Confusius, salah satu tokoh pemikir besar dunia, terkenal dengan kebijaksanaannya yang luar biasa. Dalam mempelajari ilmu, ia rela meninggalkan statusnya sebagai pejabat negara dan pergi mengembara bersama lima muridnya. Motif lainnya adalah ia merasa tidak puas dengan kontribusi yang bisa dia berikan kepada negaranya dengan status pejabatnya, ia lebih memilih untuk menyebarkan ajaran-ajarannya kepada masyarakat.
Zi Xue, adalah salah satu murid Kong Zi ( Confusius ). Zi Xue merupakan murid termuda dari lima murid pertama Kong Zi. Awalnya dia adalah seorang pencuri yang ditemukan oleh Kong Zi, yang cukup bengal dan liar. Dia adalah anak yatim piatu yang ternyata dia sendiri tidak tahu nama aslinya siapa. Zi Xue adalah nama yang diberikan kepadanya yang memiliki arti “Anak yang mandiri untuk belajar”. Dengan kebajikan Kong Zi, Zi Xue bisa menjadi orang yang cukup bijaksana walau darah mudanya yang bergejolak masih mengalir.
Pertemuan awal Kong Zi dan Zi Xue ternyata cukup menarik bagi saya, di awali dengan Zi Xue yang menodongkan pisau hendak mencelakai Kong Zi. Dengan bijaknya Kong Zi bertanya demikian
Kong Zi : “Wahai anak muda, apa yang menjadi sumber inspirasimu?”
Zi Xue ( sambil menodongkan pisau ) : “Pedang. Meski sekarang aku dan pisau ini sama-sama kecil, tapi suatu hari aku akan mengubah dunia ini dengan pedangku”
Kong Zi : “Inspirasimu sama sekali tidak ada salahnya, tapi apa kau hanya bisa mengandalkan pedang?”
Zi Xue : “Aku tidak butuh ilmu apapun!!”
Kong Zi : “Kalau bambu Na Shan ( bambu yang terkenal paling lurus, keras dan bagus ) dipasangkan dengan pedangmu, lalu diasah tajam, percayalah, tak hanya kulit badak yang sangat tebal yang bisa ditembus”
Kong Zi : “Itu akan menjadi pedang yang bisa kau pakai untuk mengatasi segala hal di kehidupan ini”
Terperangah mendengar kata-kata Kong Zi yang begitu bijaksana, Zi Xue lari ketakutan. Dan esoknya ia menghadang rombongan Kong Zi dan memintanya untuk menjadi murid.
Ya, Zi Xue adalah tokoh favorit saya. Walau ia merasa sangat bodoh dari saudara-saudara perjalanannya, ia tetap mau belajar kebijaksanaan dari Kong Zi.
Pemberian nama Zi Xue yang berarti “Anak yang mandiri untuk belajar” tidak terlepas dari kata-kata Kong Zi yang terkenal.
“Saat berusia 15 tahun, aku sudah mulai belajar sendiri. Usia 30 mulai mandiri. Usia 40 sudah tidak ada keraguan. Usia 50 mengerti rahasia alam. Usia 60, telinga bisa membedakan. Usia 70, banyak harapan namun tidak melampaui batas.”,
kata-kata di atas sangat menginspirasikan saya untuk selalu mencari ilmu tanpa peduli berapapun umur saya. Dari confusius, saya belajar banyak dan dari dia juga saya meyakinkan diri saya kalau ternyata saya masih sangat bodoh dengan kehidupan ini.
Confusius, you make me confuse