For All Ladies, Here’s My Greeting
 

I never get bored with jazz especially with fusion, smooth or electrical jazz. For the example, T-Square, the legendary fusion jazz band from japan. I’m so lucky for having a big brother who loves jazz. He has introduced me jazz when i was kid and until now, in my playlist there are so many jazz songs.

When i heard “just like a woman” by t-square, it represents how beautiful woman that god made. Imagine that there is no woman in this world, you know.. men are made for the cruel thing, and women are made for balancing the side of men, they born with the beautiful side.

You know this phrase, “there is always good lady behind successful gentleman”, that’s why how important woman in our life. I’ve heard many stories from my friends when they get big problem, and then talk to their wife, get smile from her or hug, even a kiss, suddenly they feel better than before. They’re inspired by their beautiful wife.

Or, when they got married with having nothing, but his wife always supports him. Keep struggle together, and the result is their life got better, even more successful than before.

My parent’s friend told, “there is no rich bachelor in the world, so.. if you want to be success, you must have a wife first”. For the first time, i didn’t think that what they said is true. But after i’ve heard so many successful stories, i believe what my parent’s friend said is true.

Yeah.. because the woman. God bless you all ladies :)

And for all ladies, here is my greeting, you’re the magnificent creation that God ever made.

just like a woman – T-Square

Bookmark and Share
Paradoks Ambisius
 

Ambisius, itu kata-kata yang melekat dengan diri saya, dilabeli oleh si mama.

Saya memang cukup keras kepala untuk masalah pilihan hidup. Bagi saya, tidak ada kompromi sama sekali untuk hidup saya. Apa yang saya mau, saya inginkan, harus saya dapatkan.

Dulu, saya bisa dengan berani mencemooh orang dengan jalan pikiran yang tidak sesuai dengan saya, tidak segan-segan saya berkonfrontasi dengannya. Intinya ya debat kusir, saya keras kepala dan mereka juga keras kepala.

Saya dulu percaya, bahwa apa yang saya mau harus saya dapatkan dengan perjuangan, dengan keras kepala tentunya. Tidak jarang juga hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Kecewa? Tentu.

Hingga akhirnya suatu titik, disaat kekecawaan saya bertubi-tubi,  yang saya rasakan hanya lelah. Walaupun kalau hasilnya berhasil, yang ada hanya kesenangan sesaat, karena kemudian pasti saya dihadapkan lagi dengan masalah ya lain. Senang sebentar, kemudian kembali misuh-misuh. Alur kehidupan saya seperti rollercoster, naik turun, dan rasanya melelahkan.

Lama-lama saya belajar, hidup seperti ini rasanya capek. Saya hanya bisa bersenang-senang sesaat lalu kembali misuh-misuh, kenapa saya tidak bisa bersenang-senang terus?

Kemudian saya belajar untuk tidak berharap, karena tadi, kalau harapan saya tercapai saya pasti senang, selesai harapan itu tercapai dan dihadapi masalah lagi, pasti saya kembali misuh-misuh, lingkaran setan kata diri saya. Oke.. saya tidak akan berharap apapun, saya akan menjalani hidup berlalu, bagaikan air.

Ketika saya mencoba untuk tidak berharap, yang saya rasakan hidup saya seperti tidak memiliki tujuan. Saya seperti berjalan di kerumunan tanpa tau mau kemana. Saya tidak bertanya kepada siapapun. Yang ada saya melangkahkan kaki hingga kemana pun saya tidak tahu.

Stop! Ini bukan kehidupan saya! Saya tidak akan pernah menjadi besar dengan cara ini!

Saya bertanya pada diri saya, apa yang salah dengan diri saya? Saya menjadi ambisius, salah. Menjadi orang yang go with the flow, salah.

Ada satu kata yang mengganggu saya selama hidup, ketika menjadi sangat ambisius, kata-kata itu saya benci. Rasanya seperti orang lemah saja menurut saya. Dulu saya sangat yakin, bahwa kehidupan kita itu yang menentukan kita sendiri. Saya meyakini hal itu dalam-dalam. Mendengar kata “itu” membuat saya alergi. “Maaf.. saya tidak selemah itu”.

Ikhlas, itu kata yang dulu membuat saya cukup alergi. Rasa-rasanya tidak jantan sekali dengan kata itu menurut saya dulu. Bagi saya ikhlas hanya digunakan ketika kita akan menyumbang atau bersedekah, selain itu kata tersebut tidak cocok digunakan untuk perjuangan hidup. Itu menurut saya dulu.

Saya ternyata lupa, kalau dulu saya pernah membuktikan kata itu. Dulu, ketika saya masih kecil, dengan berbagai keinginan saya, saya bisa saja meraung-raung nangis memaksa orang tua saya. Saya memang anak bungsu dan saya yakin pasti permintaan saya akan ditanggapi. Tapi waktu itu dengan keinginan saya yang besar akan suatu benda, saya tidak gunakan kebiasaan saya, meraung-raung. Saya berbeda dengan saya biasanya, saya hanya memandangi barang yang saya suka, tersenyum dan dalam hati saya berkata “Kalau dibelikan ini sama mama, sepertinya menyenangkan yah…”, saya ikhlaskan keinginan saya.

Dan ternyata, keinginan saya terkabul tanpa saya perlu meminta dulu kepada orang tua saya.

Ikhlas. Kata yang dulu saya sangat benci, sekarang sedang saya coba tanam dalam-dalam di hati saya. Saya masih belajar dengan kata ikhlas itu.

Saya belajar bahwa memiliki keinginan itu bagus, membuat kita memiliki arah dalam kehidupan. Terlalu berharap keras dengan terwujudnya keinginan itu hanya akan membuat kita sendiri lelah, untuk pengimbangnya adalah ikhlas.

Berjuang, ikhtiar, tawakkal dan ikhlas.

Percaya deh, menjadi orang yang meledak-ledak itu melelahkan. Karena saya pernah menjadi orang seperti itu.

ikhlas

gambar dari sini

Bookmark and Share
General, What’s your choice?
 

Suddenly, in this middle of night, i’m thinking about something.

I know, that day will come.

Whatever that will happen tomorrow, next week, next month, next year, on that day,  i have to “do that”

God, please… guide me to “that day”

The day of the beginning of my life, my family and my dreams

Will you?

wedding

Bookmark and Share
The Dance
 

Kita berdua sedang menari, tapi bukan di sebuah ball room

Tarian kita tidak di atas lantai keramik mahal itu, tapi di atas genangan hujan tadi malam

Tarian kita tidak disinari dengan lampu-lampu hias mewah itu, tapi disinari cahaya matahari yang hangat

Rambut kita berdua diterpa angin laut, mengacaknya entah kemana

Kita berdua bau laut,

bau matahari,

bau keringat,

Kita berdua sama gilanya, ya, kita gila

Dan itu keindahanmu

We already are what we are
And what we are is beautiful

And strong enough
And good enough
And bright enough

jewel – what you are

image from here

Bookmark and Share
Gajah Sirkus atau Elang Badai?
 

Pernah ke taman safari? atau pernah melihat sirkus di tv?

Saat pertunjukan atraksi gajah, kita disuguhkan kepandaian gajah mengikuti instruksi pawai. Hebat sekali. Meliuk-liukkan belalainya, memaikan bola atau baris berbaris. Menurut kalian gajah-gajah itu cerdas kan?

Gajah memiliki kekuatan yang maha besar. Ribuan otot ada di belalainya, bahkan dengan belalainya saja dia mampu mengangkat batang pohon yang beratnya lebih dari 100 kg. Kaki-kakinya kokoh kuat menahan beban tubuhnya. Bahkan kakinya dulu dijadikan sebagai alat hukuman mati di India. Gajah dengan kekuatannya pernah dijadikan sebagai alat perang.

Tapi sayang, di balik kecerdasan dan kekuatannyanya mereka tidak memiliki kebebasan. Lihatlah kakinya, dirantai. Kalau dilihat dari kekuatan, antara gajah dan manusia siapa sih yang lebih kuat menurutmu? Manusia bisa kocar-kacir kalau gajah mengamuk. Kalau mereka mau, mereka bisa menghancurkan apa saja. Tapi kenapa mereka lebih suka dirantai?

Mereka cerdas dan mereka kuat, lalu kurang apalagi?

elang

Kenal elang? Elang adalah simbol kekuatan. Bahkan elang jenis kepala botak menjadi lambang negara adidaya Amerika Serikat. Elang ketika merentangkan sayapnya bisa mencapai 2 meter lebih. Mereka memiliki mata yang tajam yang bisa melihat dari jarak yang jauh disertai dengan senjata mematikannya, paruh dan cakar. Cakarnya mampu mencengkeram kuat-kuat mangsanya. Tak heran kalau elang termasuk dalam jajaran predator kelas atas.

Untuk kecerdasan, elang juga termasuk hewan yang sangat cerdas. Dia bisa mencari taktik bagaimana melawan ular yang berbisa atau mangsa yang badannya jauh lebih besar daripada tubuhnya. Dia akan terbang di atas, berputar-putar untuk mencari celah kelemahan si mangsa, begitu ketemu… Syuuuttt.. elang turun menukik tajam dan menyambar mangsanya. Taktik yang indah Continue »

Bookmark and Share