Hari ini aku semakin mengkokohkan egoku tentang hidupku yang tak akan pernah diatur oleh suatu instansi, yang takkan dibatasi waktunya, yang tidak akan dipersulit oleh birokrasi.
Hari ini Rafilla Azzhara, ponakanku, berulang tahun keempat. Di hari yang merupakan miliknya ini, ayahnya tidak berada disampingnya menemaninya. Salah seorang pemimpin daerah di suatu kota di Sulawesi telah menahan kepergiannya untuk ikut merayakan hari di mana dia bertambah umur. Atas dasar nama “bagi hasil” atau entahlah apa yang mereka sebut “pelicin”, mereka telah berhasil menahan kedatangan ayahnya.
Bupati, atau pemimpin suatu kabupaten, telah menahan ayahnya untuk datang ke pulau Jawa. Beliau menahan ayahnya yang mencoba berusaha dengan cara baik. Beliau telah menyandera kebahagiaan putrinya di hari ini (sekali lagi) atas dasar nama “bagi hasil”. Ukh, rasanya ingin sekali aku memakai kata kutip pada kata bagi hasil. Majas sarkasme ingin sekali kudengungkan
Semoga anda, bupati yang sedang kuceritakan, takkan pernah merasakan bagaimana hati anak anda ketika dia harus merayakan ulang tahunnya tanpa kehadiran anda disampingnya.
Semoga anda, bupati yang menginginkan “bagi hasil”, takkan pernah merasakan bagaimana ketika anda tidak bisa menggendong putri anda yang pertama, mengangkat tinggi dia seolah menantang langit, dan berkumandang di dalam hati anda “Wahai langit! Wahai bumi! Buah hatiku akan menjelajahimu! Persiapkan dirimu kelak ketika dia dewasa”.
Semoga anda tidak sampai pernah merasakan… rasanya melihat putri anda bergembira riang.. di saat-saatnya yang lincah… apalagi putri anda termasuk anak yang sangat aktif.. yang suka bergerak ke sana kemari…. susah diatur.. namun tetap lucu
Semoga anda tidak merasakan ketika istri anda berkeluh kesah bahwa harus merayakan ulang tahun putrinya sendirian, tanpa didampingi suami tercintanya. Di dalam hatinya terasa pilu..
Semoga anda tidak akan pernah merasakannya.
Aku takkan pernah ingin seperti ini… tenang keluargaku.. tenang anakku… tenang istriku…
Related posts:


August 4th, 2008 at 3:09 pm
August 4th, 2008 at 7:08 pm
hmm….. rasanya kepingin ngedit tulisan lo deh… banyak kata2 yg acak2an hehe *senyum iblis sang editor*btw bro, lo kesel karena kudu nungguin ponakan lo sendirian kan? ngaku lo!
August 10th, 2008 at 3:17 pm
Gila kerasa banget emosinya. masi menunggu versi unsencorednya ni.btw soal desain, gw masi pusing berat nih mpe. ampe malu OL gw.arggghhhh>>>>>>>>> :ngacir:
August 12th, 2008 at 4:10 pm
pe, tolong ya, gw terharu nih…ihik… ihik…*standing applause for u, cieee*