Setiap saya pulang ke jogja, melewati Malioboro, melewati taman pintar, entah kenapa kenangan saya dulu bersama mantan muncul.
Untuk pengenalan, mantan saya adalah seorang wanita yang sangat mandiri, yang harus mengemongi sembilan adiknya, yep.. saya serius dia harus mengemongi sembilan adiknya dan dia adalah anak kedua ( total sebelas bersaudara ), kedewasaannya sangat terlihat dari sikap hariannya namun manjanya juga kadang-kadang bisa saya lihat.
Sejauh ini, dia adalah salah satu wanita paling dewasa yang saya kenal. Sangat bertanggung jawab dengan semuanya, sangat menyayangi keluarganya, kuat, tegar dan teguh. Dia yang pernah saya ajak jalan kaki menelusuri malioboro hingga berkeringat tapi tanpa satupun keluhan keluar dari mulutnya. Dia yang mau diajak berkeliling jogja naik bus yang panas dan membuat tubuh kita basah karena keringat, dan lagi-lagi tanpa keluar satu keluhan darinya. Malah yang ada tawa renyahnya dan senyumnya.
Dia yang begitu sederhana hidupnya, bahkan ketika saya mengajak dia makan, dia malah meminta jangan mahal-mahal dan dipilihnya yang paling murah. Dengan ramah dia tepuk punggung saya “nanti saja kita makan yang mahal yah
”.
Dia adalah tipe wanita yang agak cuek dan sedikit tomboy. Yang bahkan kalau terlambat bangun pagi pun, hanya dengan modal cuci muka, pakai kaos oblong, pakai jaket lengan panjang dan jilbab ikat langsung berangkat ke kampus. Ahahaha.. saya ketawa saja kalau ingat hal itu.
Dia yang menyenderkan kepalanya setelah kecelakaan. Dia senderkan kepalanya ke bahuku, menggenggam tanganku dan bilang “Aa jangan pulang dulu ya, temenin ade dulu”. Saya hanya bisa menjitak kepalanya.
Kami berdua “jadian” pun sebenarnya agak aneh, karena yang keluar dari mulutnya hanya becanda tapi saya anggap serius. Ahahaha.. lucu sekali kalau saya lihat wajahnya waktu itu, bingung campur kaget. Akhirnya dia bisa saya luluhkan hatinya.
Entah.. sudah berapa kali saya menyakitinya. Bahkan ketika hubungan kita berakhirpun, kita hilang komunikasi.
Sekarang hampir lebih dari tiga tahun kami terakhir berkomunikasi dan dia sudah memiliki pasangan yang lain. Di dalam hati ini, saya berdoa agar dia bahagia selalu dengan pasangannya yang sekarang dan semoga kesalahan saya dimaafkannya.
Dia adalah salah satu wanita paling dewasa yang pernah kukenal. Semoga kamu bahagia selalu yah
.




