 

Me climbing in Casteli by Gummi Stóri.

A life without a risk is a life unlived

- donny dhirgantoro, 5 cm

sungguh berbahagialah orang-orang yang hidup dalam kenyamanan, namun ia memilih untuk tidak merasa nyaman

orang-orang yang hidup dalam kemapanan, namun ia memilih untuk tidak merasa mapan

mereka yang hidup dengan banyak pilihan

Bookmark and Share
Mahameru
 

Menindaklanjuti posting yang sebelumnya “teruskanlah, nak” dan menindaklanjuti impian saya untuk muncak Mahameru, saya tuliskan beberapa informasi tentang mahameru. (Lebih tepatnya saya sedang sakau mahameru)

semeru batuk-batuk

gunung semeru (source)

Mahameru merupakan puncak dari gunung semeru. Untuk bisa ke gunung semeru, untuk yang dari arah barat seperti Jakarta dan kota-kota lain harus ke Malang terlebih dahulu. Untuk transportasi ke Malang sebenarnya terdapat banyak pilihan seperti bus atau kereta api. Untuk kereta api sendiri ada dua pilihan, Gajayana untuk kelas eksekutif dan Matarmaja untuk kelas ekonomi. Saya sendiri sih untuk pergi ke sana inginnya menggunakan Matarmaja, ingin sekali saya resapi setiap tulisan yang ada di dalam cerita 5cm. Harga tiketnya sendiri bagai bumi dan langit, untuk Gajayana sekitar Rp. 300.000 dan Matarmaja sekitar Rp. 50.000. Lama perjalanan dari Jakarta – Malang dengan menggunakan Matarmaja sekitar 19 jam, sedangkan Gajayana sekitar 14 jam.

stasiun kereta malang

stasiun kereta api malang ( source )

Setelah sampai di stasiun kereta, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan kota yang berwarna biru jurusang Gadang – Arjosari. Kemudian dari Arjosari dilanjutkan lagi dengan angkutan kota menuju Tumpang. Jika muatan kita banyak, lebih baik disarankan agar angkotnya dicarter saja.

Sesampai di Tumpang, disini kita akan menumpangi jeep. Kita bisa carter atau menunggu jeep tersebut penuh hingga 15 orang. Dari Tumpang, dengan perjalanan menggunakan jeep menuju Ranu Pani, pos pendaftaran sebelum start mendaki semeru. Perjalanan dari Tumpang ke Ranu Pani sendiri sudah dimanjakan dengan pemandangan yang indah.

perjalanan tumpang ke ranu pani

pemandangan dari Tumpang ke Ranu Pani ( source )

perjalanan dengan jeep

perjalanan dengan jeep ( source )

Di Ranu Pani terdapat pos pendaftaran. Kalau tidak salah syarat-syarat pendaftarannya adalah foto copy KTP dan sejumlah uang untuk registrasi. Dan kalau tidak salah dengar, akhir-akhir juga dibutuhkan surat keterangan sehat dari dokter. Oh iya, satu hal yang harus anda lakukan sebelum ke sini adalah memastikan dahulu, apakah semeru sedang diperbolehkan untuk didaki atau tidak karena tidak lucu juga kalau sudah jauh-jauh datang ternyata sedang tidak boleh didaki. Dan informasi yang saya dapat, ada tanda tangan di atas materai bahwa pihak penjaga telah memperingati maksimal pendakian hanya sampai Kalimati saja, tidak sampai puncak. Well… sebenarnya sih boleh-boleh saja mendaki sampai puncak, tapi kita juga bisa memaklumi ketika para penjaga diminta pertanggungjawabannya ketika ada masalah di puncak. Saya rasa wajar-wajar saja. Toh dari awal kita sudah tahu kapasitas diri kita seperti apa.

pos pendaftaran ranupani ( source )

Setelah pendaftaran di Ranu Pani, di sinilah start awal pendakian gunung semeru. Siapkan tenaga, mental dan impianmu. Mahameru, kami datang.

rute perjalanan semeru;

rute perjalanan mahameru ( source )

Untuk pos pertama, bisa dibilang Ranu Kumbolo lah pos pertamanya. Ranu Kumbolo merupakan danau indah yang terdapat di ketinggian. Di tempat ini lebih sering dijadikan camp untuk istirahat sehari, karena perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo sendiri bisa sampai enam jam.

ranu kumbolo pagi hari

ranu kumbolo, sunrise ( source )

ranu kumbolo

ranu kumbolo ( source )

Setelah bermalam di Ranu Kumbolo, saatnya menuju Oro-Oro Ombo. Dari Ranu Kumbolo, kita akan dihadapan sebuah tanjakan legendaris yaitu Tanjakan Cinta. Ada mitos yang mengatakan apabila kita bisa menyelesaikan tanjakan itu tanpa pernah berhenti, tanpa melihat ke belakang dan selalu membayangkan pasangan yang kita impikan, pasti dia akan menjadi milik kita. Ahh.. entahlah, saya sendiri tidak tahu itu benar apa tidak :D , tapi setahu saya tanjakan dengan jarak 30 meter dan kecuraman sekitar 30 derajat ini mengajarkan kita untuk teguh pendirian dan tidak melihat masa lalu. Sepertinya sih…

Continue »

Bookmark and Share
Teruskanlah, Nak
 

teruskanlah, nak

seorang ayah sedang membantu anaknya agar bisa mencapai mahameru, puncak abadi para dewa (cemoro tunggal)

Salah satu wishlist saya adalah muncak mahameru dan harapan terbesar saya adalah muncak dengan bundanya anak-anak. Seperti kata-kata yang saya dapat dari suatu buku :

Mendaki mahameru bukan berarti kita telah menaklukan gunungnya, tapi menaklukan diri kita sendiri

Mahameru adalah perjalanan hati

sumber

Bookmark and Share
Semalam di Kuburan
 

kuburan tionghoaDari judulnya mungkin anda menebak tulisan saya berikutnya adalah sebuah sinopsis film horro khas Indonesia. Nyatanya dugaan anda salah sekali karena apa yang saya tulis merupakan salah satu pengalaman seru saya. Yep, semalam di kuburan, bukan “ranjang bergoyang”, bukan “beranak kembar dalam kubur”, bukan juga “dugem setiap malam jumat kliwon”.

Apakah saya terkait suatu kegiatan paranormal? Oh tidak… Alhamdulillah sampai saat ini saya masih diberikan cukup kewarasan untuk menyadari bahwa mencari rezeki itu tidak perlu menjadikan diri kita sebagai babi yang tolol itu. Tidak lucu juga kalau-kalau nanti istri saya tiap hari harus begadang untuk menjaga lilin yang digunakan sebagai pengganti nyawa saya. Saya masih waras kok.

Lantas apa dong?

Dulu, ketika saya masih SMA, saya termasuk anak yang aktif berorganisasi. Saya mengikuti salah satu ekstrakulikuler abadi nan cihuy, yaitu Pramuka. Salah satu kegiatannya adalah pengangkatan menjadi Bantara. Ya… ukuran anak SMA yang kegiatan-kegiatannya tidak jauh dari perploncoan, pengangkatan menjadi Bantara juga seperti itu. Intinya “mari kita membuat tolol diri kita masing-masing”.

Klimaks acaranya adalah mengambil balok Bantara di sebuah komplek kuburan yang cukup besar di Cirebon. Keren kan? Keren dong… dan yang pasti kegiatannya tengah malam buta.

Jam satu malam, kami para anggota calon Bantara start berjalan dari sekolah. Berbekal setengah batang lilin dan tiga korek api, kami berjalan satu-satu kesana, well… awalnya sih memang satu-satu tapi karena kami cerdas akhirnya kami janjian di suatu tempat untuk jalan bersama-sama. Alhamdulillahnya lagi, senior-senior tidak ada yang mendampingi. Jadi konvoilah kami ke kuburan itu beramai-ramai di tengah malam buta.

Satu jam perjalanan dari sekolah. Kompleks kuburannya merupakan gabungan dari kuburan khas tionghoa dan kuburan pribumi. Anda bisa membayangkan sendiri seperti apa kuburan khas tionghoa, tentunya besar dan megah.

Kami semua berkumpul di depan gapura kompleks kuburan. Ternyata ada beberapa teman kami yang tidak setia kawan dengan duluan mencari balok Bantara dan lekas pulang.

Malam itu angin cukup kencang namun cuaca cerah, bulan pun sedang purnama-purnamanya malam itu. Menggunakan lilin malam itu tidak terlalu efektif, untung sinar bulan bisa membantu kami.

Beramai-ramai kami mencari balok Bantara. Walau sudah ada yang menemukan tapi tetap membantu mencari untuk yang belum menemukan. Entah, kesan saya dengan kuburan khas tionghoa malam itu tidak terlalu mengerikan, hanya kesan angkuh yang saya dapat. Walau kami menemukan sebuah makam yang baru digali lubangnya atau makam orang yang baru saja meninggal, kami tidak takut sama sekali. Malah beberapa kali kami bercanda di sana, memikirkan kalau ada vampire cina yang keluar tiba-tiba atau memplesetkan nama teman-teman kami menjadi nama khas tionghoa. Namun.. begitu pencarian kami mulai ke arah kuburan pribumi, dreeengg… suasananya langsung berubah mencekam. Masih teringat dalam ingatan saya bagaimana berkabutnya kuburan pribumi. Tidak ada satupun dari kami yang berani mencari ke sana. Pohon-pohon besar yang berada di kuburan pribumi menambah ketakutan kami. Telinga dan mata kami menjadi lebih sensitif terhadap apapun. Kalau saja ada suara-suara kecil atau sekelebat cahaya apapun, pasti kami langsung mencari-cari dari mana sumbernya. Belum lagi dengan anjing-anjing liar yang hanya ada di kuburan pribumi.

Syukur, setiap anak sudah mendapatkan balok Bantaranya masing-masing. Karena baru satu jam kami disana dan masih lama dari waktu yang diberikan oleh senior, kami berleha-leha dulu di salah satu kuburan tionghoa yang sangat besar. Mengobrol, bercanda, tertawa, tidak ada satupun yang takut saat itu. Kamipun sempat membahas kenapa kami ketakutan dengan kuburan tionghoa, entahlah… yang kami rasa malah seperti sebuah pondokan.

Ketika menjelang subuh, senior kami datang untuk mengecek dan menyuruh kami untuk segera kembali ke sekolah. Ternyata, teman saya yang duluan pulang pertama kali, dikerjai habis-habisan oleh senior karena ketidaksetiakawanannya. Hehe.. Makanya…

Bookmark and Share
Mamaku, Guru Ikhlasku
 

Mother's Love by Life in AsiaNZ.

Saya ingin bercerita sekali lagi tentang wanita yang sangat kuat, yaitu mama saya. Yep.. mama yang membawa banyak arti dan pelajaran dalam hidup saya, termasuk salah satunya adalah belajar ikhlas.

Beberapa bulan yang lalu, saya dan keluarga saya dikejutkan oleh berita buruk. Mama divonis penyakit mematikan yang tidak dapat disembuhkan, hepatitis C. Mendengar berita itu, membuat saya lemas dan terdiam hari itu. Si papa berkali-kali menghela nafas, ya.. saya yakin papa pasti mengalami kesedihan yang mendalam walau tidak ada air mata yang menetes. Mama? Mama tidak seperti kami semua, mama malah semakin lebih banyak tersenyum, untuk ukuran orang yang divonis penyakit mematikan mama memang aneh.

Sepulang dari rumah sakit, saya langsung masuk kamar dan mengunci diri sendiri. Saya berlarut dalam kesedihan, walaupun saya tahu cepat atau lambat saya akan kehilangan orang tua tapi saya tidak membayangkan akan kehilangan seperti ini.

Ketika saya menjenguk si mama di rumah sakit, sekali lagi mama lebih banyak tersenyum. Selera makannya malah tidak berkurang sama sekali. Semua makanan yang disediakan rumah sakit dihabiskannya. Mama yang banyak berbicara dan setiap bahan pembicaraannya berbotot, tetap seperti adanya. Mama yang suka membaca buku dan sering meletakkan buku itu di bawah bantal, tetap seperti biasa. Kacamata tidak boleh jauh dari dirinya. Koran baru selalu harus ada tiap hari. Televisi harus menyiarkan selalu acara berita. Mama tetap seperti itu, walau beliau tahu beliau divonis penyakit mematikan. Seolah-olah tidak ada penyakit di dalam dirinya

Entah, tiba-tiba saya seperti anak kecil berumur delapan tahun di hadapannya. Saya tiduran di kakinya, ingin sekali mengatakan bahwa anaknya ini sangat sedih. Tapi saya tahu, mama saja yang sakit malah tegar kenapa kita yang tidak sakit malah tidak tegar.

“Yang namanya umur siapa sih yang tahu, walau mama sakit belum tentu juga mama yang dipanggil duluan oleh Allah. Ya udah, santai aja kan? Jalani saja hidup. Sambil mencari pengobatan, ya mama lakukan saja apa kebiasaan mama seperti biasa”

Deg… Betapa ikhlasnya mama menjalani hidupnya. Ketika akan pulang, kucium tangannya lama-lama. “Ma.. cepat sembuh ya”

Beberapa minggu kemudian, di rumah saya diadakan pengajian untuk mendoakan kesehatan si mama. Alhamdulillah, banyak sekali yang datang. Ya, ini buah hasil mama yang sangat supel, mama yang mau bergaul dengan siapa saja, mama yang mau menolong siapa saja. Lagi-lagi saya hanya di dalam kamar, saya tidak ingin orang-orang tahu kalau saya menangis…

Keajaiban itu datang. Ketika mama pertama kali berobat ke salah satu klinik hati di Jakarta, kami semua dikagetkan dengan hasil laboratorium yang didapat. Si mama ternyata tidak sakit sama sekali. Semuanya sehat wal afiat. Bahkan si papa sampai harus meminta sumpah si dokter dua kali bahwa si mama tidak sakit. Mendengar kabar itu, mata saya meneteskan air mata bahagia.

Ma… Alhamdulillah, lebaran kali ini masih ada mama.

Bookmark and Share