SAPARDI DJOKO DAMONO, hm… tau puisinya dari mana wan? gw punya buku “apresiasi puisi” karangan prof. herman j. waluyo yang gw punya dari jaman sma, inget dulu ditugasin neliti puisi ma bu mae ( halo bu mae, kangen sama kekonyolan ibu). tertarik ma puisi, trus ke gramedia, ketemu ma buku ini, pas diliat, ternyata kumpulan-kumpulan puisi yang dibagi per periode, bagus banget bukunya, tiap puisi dibahas, seperti makna-maknanya.
trus dari situ sempet tau puisinya sapardi, hingga 5 tahun kemudian…. ridwan dipertemukan dengan komputernya wida…disinilah anak manusia ini bertemu lagi dengan puisi-puisinya sapardi.
hasil dari ngoprek harddisknya wida, nemu mp3 yang aneh, nama foldernya SAPARDI, dengan segala keingintahuanku, aku coba mendengarkannya melalui winamp, dan ternyata… ridwan langsung jatuh cinta dengan lagu-lagunya.
akustik, itu alasan pertama, kedua, lirik-liriknya bagus, ketiga, yang ngebawaiinnya bagus banget, emosi dan maknanya nyampe, kayak dalam bis, seolah-olah gw tuh ada di dalam bis, dalam perjalanan jauh, ato gadis kecil, yang gw bayangin tuh seorang gadis kecil yang sendirian. tapi yang membuat gw pertama kali suka tuh sajak kecil tentang cinta, maknanya dalam.
karena gw ngira sapardi tuh nama band, langsung gw cari di internet, nyari-nyari di situs e-lyric make nama artistnya sapardi, kagak nemu2 ( ya iyalah ), baru pas nyari lewat google, gw mampir di salah satu blog yang kebetulan ada di hasil pencarian google, dan disitulah sayah baru nyadar, ternyata sapardi tu pengarang puisi, rupanya yang gw dengerin tu namanya puisi yang dilagukan ato lebih cocoknya dimusikalisasi, dan langsung pulang nyari di buku gw tadi.
ternyata…. bagus….(dah ga bisa ngungkapin apa-apa lagi saking bagusnya)
yah… sapardi djoko darmono.. kata buku “apresiasi puisi”, puisi-puisinya dikenal sebagai puisi yang sangat sopan, sangat gramatikal, dan sangat lembut. puisi-puisinya kebanyakan memberi kesan bahwa puisinya adalah puisi kamar yang harus dibacadalam keadaan sunyi, namun banyak juga puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibawakan di pentas ).
puisi-puisi yang baru sayah tahu yang dimusikalisasi ntu :
- gadis kecil
- dalam bis
- hatiku selembar daun
- ketika jari-jari bunga terbuka
- buat ning
- hutan kelabu
- sajak kecil tentang cinta
- dalam diriku
- nokturno
- hujan bulan juni
- aku ingin
iya, dalam satu album ada sebelas lagu, tapi belum tau yang bawainnya siapa, ntar blog walking lagi ato tanya si wida lagi dah ( eh, katanya juga ada lagi puisi yang dimusikalisasi selain sapardi ).
berikut puisi-pusi sapardi plus pemaknaan dari buku apresiasi puisi :
aku ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
kata apresiasi puisi : dalam “aku ingin” penyair ingin menyampaikan bahwa cinta sejati itu tidak perlu dinyatakan dalam kata-kata yang berbunga-bunga, atau disertai janji-janji muluk. cinta sejati kadang bersifat misterius, yaitu dengan kata yang tak sempat diucapkan. cinta antara kedua makhluk itu begitu sederhana dan luluh bersatu seperti luluhnya kayu dalam api yang menjadikannya abu.
cinta sejati juga tidak perlu isyarat-isyarat. hati kedua insan yang saling bertautan dan membuat keduanya lebur dan musnah seperti awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. setelah awan dan hujan menyatu, mereka berdua siap dalam ketiadaan.
kata sayahyangsoktau : aku ingin mencintai dengan sederhana… penulisnya pinter banget dah, dengan adanya kata-kata “sederhana”, puisinya bahkan dibuat dengan sederhana. seolah-olah semuanya sederhana, tidak perlu banyak sanjungan ( bahkan tanpa ), tidak perlu ada janji-janji didalamnya. tidak perlu berpuluh-puluh kalimat ( hanya 6 kalimat dan 2 kalimatnya hanya perulangan ), iya… aku ingin mencintaimu dengan sederhana. tapi ga tau, menurut sayah, mungkin sebuah kenaifan ada didalamnya. yah… mungkin
sajak kecil tentang cinta
mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu(mu) harus menjadi aku
kata sayahyangsoktau : yah! ini puisi (ato sajak ) yang paling gw suka! unik! apalagi pas dimusi-kalisasi, bagus banget. sayang, pemaknaannya dalam buku apresiasi puisi gak ada, jadi gw ngomentarin apa adanya. terlihat dari bait pertama sampai kelima, terang-terang sapardi menytakan bahwa untuk mencintai sesuatu, ia harus menjadi bagian dari yang dicintainya ato harus mengikuti yang dicintainya. tapi pada baris terakhir, sapardi malah menjelaskan mencintaiMu(mu) harus menjadi aku yang menurut sayah malah menyatakan untuk mencintaiMu(mu) harus menjadi diri sendiri seutuhnya. sayah meletakkan (mu) karena sayah belum nemu literatur langsung dari sapardi apakah Mu disini diartikan kekuatan yang besar (tuhan) atau mu disini berarti suatu individu, suatu benda hidup atau mati.Untuk tautan bait ke bait, sayah sendiri belum memahami dengan pasti, tapi, kalo Mu disini diartikan tuhan, sayah baru ngerti artiannya. begini, untuk mencintai ciptaanNya, kita harus menjadi bagian dari ciptaanNya itu sendiri, tapi untuk mencintai pencipta, kita harus menjadi diri kita sendiri. ng… arti sesungguhnya siy belum begitu ngerti, ada yang mu bantu?
nb: buat yang ngatain sayah lagi melankolis (terutama cindy), jujur, sayah lagi ga melankolis, tapi lagi asik belajar, belajar apapun
No related posts.





July 18th, 2007 at 8:24 am
nama yang ngebawaiinya rupanya Reda Gaudiamo (Reda) dan Tatyana Soebiyanto (Nana). ada yang punya albumnya? berminat nih…
July 31st, 2007 at 9:14 pm
Sapardi? Sapardi adalah pria tua yang romantis. Dulu, album musikalisasi puisi ini, beredar secara terbatas di FSUI. Ada dua album sebenarnya, ?Hujan Bulan Juni? dan ?Hujan dalam Komposisi?. Saya merasa beruntung sekali pernah memegang versi asli dari kedua album tersebut. Kalau tidak salah, sekitar tahun 1992, album ini kemudian diperbanyak, walau tetap secara terbatas. Ari dan Reda, merekalah yang awalnya me-musikalisasikan puisi-puisi Pak Sapardi. Mereka juga yang ?bersenandung riang di Teater Kolam FSUI dengan hanya bermodal gitar dan bangku panjang? membuat saya terkenang-kenang pada masa-masa itu. Album yang Anda dengar, merupakan album baru. Judulnya Gadis Kecil. Bisa di dapat di Aksara Kemang. Reda? Reda saat ini menjadi editor senior di Majalah Femina. Selamat menikmati puisi-puisi lirih. Selamat menyendiri dengan keheningan kata! Anda bahkan masih bisa menemui Pak Sapardi dengan kemeja sederhana, dan sendal Lily mencangklong tas sederhana melewati jalan-jalan di depan FSUI, meloncati genangan-genangan air sisa hujan semalam. Irfan http://twitter.com/irfant
August 3rd, 2007 at 11:15 am
hehehe.. makasih buat mas irfan. ngomong-ngomong masih ada ga yang jual album-album yang lainnya. berminat banget euy. selain di jakarta di jogja juga ada yang punya g ya?
November 2nd, 2007 at 1:17 pm
Hahaha SDP(singkatan asal2an dan tidak baku yang meta bikin) Hal yang meta inget ttg dia,kelas 3 SMP bareng sohib yang juga suka banget ma beliau mencoba memusikalisasi Hujan Bulan Juni yang akhirnya ancur total mengingat yah you knowlah suara meta kaya gimana kalo dipake nyanyi. trus puisi “Aku Ingin” sukses dijadiin “puisi kacangan” buat ngerayu pasangan, sebelum akhirnya seseorang dari masa lalu menyadarkan makna terdalam dari puisi tersebut (melebihi analisa dan apresiasi dari ahli sastra manapun) sampai akhirnya menyadari kalo “Aku Ingin” bukan hanya tersusun dari kata-kata yang romantis tapi pemaknaan dari kata-kata itulah yang bikin puisi ini begitu terdengar indah. last, ada satu puisi yang bikin meta tersanjung dan meminta dalam doa “God, plis kirim satu orang yang bisa membantu saya menyelami makna terdalam dari puisi ini.” The day will come When my body no longer exists But in the lines of this poem I will never let you be alone The day will come When my voice is no longer heard But within the words of this poem I will continue to watch over you The day will come When my dreams are no longer known But in the spaces found in the letters of this poem I will never tired of looking for you Hehehe mungkin satu-satunya unsur intrinsik yang ada di otak meta ttg puisi-puisinya Sapardi adalah romantisme but pengalaman empirislah yang membuktikannya. oh yah tanggapan atu lagi buat Hujan Bulan Juni adalah cinta platonis, hufff yah emang nggak ada abis2nya ngupas tu puisi. trus, meta punya MP3 musikalisasi puisi2 Sapardi, lumayan lengkep terutama dari Dua Ibu (Reda dan Nana) dari album “Gadis Kecil”, yang paling-paling keren adalah “Aku Ingin”, “Hujan Bulan Juni”, ama “Nokturno” Kubiarkan cahaya bintang memilikimu Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu ? Entah kapan kau bisa kutangkap… yahh…. tapi bagi meta ada yang lebih indah dari semua puisi-puisi itu, namanya Al Quran, terutama surat 55… Hanya Allah-lah Sang Pencipta Segala Keindahan dan aku pun takluk dalam keindahan cinta-Nya “maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan ?”
November 28th, 2007 at 8:19 am
,,, skalian nannya nih ada yg tau sejarah puisi Aku ingin gak??????? kasih tauu yap… segera thx!
December 7th, 2007 at 10:19 pm
Kebetulan pernah wawancara dengan Pak Sapardi. Jadi tau pandangan2nya tentang puisi dan seni… I love this person
Favorit abisss!!!
January 24th, 2008 at 1:27 pm
Nuwun sewu, kebetulan mampir dan ingin memberi info seputar musikalisasi puisi ini. Pertama, tentang albumnya, bisa diperoleh di TOKO BUKU AKSARA, Bengkel DEKLAMASI TIM, WAPRESS BULUNGAN. Atau pesan langsung ke redagaudiamo@yahoo.com atau EKI PRODUCTION, Jl. Padang 27/30, Jakarta no. telp. 021 8312377 dengan TINI (0818789067). Bulan Januari lalu, saya dan Ari Malibu mengeluarkan album musikalisasi puisi lagi, judulnya BECOMING DEW. Kembali membawakan puisi Sapardi Djoko Damono. Dua di antaranya kami ambil versi Inggrisnya: Don’t Tell Me (Jangan Kau Katakan) dan Sonnet X. Kalau ingin pesan, sila menghubungi alamat-alamat di atas juga.
Kalau ingin kirim komentar, sila mampir ke blogspot kami, Dunia Ari Reda -arireda.blogspot.com. Kami tunggu. Dan akhir kata, dari lubuk hati paling dalam, kami mengucapkan terima kasih yang amat sangat kepada semua teman-teman yang sudah menyukai pekerjaan kami. Terima kasih!
reda
ps: buat Irfan, info saja: saya dulu bekerja di Gadis (tahun 86-88) dan sekarang sudah pindah kerja untuk yang ke 12 kalinya…. agak kebangetan, memang ya….. TETAP SEMANGAT, FAN!
January 28th, 2008 at 1:30 pm
suka bangt sama puisi nya yang ‘aku ingin’..
sangat suka,,sangat suka,,
January 28th, 2008 at 1:41 pm
@tie
you’re welcome
:beer:
February 2nd, 2008 at 10:02 am
..mencintai cakrawala, harus menebas jarak..
cara menebasnya bagaimana?
salah satu resolusi tahun ini : bertemu Sapardi Djoko Damono…hehehe..semoga kesampaian yah
salam kenal
February 3rd, 2008 at 10:19 am
misi omm aku copy puisinya boleh ga?
February 3rd, 2008 at 1:33 pm
gak boleh!! :marah:
hehehehe..
:-0
copy ya copy aja mas, bukan asli puisi saya juga toh
February 12th, 2008 at 4:42 pm
Bagi yang ngefans sama Om SDD dan ingin menikmati life performance lirik2 indah puisinya, datang aja ke TIM 14-15 feb ini karena ada pentas dan musikalisasi puisi Sapardi Djojo Damono pada pukul 20.00 See you there guys..
February 12th, 2008 at 9:03 pm
Sapardi Djiko Damono, kebanyakan orang cm tau dari pelajaran sastra da sekolah yang benar2 payah… sayng sekali!! sudah saatnya kita mengisi bagian kecil dari hidup kita dengan puisi, Biar sedikit lebih gemulai kalo sy mengutip kata2 perca… o,iya minta informasi dong dmn saya bisa dapetin mp3 musikalisasi puisinya Sapardi, thanks yah….
February 13th, 2008 at 5:07 am
@inal
ahhhh!! pengennya nonton live musikalisasinya!!
sayang… :nohope:
@ami
kata temen sy yang di ui depok, katanya disana masih ada yang ngejual cdnya. klo sy punyanya mp3 (alias bajakeun) dapat dari temen. tapi pengen banget punya cd aslinya euy!!
salute buat pak sapardi
:beer:
March 13th, 2008 at 3:01 am
tanggal 15 february kemaren, gw sama temen2x gw dapet kesempatan mentasin musikalisasi puisi Pada Suatu Hari Nanti versi gw and temen gw (kita berdua yg compose, gw nyanyi temen gw piano – kls 2 SMA). nama event-nya Puisi-Puisi Cinta di TIM. the whole thing was just awesome. in the end, kita bisa salaman, foto, and ngobrol2x kecil sama Sapardi. orangnya lucu and baik banget.
ada bu/mbak Reda juga, sama yg main gitar lupa namanya sapa. TOP ABIS. gila tuh suara jernih banget. gw sedikit bangga pas gw keluar panggung, si mbak Reda udah nungguin di samping sambil bilang, “Aku mau salaman dong sama yang nyanyi!” padahal mereka abis tampil and gw udah takut kebanting aja.
pokoknya it was a great way to appreciate Sapardi’s poems, and gw cuma mau cerita pengalaman gw.
KEEP LOVING SAPARDI! <3
March 13th, 2008 at 3:29 am
btw, gw lagi make tuh buku Apresiasi Puisi by Waluyo buat bikin Extended Essay gw skrg. 4000 kata, cing. Judul essay gw: Empat Penyair Indonesia dan Puisi Cinta. buat sekolah -_- gw ngebahas pengungkapan cinta chairil, rendra, sapardi, and joko pinurbo. blom selesai, due jumat besok. doain dapet nilai bagus, ya… x)
p.s. band Sapardi? kocak tuh hahaha.
March 13th, 2008 at 8:20 am
@karina
yah.. kemaren juga udah dikasih tau ma mbak reda acara 15 feb ntu. berhubung gw lagi di jogja.. yah apa dayaku :-0
met sukses ya sama tugasnya :-0
band sapardi? ahahahaahah
March 13th, 2008 at 11:48 pm
“karena gw ngira sapardi tuh nama band, langsung gw cari di internet, nyari-nyari di situs e-lyric make nama artistnya sapardi, kagak nemu2 ( ya iyalah )”
hihi itu maksud gw. kocak2x. hahah.
thank you, 500 kata-an lagi selesai nih. x)
March 14th, 2008 at 8:30 am
@karina
hehehehe… iya, maksud gw ntu
waktu itu gw belum tau sapardi ntu apaan. makanya gw kira ntu nama grup band ato duo
*ngakak*
April 2nd, 2008 at 4:21 pm
mungkin gw orang yang paling telat kali yah, baru tau karya2nya pa sapardi. itu juga gara2 gw liat profilnya di kompas blm lama ini, eh langsung terpikat deh. coba cari2 di internet, gw nemuin salah satu artikel ini, kocak baca ceritanya. untung gw ga ikut2an nebak dia nama band hehehe…..btw kok susah banget yah nemuin buku2 puisinya di gramed? dimana lagi yah gw bisa nemuin buku2nya dia, lagi sakau neh ma karya2nya pa sapardi hehehe
April 2nd, 2008 at 5:04 pm
masa ga ketemu? yakin udah ngubek-ngubek gramed :hammer:
kalo ga coba cari di perpustakaan daerah, biasanya ada kok
lebih baik terlambat dari pada bengong pas anak-anak ngomongin puisinya sapardi =D
April 9th, 2008 at 5:19 pm
sapardi merupakan seorang pembuat puisi yang sangat bagus
Dari:@d3**
April 11th, 2008 at 8:44 pm
Thanks dah nulis arti puisi “Aku Ingin”
Puisi ini satu2nya puisi yang gue hapal, tapi gue gak tau artinya…cuman nebak2 aja interpretasi sendiri…
April 12th, 2008 at 12:54 am
@ade & fitri
yah… pak sapardi… :-0
semua penggemar pak sapardi, harap ngacung tangan!!!
May 16th, 2008 at 3:08 am
Saya suka puisi,tp kalau puisi itu dibacakan sy jadi gak suka.Dan kalau puisi itu dibawakan dgn musik sy lebih suka.Pas denger musikalisasi puisinya Sapardi sy jd tertantang utk mencoba membawakannya.Nah kalau temen2 mau lihat buka saja YOU TUBE cari “Remen Ngunjuk”..Promosi?? gak jg,itu karna sy mau membagi kebahagiaan..Salut buat pak Sapardi dan teman2nya yg membuatkan musik dan lagunya.
May 24th, 2008 at 7:24 pm
eh. ak jg penggemar prof sapardi djoko darmono loh.. kak astri pengen ketemu prof?? beliau pembimbing tesisnya papakuu. hhamau titip salam?
June 19th, 2008 at 5:13 am
hallooo… kebetulan mampir, sayah teh lagi nyari perbandingan puisi… buat tugas kul sayah, tapi bingung euy!! ada yang punya contoh perbandingan puisi tak? help me…
June 20th, 2008 at 1:37 am
coba cari puisinya sapardi judulnya pada suatu hari :beer:kalo timing-nya pas bisa ikutan gila
July 15th, 2008 at 8:07 pm
heuheuheuudh dari dulu tau pusinya yg aku inginyah ampuunpak sapardi, bunuh aja skalian sayahahahahahaaasalute!eh dy tinggal dkomplek dosen UI cputat bkn?kita samperin aja yuk!hehe
August 5th, 2008 at 12:43 pm
i love your poems….
August 12th, 2008 at 4:29 pm
sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………………..
September 2nd, 2008 at 3:47 pm
ada mp3-nya”aku ingin mencintaimu dengan sederhana” ?minta dong !!! plisssskirim ke email dong….!email : geritz2000@yahoo.comthankssalam kenal Febri
September 7th, 2008 at 11:35 am
ya ampun…mendadak aku jadi suka banget dengan puisi ‘aku ingin’karena mirip dengan apa yang terjadi sama aku..
September 18th, 2008 at 1:16 pm
sapardi adalah sosok pejuang cinta keabadian
October 12th, 2008 at 8:29 pm
Sumpah!Kambing oranye…lo kocak n polos banget…kalo Sapardi tau dia dikira nama band gmana ya reaksinya? ha ha ha…Nyari buku sastra di gramed mah emang susah.soalnya peminat puisi di Indonesia masih minim…sedangkan gramed sekalipun punya motto ingin memperluas wawasan anak bangsa tetap aja profit oriented…susahlah kalo ngejual buku yang jarang diminati orang.Kalo mau ke toko buku yg di TIM (kalo mo niat beli) tapi kalo cuma minjem doang mah ke perpus FS aja, UI kek Unpad kek UGM kek gw yakin cukup lengkap.
Tapi gw juga baru tau kalo puisi dy yang lain dimusikalisasi .gw taunya yg Aku Ingin doang…jadi penasaran.
(pengen bikin lo iri)- gw dari masih TK udah sering ketemu die…cuma gwny aja yg bego kaga tau die ‘siapa’…sampe sekarang kalo ketemu masih anggep biasa aja…bego ya padahal punya kesempatan buat nyerep ilmunya…tapi gw udah jauh dari dunia sastra seh…semenjak masuk dunia sains…baru akhr2 ni aja gw rindu pgn liat sastra kembali.
October 17th, 2008 at 10:48 pm
kumpulan puisi sapardi yang ‘hujan bulan juni’ jadi buku ‘pegangan’ saya saat nyusun skripsi di teknik mesin ugm (1995) ha..ha..ha.. yang lain lalu bilang saya anak sastra mesin.
October 19th, 2008 at 7:53 am
Pertama kali saya mengenal puisi pak Sapardi (saya panggil pak sebagai rasa hormat saya pada beliau) adalah saat saya kelas 3 SMA.
Siang itu kelas kami sangat ribut…maklumlah kami sudah bosan belajar dari pagi sampai jam 15.30… Semua murid sudah tak sabar ingin pulang, kebetulan ibu guru yang mengajar adalah guru baru yang masih muda (kecil, putih, pake jilbab, dan cantik). Pokoknya kami semua sudah tak bisa diatur, inginnya pulang aja.
Karena kewalahan menenangkan kami, tiba-tiba ibu guru menuliskan puisi “Aku Ingin” karya pak Sapardi di papan tulis.
Kalimat pertama, kelas masih ramai. Kalimat kedua, kelas masih ramai. Kalimat ketiga….tiba-tiba keramaian mereda.
Pada kalimat keempat keramaian semakin mereda. dan pada kalimat kelima “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan” tiba-tiba sudah tak ada suara lagi di kelas. Semua menunggu kalimat keenam selesai ditulis.
Dan setelah puisi tersebut selesai ditulis, kami semua (sekitar 40 anak kelas 3 SMA) terdiam selama beberapa saat…bengong, tersentak dengan puisi ini. Beberapa anak langsung menyalinnya di kertas dan buku masing-masing.
Itulah gambaran, kedahsyatan salah satu puisi beliau….
Sayang, selama 4,5 tahun kuliah di UI, saya belum sempat menemui pak Sapardi…Mungkin setelah pulang ke Indonesia saya akan sempatkan main ke Depok dan menemui beliau sekedar menyatakan hormat saya atas karya-karya beliau.
November 19th, 2008 at 2:33 am
buat tmn2 yang suka puisi..coba kita memahami lagi bait demi bait tentang puisi aku ingin.. kalo menurut saya itu tentang perselingkuhan..coba baca lagi bait-baitnya makasih
November 25th, 2008 at 10:12 pm
gue baru tau nama darmono ketika seorang perempuan mengirimiku puisi di subuh hari.dan akhirnya aku mulai jatuh hati pada puisiyakeren abis….
January 7th, 2009 at 2:35 am
[...] Sumber [...]
January 14th, 2009 at 3:38 pm
“aku ingin” dari judul yang simple tapibermakna luas, puisi ini menyentuh hati, kalangan manapun dengan mudah memaknAI PUISI INI .
February 20th, 2009 at 7:47 pm
Maaf,untuk arfah: it’s DAMONO bukan DARMONO, aih aih..
March 5th, 2009 at 9:56 am
Two tombs up 2 `The Maestro Sapardi Djoko Darmono’
Subhanallah…. Ada kenangan tersendiri dengan `Aku ingin..`Prof. Sapardi.
Waktu itu aku sedang menunggui prosesi `akad nikah` kakak tertuaku di gereja. Pas acara sungkeman ama ibu bapak, Paduan Suara Gereja melantunkan lagu `Aku ingin`. Saat itu hampir seluruh keluarga meneteskan air mata. Bapak, ibu, kakak keduaku, dan aku sendiri. Padahal sebelumnya aku paling anti dengan yang namanya menangis. Sampai sekarang lantunan lagu itu masih sering terngiang. Bahkan semakin terpatri…
April 17th, 2009 at 10:08 am
gunung tak mungkin menjadi padang pasirbukanlah hujan menjadikan bencana
May 5th, 2009 at 3:05 pm
Sama seperti Irfan, saya sempat memiliki album aslinya saat kuliah di FSUI. Tapi kemudian dipinjam pacar saya ketika itu berinisial AMP dari jurusan sastra Indonesia FSUI dan kemudian dihilangkannya. Nyesel banget! Kalau ada yang masih punya, saya mau beli deh. Harga kolektor! Tapi saya akan coba info langsung dari Reda di atas. Thank’s.Bhayu M.H.Author http://www.lifeschool.wordpress.com(The 1st Daily Updated Indonesian Blog)
May 5th, 2009 at 8:39 pm
boleh minta kumpulan mp3 musikalisasi puisinya sapardi ga? cz saya baru punya yg ‘hujan bulan juni’nya doank.. Btw penulis buku ‘apresiasi puisi’nya itu dosen saya tuh..
May 15th, 2009 at 12:57 pm
Salut untuk sapardi, ah siapapun dia… penulis yg tak boleh dipandang sebelah mata, bukan karena prestasinya melainkan karena kesederhanaannya…begitu, ia selalu disebut sebagai ikon sederhana
May 28th, 2009 at 3:59 pm
knapa y, dengan ngebaca puisi aku ingin, aku rasa…itu bukan puisi yang bagus untuk ngegambarin cinta.bagiku, cinta bukanlah sesederhana kayu dengan api,cinta ga ada yg sederhana,,cinta tu misterius.
June 1st, 2009 at 10:53 am
wa aq tertarik bgt ma auisi”x Pak Sapardisederhana tapi bermakna bgt…..indah bgt de…
June 15th, 2009 at 10:52 pm
Top banget…^^oya comment juga dunk teman-teman… di blog kuhttp://suara-hati-kita.blogspot.comTHanx y…
June 15th, 2009 at 10:53 pm
tolong ya,,,,http://suara-hati-kita.blogspot.com
June 18th, 2009 at 8:26 am
inspirator terbaik….in my life.
July 11th, 2009 at 7:29 pm
saya angt suka puisi bpk…………………….yg paling saya suka…………..aku ingin…………….in my prayer……………….
August 13th, 2009 at 8:19 am
Kok puisi yang dianalisanya yang itu saja.Hanya analisa Srukturalnya saja.Analis struktural tingkat ke duanya ngga Pak?
August 13th, 2009 at 8:26 am
Oh iya satu lagi,ada kata yang salah pada kalimat kelimat ke tiga bait pertama.Seharusnya “kayu kepada api yang menjadikannya abu”,bukan debu seperti yang tertera diatas.Terimakasih.
September 3rd, 2009 at 9:49 am
PUISINYA BAGUS BANGET DAN ROMANTIS ……………………………………….BOLEH DONK
September 7th, 2009 at 1:21 am
“doa para pelaut yang tabah” ada yg punya ga, bagi ya udah lama nyari ga dapet2
November 15th, 2009 at 11:36 pm
Kalaulah hakikat seseorang boleh diikhtisarkan, hanya kata sederhana yg tepat utk melukiskan SDD. Cermati pakaian beliau, cara jalannya, esai-esainya, dan puisinya. Semua menuju ke satu arah: Sederhana. Namun, sederhana tak sama dgn gampang. Coba tengok lagi “Aku Ingin”; sederhana, bukan? Tapi apakah gampang memahaminya? Jika Anda jawab ya, ya iya. Jika Anda jawab tidak, ya tidak. Bergantung kedalaman tafsiran. Saya sendiri puluhan tahun bergaul dengan puisi itu, tapi tak berani saya mengatakan itu puisi gampang. Ada ruang kosong dalam puisi itu, yang minta kita isi–kita genapkan. Bukankah puisi itu bicara tentang kata dan isyarat yang tak sempat terucapkan? Maka, tak pernah tahu kita apa kata dan isyarat itu sebenarnya. Kekosongan itulah yg mesti kita isi dengan tafsiran masing-masing. Terserah apa saja. Namun, tetap harus bertumpu pada konteks yg disediakan beliau. Artinya, ga boleh ngawur. Betapapun, “Aku Ingin” sungguh indah dalam kesederhanaannya. Hanya puisi yg sederhana, indah seperti ini, yg sanggup membuat pipi kita dialiri air mata. (Terima kasih, Pak Sapardi.)
December 22nd, 2009 at 12:17 pm
Saya lupa persisnya kapan mengenal puisi Sapardi, kalo nggak salah jaman kuliah di FE, masih di Salemba..Puisi-puisinya sangat bagus, sangat menyentuh, dengan segala kesederhanaannya. Ada lagi puisi yang sangat bagus, judulnya “Berjalan ke Barat di Waktu Pagi” (kalo nggak salah). Saya sudah lama ingin sekali memiliki transkrip puisi2nya secara lengkap, tapi belum nemu. Saya baru tau kalau puisi yang dimusikalisasi tidak hanya “Aku ingin”. Terima kasih atas informasi2 yang sudah diposting disini, saya jadi tau kemana harus mencari.
March 20th, 2010 at 4:05 am
wah… untuk postingan saya yang ini sangat banyak sekali yang mengisi komennya
maaf ya.. kalo saya baru balas sekarang
March 24th, 2010 at 10:04 pm
Aku ingin! Beuh! Singkt padat dan jelas! Dalam banget maknanya!
Yg punya blog salam kenal yah! Btw, ane kaskuser juga gan!Kunjung balik yah!
March 30th, 2010 at 5:42 pm
AKU INGIN …. wow… puisi [lagu] ini aku selipkan saat aku menerima sakramen perkawinan! Saat memasangkan cincin ke pasangan jiwaku, koor dengan sangat mengharubiru menyanyikan puisi indah ini… sangat indah… terima kasih Oom Sapardi !!!
March 30th, 2010 at 8:23 pm
@tommy, waw… indah sekali ya
selamat ya untuk pernikahannya, semoga abadi bahagianya
March 30th, 2010 at 9:49 pm
@MP, amen bro… thank’s a lot ya doa nya…. aku lagi nyari2 kaset/cd nya nih… nyanyi sendiri bisa sih… tapi kan lebih enak di nyanyi in hahaha….
March 31st, 2010 at 4:55 am
saya ada sih mp3nya, nanti deh kucoba upload 1-1, soalnya ni di tempatku lagi lambat uploadnya
March 31st, 2010 at 11:41 am
Belum ada masa untuk mengantarku ke sana [UI] bro..
Bro, boleh kirim 1 dulu donk… yg AKU INGIN ke japri ku? ya… ya… ya… plis….
pasangan jiwaku juga minta tuh…. salam kembali katanya…
ini alamat emailku bro : tomatmaniz@yahoo.com
thx before bro…
June 16th, 2010 at 2:21 pm
assalamu’alaikum bapak melankolis Indonesia…saya sangat acungkan jempol Bapak Sapardi,,,,seandainya Bapak mengizinkan, saya ingin mendapatkan ilmu dari Bapak…
December 1st, 2010 at 10:02 pm
Salam kenal.
mohon ijin untuk berbagi info ..
Kami menyediakan buku-buku karya Pak Sapardi Djoko Damono.
Barangkali tertarik, silakan lihat info lengkapnya di http://rumahbelanjaaulia.wordpress.com/2010/11/20/buku-buku-sapardi-djoko-damono/
Terimakasih.
January 24th, 2011 at 8:36 pm
Halo,saya menjual buku-buku karya Pak Sapardi Djoko Damono. Barangkali ada yang berminat, silakan kunjungi http://rumahbelanjaaulia.wordpress.com/2010/11/20/buku-buku-sapardi-djoko-damono/
Terimakasih
January 30th, 2011 at 10:13 am
puisinya bagus,,,:)
March 8th, 2011 at 9:33 am
puisi ini sangat bagus sekali karena pada kata-kata yang ditulis sangat sederhana dan maknanya sangat mendalam.
May 20th, 2011 at 8:02 am
Pak Sapardi Djoko Damanoanda adalah salah satu puitis terbaik setelah pak Chairil Anwarandai aku bza menjadi seorang puitis seperti anda
June 10th, 2011 at 3:29 pm
ikutan baca ya,.. aku suka juga,… mampir ke blog ku,..
November 20th, 2011 at 4:30 pm
Bisa tolong kirimkan lirik atau teks puisi “gadis kecil ke alamat email saya nggak ??
April 16th, 2012 at 12:05 pm
di atas saya ada segerombolan gelas tumpah
September 6th, 2012 at 10:07 am
Saya pecinta karya-karya Bapak Sapadi Djoko Damano. Pertama kali baca puisinya, sebagian beben hidup saya terasa berkurang. Bisa jadi inspirasi.