Make Sure
 

Untuk menentukan seseorang yang akan menjadi teman seumur hidup, ternyata perlu dipikirkan berulang-ulang. Tentu saya menginginkan seorang teman seumur hidup, tapi tidak cukup hanya sampai disitu. Yang saya inginkan juga sebagai pembimbing anak-anak saya kelak. Saya sendiri belum begitu yakin, apakah saya benar-benar sesuai untuk menjadi teman seumur hidup dan ayah dari anak-anaknya dengan segala kekurangan saya disana-sini.

Maaf saya begitu gamblang menulis hal ini di sini, karena lidah saya masih kelu untuk mengeluarkan kata-kata itu. Saya harus meyakinkan diri saya lagi dan tentunya tidak ingin menyakiti hati siapapun.

Kalaupun dia Kau jadikan sebagai pendampingku kelak, saya hanya bisa ikhlaskan semua itu padaMu.

Bookmark and Share
Semangat Yang Berbeda
 

“Shar, enak mana lo pas nikah sama lo pas bujang?”

“Enak nikahlah.. semangatnya beda”

Iya, ketika lo bangun di pagi hari dan menatap bidadari di samping lo, semangat lo buat nyari nafkah bukan untuk diri lo sendiri, tapi untuk keluarga lo tercinta. Apapun yang menghalangi, selama itu buat keluarga, pasti gw terjang.

Bookmark and Share
Ketidaknyamanan
 

Saya adalah salah satu orang yang percaya, bahwa kenyamanan itu merupakan suatu kemunduran. Ketika kita sudah berada di zona nyaman, yang ada diri kita hanyalah seonggok daging yang hidup berjalan seiring rutinitas tanpa pengharapan, tepatnya mayat hidup.

Saya bersyukur dilahirkan di tengah keluarga yang hingga usia senjanya tetap mencari ketidaknyamanan itu. Orang tua saya walaupun sudah di atas usia enam puluh tahun, tidak pernah suka berdiam diri di rumah lebih dari satu minggu kecuali hanya untuk istirahat. Kalau ada celah sesempit apapun, pasti diusahakan. Masalah keuangan kah? Saya kira tidak. Kalau ditilik dari piramida motifnya Maslow, saya rasa keluarga kami sudah melewati tahap safety, lantas apalagi yang dicari? Entahlah, saya sendiri tidak pernah tahu jelas apa motivasi orangtua, tapi setidaknya saya tahu apa impian orangtua saya, menjadikan diri mereka sebagai model untuk anak-anaknya agar jangan pernah mau kalah dengan orangtuanya.

Saya? saya berharap untuk tidak pernah jatuh ke dalam kenyamanan itu. Karena itu saya memilih jalan hidup saya seperti ini yang memungkinkan saya untuk bisa mengeksplorasi hal apapun yang berhubungan dengan apa yang saya sukai, pekerjaan saya.

Saya cinta pekerjaan ini, dan berharap agar selalu antusias dan produktif hingga akhir hayat.

Bookmark and Share
Totsiens, 2010
 

2011,

Semoga semua apa yang saya rencanakan dan harapkan terjadi.

Semua niat ibadah yang sudah saya rencakan, semoga dikabulkan Allah. Saya hanya bisa berencana, entah terjadi atau tidak itu kehendakNya.

Semua impian saya, tentang kehidupan dan karir, Alhamdulillah sejauh ini semakin lebih baik.

Kehidupan, banyak yang datang mengisi kehidupan saya. Tentu keluarga saya selalu ada disamping ketika saya membutuhkan mereka. Banyak teman dan sahabat baru yang datang menemani saya juga. Insya Allah, kalau diizinkan, saya ingin memiliki teman seumur hidup.

Karir.. Alhamdulillah, walau saya agak kesulitan untuk menjalankan karir dan kuliah secara bersamaan, tapi tampaknya saya sudah bisa menyesuikan diri dengan keadaan seperti ini. Bulan-bulan belakangan ini terasa sekali peningkatannya, klien-klien saya semakin bertambah, baik dari dalam maupun luar. Alhamdulillah saya mencoba menjaga amanat dari mereka dan mereka cukup puas dengan hasil kerja saya.

Berharap ingin memiliki kantor sendiri, karena itu langkah yang harus saya lewati untuk menjadi lebih besar.

Impian saya di tahun 2011 selain yang sudah saya tulis diatas, saya ingin lebih banyak berlibur, menikmati usia muda saya. Tapi berlibur sendirian itu tidak terlalu menyenangkan bukan? Lebih baik kalau dengan pasangan kita, apalagi kalau sudah menikah? Betul?

Oke, saya sudahi dulu impian saya di tahun 2011. Saya ikhlaskan semua impian saya ini padamu ya Allah, dan tentu rasanya menyenangkan kalau semua impian saya terkabul. Amin ya Rabbal Alamin

Farewell 2010, Welcome 2011

Bookmark and Share
Kereta Senja Kediri
 

Sore itu, aku berangkat dari stasiun pasar senen. Tujuanku adalah sebuah kota yang cukup asing bagiku, sebuah kota di Jawa Timur, Kediri namanya. Kota yang memiliki salah satu kampung yang kujadikan tujuan untuk melatih bahasa inggrisku.

Dari pasar senen, kereta yang akan membawaku adalah Senja Kediri. Kereta kelas bisnis yang berangkat sore dan tiba di Kediri keesokannya.

Aku sangat asing dengan stasiun ini, bukan Gambir yang biasa kusinggahi, keretanya pun belum pernah kunaiki seumur hidup.

Aku berangkat dengan segala keterasingan, bahkan setiba di Kediri saja aku tidak tahu tepatnya harus menggunakan kendaraan apa untuk mencapai tempat yang kutuju.

…..

Kereta menerobos pekat malam Jawa Tengah. Semuanya serba gelap. Kiri kanan rel aku tidak tahu itu apa. Semua penumpang tidur terlelap. Aku hanya bisa menerawang melalui jendela kereta. Semuanya gelap dan asing.

Kulihat telpon genggamku, hanya Garmin dan GPS sebagai andalan dimana aku berada sekarang.

Kubuka inbox message.. tidak ada satupun SMS yang masuk. Aku benar-benar terasing.

Dalam pekatnya malam, pikiranku melayang kemana-mana. Pikiranku melayang ke beberapa bulan yang lalu, beberapa bulan yang sangat menyakitkan, yang membuka semua kebenaran.

Aku benci keadaan ini, aku benci ketika harus terdiam dan pikiranku ke mana-mana.

Dalam pekat malam sebagai kanvasnya, kugambar semua pikiranku disana. Kuberandai-andai kalau semua yang terjadi kemarin itu hanya mimpi.

Bagaimana kalau aku memaafkannya? Tak apalah, bukannya memaafkan itu baik?

Kutulis sebuah pesan, pesan bahwa aku sudah memaafkannya. Pesan tersebut kukirim.

Dalam pekat malam, kukirimkan kata untuk memaafkan. Beberapa bit data kukirimkan untuknya.

….

Ternyata apa yang kulakukan hanya sebuah kesia-siaan. Ketika aku sudah memaafkannya, ternyata luka itu muncul lagi.

Sekarang aku sadar, bahwa paku yang ditancapkan ke kayu, ketika dicabut, lubangnya pasti akan berbekas dan tidak akan mungkin kembali sempurna seperti biasa. Seperti itu keadaanku.

….

Kali itu kedua kalinya aku naik kereta Senja Kediri. Kereta ini tetap membawaku menerobos pekat malam, tapi kali ini aku sudah tidak asing. Dengan kereta ini, aku berpijak dari dari masa lalu dan membawaku ke masa yang baru. Kugambar pada kanvas gelap malam itu dengan hal-hal baru.

Selamat tinggal masa lalu

Bookmark and Share
That’s Why I Love Jogja The Most
 

Berbeda dengan demo-demo di kota lain yang cenderung anarkis, demo di jogjakarta malah lebih berbudaya. Inilah yang membuat saya berat untuk meninggalkan jogja waktu itu. Jogja yang terkenal sebagai kota budaya dengan sopan dan santunnya. Yang setiap pagi saya bisa melihat ibu-ibu dengan sepeda onthel membawa barang dagangannya atau senyum ramah setiap saya melewati gang-gang perumahan.

Tenang, saya akan kembali ke sana suatu saat nanti. Saya sedang berdiri di atas batu loncatan untuk bisa kembali ke sana.

That’s why i love jogja the most… dan semoga NKRI tetap utuh tanpa perlu saya kembali ke sana dengan sebuah paspor di tangan.

Continue »

Bookmark and Share
Bad Memories
 

standing the storm

It absolutely hurts when you remember your bad memories suddenly.

The taste of pain is like a god dammit hell.

We are not able to forget our bad memories except we’re death.

While we’re living, the bad memories still come with us.

We can not runaway from them. And the pain still comes with us.

I know exactly what the pain fells alike, because i have them already.

Every promise that they can’t make it true.

Every word that they can’t hold it strong enough.

But i’ve learned, from those bad memories, i don’t want to hurt the one that i love with the way they did.

Every promise that they can’t make it true, i will jump through to the fire to keep my promise.

Every word that they can’t hold it strong enough, i’ll break every bone to keep my words.

’cause, i’ve felt the taste of the pain. It hurts.

From the bad memories, i’ve learned how to be strong.

Only for me, for keeping my beloved one.

God, please  keep me in your holy sanctuary.

Until i am able to see that bright and beauty smile, once again.

dum spiro, spero – cicero

while i breathe, i hope

*i got a bad dream tonight
Bookmark and Share
General, What’s your choice?
 

Suddenly, in this middle of night, i’m thinking about something.

I know, that day will come.

Whatever that will happen tomorrow, next week, next month, next year, on that day,  i have to “do that”

God, please… guide me to “that day”

The day of the beginning of my life, my family and my dreams

Will you?

wedding

Bookmark and Share