KISAH KERTAS LEKAT CATATAN ? POST-IT ?

Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak
teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat.
Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya – 3M -
telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat
dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi.

Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah
tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih
tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya
kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu,
ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang
hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang di edarkan oleh 3M adalah
lebih dari US$100 juta. Oleh karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta
setiap tahun


KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER

Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts,
Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia
pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang,
bagaimana keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut.
Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika
berita itu disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen
dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel
Hawthorne. Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel
Hawthorne dengan penuh kemesraan seraya berkata ? Abang sekarang
tentunya punya waktu untuk menulis buku. ? Nathaniel Hawthorne
mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel
Hawthorne kemudian terus menulis dan menghasilkan sebuah novel yang
termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter.


realistis atau pemimpi?

hidup itu tanpa batas bukan? jangan pernah membatasi apapun

atau terlalu banyak kejutan di kehidupan kita?

*ayo semangat2

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Sabar Itu Punya Batas
  2. Kla Project – Hidup Adalah Pilihan