Saya Juga Pernah
 

Saya juga pernah merasakan kehilangan seperti kebanyakan orang. Saya pernah berharap akan sesuatu, namun apa yang saya harapkan tidak saya dapatkan.

Saya pernah merasakan semua itu.

Ketika saya akan melepas semua pengharapan itu, memang terasa sangat berat. Sekarangpun kalau saya mengalami hal itu, saya yakin pasti rasanya tetap masih seberat dulu.

Ketika harapan itu menghilang, saya tahu dengan jelas rasanya seperti apa sakit itu. Mungkin rasanya seperti semua isi perut kita dikuras sampai habis dan hasil kurasannya harus kita minum, mau tidak mau. Pahit memang. Ketika kita akan bangkit, rasanya ada beban di kaki untuk melangkah.

Saya pernah tenggelam dalam kemurkaan dalam beberapa waktu. Ingin rasanya mencela siapapun yang menyakiti saya. Semua logika saya mungkin sudah sampai batas asanya. Tapi untungnya semua itu bisa saya tahan dalam-dalam, tidak pernah saya keluarkan kepada orang yang menyakiti saya. Cukup untuk saya sendiri.

Tenang kawan, saya pernah merasakan semuanya.

Tapi saya punya suatu keyakinan, setiap akhir pasti mempunyai awal yang baru. Yang dulunya saya tidak percaya kini setelah bukti-buktinya hadir dalam hidup saya, saya percaya akan hal itu.

Tenang kawan, saya juga pernah merasakan itu.

Saya percaya, Tuhan itu seperti apa yang kita pikirkan. Dan yang pernah ada di pikiran saya waktu itu adalah saya menginginkan awal yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saya percaya.

Dan saya biarkan semuanya hidup bahagia, saya ikhlaskan dan saya akan menemukan kebahagiaan milik saya sendiri. Kebahagianku.

Tenang kawan, pasti kau bisa melaluinya dan akan kau temukan kebahagiaan milikmu.

Bookmark and Share
Memento
 

Masih berbekas dalam ingatanku, pesawat yang kunaiki ini siap take-off, menuju daerah asing yang sama sekali belum kukenal. Panduan kesana hanya seadanya, modalku hanya nekat.

Pesawatku membelah hujan dan petir.

Selang setengah jam, kulihat pulaumu dari balik jendela pesawat. Seperti inikah tempat yang kau tinggali? Apakah aku sudah dekat denganmu?

Pesawatku berputar-putar sebentar di udara, mencari celah dalam badai untuk bisa mendarat di sebuah kota. Sebuah kota yang jaraknya satu jam dari kotamu. Apakah aku sudah semakin dekat denganmu?

Di landasan yang basah diguyur hujan itu, pesawatku berhasil mendarat. Kulihat nama bandara sesuai dengan yang sering kau sebutkan. Kau, aku sudah berdiri di pulaumu. Kini jarak kita hanya satu jam lagi. Aku tidak seperti dulu, yang berjarak satu lautan di antara kita. Dalam khayalku, aku berharap hujan ini juga ada di kotamu. Agar setiap harap dan cemasku kau ikut rasakan. Berharap kita dalam satu hujan. Sudah semakin dekat aku dan kamu?

Perjalanan satu jam lagi menuju kotamu kutempuh. Kugenggam erat jari jemariku. Aku risau dan cemas, bertemu dengan kota kelahiranmu. Seperti apa suasananya, seperti apa bangunannya, seperti apa tempat yang kau biasa kunjungi, seperti apa kotamu akan menyambutku.

Kotamu menyambutku dengan warna warni malam hari, dengan sungainya yang terkenal itu. Di malam itu, kita bernafas dalam satu udara yang sama, tidak seperti dulu lagi. Sekarang kita sudah berjarak berapa kilometer lagi? Sudah semakin dekatkah?

Setelah kita berjarak kurang dari satu meter, ternyata yang kulakukan adalah membuka semua kabut hitam di antara kita. Banyak hal yang ternyata tidak kuketahui di balik setiap kata rindu dan sayangmu. Ya, aku memang salah. Aku banyak tidak menepati janjiku. Hari itu, aku sudah benar-benar siap melepaskanmu. Tidak apa-apa, asal demi kebahagiaanmu.

Kau yang sudah kulepaskan, ternyata masih juga berkali-kali mengucapkan kata-kata suci itu. Entah bagimu apakah itu masih suci, tapi bagiku itu sebuah kata sakral yang tidak bisa seenaknya diucapkan ke orang lain. Kata sakral yang menurutku dengan kata itu, kebahagiaan yang didapat adalah dari menerima semua kekurangan tanpa mencari kesempurnaan. Ketidaksempuranaan yang sempurna.

9 bulan yang lalu..

Mengingat hal ini bukan untuk apa-apa. Aku percaya bahwa untuk bisa melangkah ke depan, kita harus melihat dari mana kita berawal.

Sekarang, aku siap. Siap untuk mengambil langkah itu lagi. Siap untuk berbagi mimpi dan cita. Siap berkhayal seperti apa kita sepuluh tahun lagi atau seperti apa nanti ketika sakit pinggang mendera kita.

Kau yang berani, maukah kau kalau kuajak bercanda dan berbagi sedih? Tidak, tidak hanya untuk saat ini. Tapi seterusnya, seperti yang sering kau tulis, seperti yang sering teman-temanmu tanyakan padamu.

Seperti cerita socrates dan plato tentang cinta, aku mulai merasakan ketidaksempuranaan yang sempuna itu.

Aku siap, dan bila kau siap, katakanlah

bryan adams – i’m ready

Bookmark and Share
Old School Songs
 

Karena akhir-akhir ini saya sedang berada di rumah yang tentunya bertemu dengan harddisk eksternal yang memuat lagu-lagu dari jaman saya masih ABG dulu. Eittss.. walau dulu saya ABG, selera musik saya bagus lho.

Dulu genre favorit saya adalah britpop, model-model Coldplay lah. Tapi saya rasa kalau band-band yang terkenal, teman-teman semua sudah tahu. Ahh.. oke saya coba share beberapa lagu yang menurut saya tetap catchy sampai sekarang.

RialtoMonday Morning 5:19

It’s monday morning five nineteen and i’m still wondering where she’s been

Monday Morning 5:19, entah kenapa hanya lagu ini yang paling terkenal dari Rialto dan saya sendiri belum tahu lagu lainnya apa saja hingga sekarang , bahkan sekarang kabar bandnya entah bagaimana juntrungnya. Yang unik dari Rialto adalah menggunakan dua drummer, aneh kan? Dulu pernah baca di majalah HAI bahwa genre yang diusung oleh band ini adalah Drama Pop.

Madonna – You’ll See

You think that i can’t live without your love, you’ll see

Madonna, salah satu keajaiban tahun 80an. Wanita fenomenal yang pernah melempar celana dalamnya ketika konser. Dulu, siang hari setiap hari Sabtu di RCTI selalu ada acara yang menayangkan klip-klip video. Ketika klip video ini muncul, saya pasti menontonnya. Entah.. ada aura tersendiri dari Madonna pad lagu ini, dan saya suka sekali.

Michael Learns To Rock – I’m Gonna Be Around

I’m gonna love you til the end, i’m gonna be your very true friend

Ahahahahaha, to be honest, the song is the first western song that i remember what the lyric is. Saya suka sekali dengan lagu ini. Pertama, hampir semua lagu-lagu MLTR menggunakan bahasa inggris yang mudah, untuk ukuran jaman saya masih SD dulu sudah bisa mengerti arti lagunya. Kedua, lagunya masih tetap catchy bahkan hingga saya sudah jenggotan sekarang. Banyak lagu-lagu yang bagus dari MLTR, paint my love, breaking my heart, nothing to lose, 25 minutes dan lainnya.

Oh iya, satu lagi pengakuan. VCD karaoke pertama yang saya beli ya dari band ini. Yang setiap sabtu saya karaokean di rumah. Ahahahaha. Sayang.. band ini sudah tidak jelas lagi bagaimana kabarnya.

Trivia, pada video klip someday, syutingnya di Bali lho :D .

Memes – Pesawatku

Tunggulah kerling lampunya di saat bulan purnama tiba, pertanda dia telah bertemu dengan peri kecilnya di bulan

Bukti nyata bahwa lagu Indonesia dulu bagus-bagus… Sampai saat ini saya masih suka dengan lagu ini. Lagunya yang riang dan bisa membuat saya bermimpi terbang. Ahh.. memang lagu yang bagus

Katon Bagaskara – Tidurlah Tidur

Engkaulah juga yang jadi alasan hingga kupacu semangat hidup menyimpan harapan


Saya sebagai fans berat Kla Project, tentu juga fans Katon Bagaskara. Lagunya yang agak berbau etnik. Setiap mendengar lagu ini, rasanya saya terbuai untuk tidur. Lagu yang berkelas. Lagu yang akan kunyanyikan untuk gadis kecilku nanti di saat tidur malam.

Ahh.. kenapa ya, lagu-lagu Indonesia sekarang tidak ada yang seperti dua lagu di atas…

Bookmark and Share
Luweng Jomblang (Lagi)
 

Entah kenapa malam ini saya tiba-tiba mengenang perjalanan caving ke luweng jomblang dan hebatnya lagi saya menemukan thread di kaskus yang isinya membicarakan tentang luweng grubuk yang memang terhubung dengan luweng jomblang…. coba baca ini (luweng grubug.. serem tp dalemnya keren)

Sumpah.. semuanya seperti sudah diatur agar saya bisa mengenang perjalanan ke luweng jomblang… ahhh…

Oke.. untuk pengenalan, luweng jomblang adalah sebuah gua vertikal dengan lebar mulut entrance sekitar 60 meter dan kedalaman berkisar 60-80 meter tergantung dari titik rigging. Untuk menuruni luweng jomblang ini, terdapat empat titik rigging.

jomblang by google map

luweng jomblang yang bulat hitam dan luweng grubug ada di utaranya

entrance jomblang

Menuruni luweng jomblang yang vertikal, kita bisa gunakan satu set SRT (single rope technique). Saya ada cerita ketika eksplorasi luweng jomblang ini. Ketika saya sudah sampai di dasar dan sedang istirahat, tidak jauh dari hadapan saya, syuuuttttt…. bletakkkkk, jammer jatuh dari atas. Waduh… ternyata jammer bagus, teman seangkatan saya, jatuh ketika dia sedang akan turun.

“Wah… Ayam bakar nih ntar pulang!”, teriak saya kegirangan dan dari atas terdengar si bagus misuh-misuh. Iya, kami memiliki denda bagi orang yang lalai, semakin besar kelalaiannya semakin besar dendanya ( ya makan-makan itu :D )

Begitu sampainya di dasar luweng jomblang, di sebelah baratnya akan kita temukan lorong yang sangat besar. Lorong tersebut yang akan menghubungi luweng jomblang dengan luweng grubuk.

lorong antara jomblang dan grubug

lorong antara luweng jomblang dan luweng grubug

( sumber : kaskus.us )

Lorong tersebut sangat-sangat besar. Ketinggiannya ada sekitar 20 meter dan lebar sekitar 30 meter. Panjang lorong berkisar 100 meter.

Begitu kita sampai di luweng grubug, terdengar sayup-sayup bunyi arus sungai. Terus berjalan masuk.. kita akan disambut dengan keindahan luweng grubug…. sunbeam dan flowstone-nya yang sangat-sangat indah. Saya yang pertama kali masuk tidak bisa menahan decak kagum…. Embun-embun sungai naik ke atas, sehingga menghasilkan uap yang semakin membuat indah sunbeam yang masuk melalui entrance luweng grubug… Subhanallah…

sunbeam

sunbeam yang indah…

( sumber : flickr.com )

flowstone

flowstone di luweng grubug

( sumber : flickr.com )

Sejenak saya terpana ketika melihat semuanya… seolah-olah luweng grubug menjadi ruang pameran sekumpulan karya seni. Ya… semuanya indah…

Namun di balik keindahannya itu, ternyata ada sejarah gelap. Luweng grubug dulu dijadikan sebagai tempat pembuangan anggota PKI. Dulu ketika munculnya gerakan pembasmian PKI 1966, setiap anggota PKI yang tertangkap dilempar dari atas, dari ketinggian 100 meter. Dalam sehari, dua-tiga truk pengangkut anggota PKI keluar masuk ke kawasan luweng grubug. Saya pernah lihat videonya dan memang di dalam luweng grubug ini ditemukan kerangka-kerangka manusia. Ahh.. sudahlah.. anggap saja itu sebagai sisi misteri luweng ini.

Luweng yang memiliki ketinggian 100 meter ini di dalamnya terdapat aliran sungai. Bahkan bisa dijadikan sebagai sarana rafting. Serukan? rafting dan caving satu paket.

Alhamdulillah-nya, sudah ada biro wisata yang bisa mengatur kegiatan ke jomblang dan grubug. Silahkan baca kalisucicavetubing. Sesekali berliburlah ke tempat ini, saya jamin kalian bakal ditakjubkan dengan karya seni Tuhan ini.

saya di dasar luweng grubug ( sesekali narsis lha )

NB : Dan gilanya lagi, kebetulan mengenang-kegiatan-caving ini terus berlanjut. Tadi setelah barcelona vs inter, di globalTV ada eksplorasi luweng jaran pacitan dengan anak-anak ASC ( mas raymond, mas dicky, mas sigit dan mas uchie ).. wew… saya kangen mereka

saya sedang rindu caving…

Bookmark and Share