
12 – 14 Februari kemarin, saya, thya dan teman-teman lainnya punya acara camping di Pulau Perak, Kepulauan Seribu. Dari yang awal rencananya bakal berangkat sekitar 12 orang, menyusut jauh hingga hanya 5 orang saja. Oke, show must go on.
Saya, thya, rio dan dita berangkat dari Bekasi bersama-sama menuju Muara Angke. Di sana brim sudah menunggu di salah satu kapal yang tujuannya adalah Pulau Harapan, tempat transit kita sebelum ke Pulau Perak. Awalnya kami cukup khawatir karena tiba-tiba dapat kabar dari brim kalau kapal yang menuju Pulau Harapan sudah berangkat terlebih dahulu. Untuk perlu diketahui, pemberangkatan dari Muara Angke itu hanya dua kali sehari, yaitu pagi sekitar jam tujuh dan siang jam satu. Saat itu kami diberitahu sekitar jam setengah tujuh bahwa kapal yang akan kami tumpangi sudah berangkat, tapi Alhamdulillah, setibanya kami disana, masih ada kapal lain yang menuju Pulau Harapan.

Semua barang-barang sudah kami muat di atas kapal. Total tenda yang kami bawa adalah empat, sedangkan jumlah orangnya hanya lima, ckckckc.. Yah.. tak apalah. Jam 8 kapal kami bertolak dari Muara Angke, transit pertama di Pulau Pramuka dan berakhir di Pulau Harapan. Lama perjalan menuju Pulau Pramuka berkisar sekitar 2,5 jam, dan dari Pramuka menuju Harapan lamanya kira-kira 1 jam.
Sesampainya di Pulau Harapan, waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Perahu ojek yang akan membawa kami ke Pulau Perak sudah siap menunggu. Barang-barang diturunkan dari kapal dan segera dipindahkan ke perahu ojek yang dikemudikan Pak Galuh. Beratnya carrier yang saya bawa cukup membuat saya sedikit terhuyung-huyung ketika akan mengangkatnya untuk pertama kali, maklum, makanan untuk selama ngecamp disana ada di dalam carrier saya semua, kalau saya mau jahat bisa saja saya kabur *hahahahah, tertawa jahat
.

Lama perjalanan dari Pulau Harapan menuju Pulau Perak berkisar satu jam. Dalam perjalanan itu kami melewati banyak sekali pulau dibandingkan perjalanan Muara Angke – Pulau Harapan. Rio yang membawa pancing sempat mengobrol-ngobrol dengan Pak Galuh tentang cara memancing, lumayan kalau berhasil, bisa menambah lauk kami nanti.

Sesampainya di Perak, setelah meminta izin dari penjaga pulau, kami berkeliling mencari spot camping yang bagus. Untuk sekedar info, ngecamp di Pulau ini dikenakan biaya Rp. 100.000 dan Rp. 70.000 untuk penggunaan air bersih. Air bersih satu-satunya yang ada di pulau ini adalah sebuah sumur, dan untuk MCKnya…. hmmm… maaf tidak tersedia, jadi silahkan sebelum anda ke pulau ini, anda pelajari dulu bagaimana kucing buang air, niscaya kemampuan anda untuk buang air di pulau ini bisa berguna
. Kami? Ah.. kami semua cuek kok, yang penting happy, tidak ada yang jaim dan berkeluh kesah.

Kami segera mendirikan tenda di spot yang sudah kami tentukan, total tenda yang didirikan ada tiga, satu sebagai tenda barang dan dua lainnya tempat kami tidur. Selesai dengan tenda, kami makan siang dan segera bergegas untuk snorkel. Waktu sudah menunjukkan jam tiga sore, Pak Galuh sudah menunggu di dermaga untuk membawa kami menuju spot-spot snorkel.
Kami snorkel di sekitar Pulau Sepa, sebuah resort. Tempatnya cukup bagus menurut saya, ada bagian yang agak dangkal tapi dengan terumbu-terumbu dan ikan-ikan yang cantik. Lama kami snorkel hinggal hari menjelang sore. Jam 5 kami kembali ke Pulau Perak, selama perjalanan pulang, rio dan brim mencoba belajar mencari ikan umpan. Sayangnya mereka tidak pernah berhasil, sedangkan Pak Galuh, dengan hanya hitungan menit saja sudah terkumpul 4 ikan umpan. Ckckckckc… Saya? saya tidak begitu tertarik memancing, apalagi thya tidak suka kalau saya ikut-ikutan memancing, katanya kasihan ikannya
.
>
Malamnya kami membuat api unggun. Untuk membuat api unggun, ternyata cukup susah karena kayu-kayu bakar yang kami kumpulkan masih basah. Ada lebih dari satu jam, saya, brim dan rio berusaha membuat api unggun. Thya dan dita sedang menanak nasi dan menyiapkan lauk lainnya. Setelah berjuang cukup lama, akhirnya berhasil membuat api unggun. Tanpa basa basi, ayam yang sudah kami siapkan segera dibakar. Malam itu kami makan malam di tepi pantai, ditemani debur ombak, canda riang, nyala lilin dan makanan kami yang sedikit tercampur pasir pantai. Menyenangkan sekali.
Kenyang dengan makan malam yang seadanya namun menurut saya sangat nikmat dan enak, kami semua duduk memandang laut malam sambil bernyanyi khas kegiatan camping deh. Bulan waktu itu adalah bulan setengah tapi cahayanya cukup terang. Beberapa dari kami sudah tertidur. Karena khawatir dengan laut yang pasang, kami pindah ke tenda. Malamnya sekitar jam dua, saya terbangun karena ombak yang saya dengar cukup keras. Begitu saya lihat keluar tenda, ternyata pasang cukup tinggi, tidak sampai ke tenda kami sih tapi ternyata menyapu beberapa barang-barang kami. Langsung kami pindahkan semua barang ke tempat yang lebih tinggi, sayang.. beberapa barang termasuk masker snorkel hilang dibawa ombak… Ah bodohlah, saya tak mau berkeluh kesah, yang penting menikmati liburan saja.
Besoknya, pagi sangat cerah. Tapi kami semua bangun telat karena cukup lelah dengan perjalanan kemarin. Jam sepuluh kami sarapan pagi seadanya dengan mie dan nasi sisa tadi malam. Jam sebelas saya dan thya start snorkel di sekililing Pulau Perak dan ternyata saudara-saudara…. spot-spot snorkelnya jauh-jauh lebih indah dari spot snorkel kemarin. Saya yang snorkel tanpa masker *karena hilang hanyut tadi malam, hanya bisa melihat-lihat dengan mata telanjang, dan sumpah.. itu perih sekali. Belum start snorkel kami cukup menyulitkan, karena batas pulau cukup panjang, sehingga sering kami tersangkut karang. Apalagi waktu itu cuaca mendung, kami berdua segera kembali ke tenda.
Hujan turun cukup deras, tapi ternyata hanya setengah jam. Sip! Saya dan thya akan snorkel lagi. Saya meminjam masker snorkelnya brim. Start dari dermaga yang cukup dalam kemudian bergerak menuju spot snorkel tadi siang. Jreng… kami disuguhi dengan keindahan bawah laut. Saya sempat bertemu dengan ikan buntal dan ikan layar. Banyak kumpulan-kumpulan ikan yang bersembunyi didalam karang. Anemon dengan ikan terkenalnya, nemo. Subhanallah.. indah sekali. Satu jam lebih kami snorkel berdua dan cukup memuaskan
.
Pulangnya, saya dan thya mencoba menangkap bulu babi. Berhasil menangkap satu, kami bakar. Ternyata setelah dibakar, dagingnya hampir tidak ada. Sepertinya lebih enak dimakan mentah-mentah.

Sore hari, rio, dita dan brim pergi snorkel dan memancing sedangkan saya dan thya berkeliling pulau sekaligus menunggu sunset. Pulau Perak ini seluruhnya hampir dikelilingi pasir putih. Beruntung, sore hari ini langit cukup cerah, kami berdua menunggu sunset sembari berfoto-foto. Di dalam foto di atas, adalah perahu yang ditumpangi rio, dita dan brim. Pulangnya mereka membawa banyak ikan, dan salah satunya adalah ikan tongkol hasil mancing hasil beli dari Pak Galuh, satu ikan tongkol besar hanya dihargai Rp. 30.000 saudara-saudara!! Malam ini kita pesta pora!

Malamnya, kami sibuk dengan mempersiapkan makan malam kami. Thya sibuk menanak nasi, dita sibuk membuat bumbu ikan dan sambalnya yang ekstra pedas, rio sibuk mengungkep ikan, saya dan brim sibuk membuat api unggun. Sumpah, ini malam yang paling menarik buat saya. Kami semua disibukkan namun tetap dengan canda dan tawa. Asap dari api unggun yang membuat perih mata tidak kami hiraukan, yang ada tawa dimana. Malam ini kami makan ekstra kenyang, bahkan ikan tongkol yang kami makan masih bersisa banyak…
Malam ini kami tidur dengan nyenyak dan kenyang… Selamat malam Pulau Perak yang indah
.
Besok paginya, kami bersiap-siap untuk pulang. Tenda kami bereskan, alat-alat kami packing. Jam sembilan Pak Galuh sudah menjemput untuk membawa kami ke Pulau Pramuka, untuk pulang ke Muara Angke. Perjalanan dari Pulau Perak – Pulau Pramuka dilalui sambil memancing. Ternyata Pak Galuh dan Pak Rambo ( Mandornya Pak Galuh ) berhasil memancing tujuh ikan tongkol yang cukup besar!! Ckckckc.. sebegitu mudahnya memancing ikan tongkol.
Jam sebelas kami sampai di Pulau Pramuka dan sekita jam satu, kapal yang akan membawa kami ke Muara Angke sudah datang. Jam empat sore kami tiba di Muara Angke. Selama perjalanan, kebanyakan dari kami tertidur. Pulangnya saya menginap dulu di rumah thya, karena sudah kelelahan. Benar-benar perjalanan yang melelahkan, tapi sangat sangat sangat menyenangkan.
Semoga saya, thya, rio, dita dan brim bisa mengadakan acara seperti ini lagi. Amin amin amin
Great snorkeling, great camping, great white sand beach, another great vacation with you, honey
Related posts:












































February 16th, 2011 at 5:53 pm
heh humpback whale, doyan amat tertawa jahat sih lo hahaha..this is my first camping, and it was awesome!
pertama kali bikin api unggun pake niup-niup
pertama kali ngediriin tenda di tengah semak belukar
pertama kali malem2 gelap gulita kaya di gua
pertama kali bawa barang seabreg2 kaya abis maling rumah orang
semua nya serba pertama kali deh!
mari kita kemping lagih nyok
nice vacation anyway ^^
senang, sangat senaangg hehe
February 17th, 2011 at 10:21 pm
dan pertama kalinya gue bercengkrama dengan kelabang segede anak tikus…nice experience…
Lain kali ajak gue tidur sama macan yaa…
*Briem..jangan kabur lagi kalo gue treak!
February 18th, 2011 at 8:57 am
@thya, hahaha oke babe, nanti lagi ya. diingetin tuh kalo 1 tabung gas aja gak cukup, minimal 4