Nekat Berkat, Was-was Tewas
 

be brave by karen m andersen.Tadi sore, saya menyempatkan untuk menelpon salah satu teman saya. Teman yang baru saya kenal dua minggu lalu ketika saya masih di Pare. Dia adalah salah satu anggota yayasan keagamaan yang sudah pernah berkunjung dari ujung Aceh sampe Papua.

Ketika saya masih di Pare dulu, selesai kelas, kami selalu menyempatkan makan siang bersama. Selepas makan siang, kamu lanjutkan bercerita apa saja. Dia bercerita tentang petualangannya, tentang perjalanan scooternya, tentang enaknya kari di Aceh, tentang mahalnya biaya hidup di Papua.

Dia bercerita bagaimana yayasannya dulu berusaha mendatangkan Sakti ex-Sheila on 7 untuk datang ke Aceh. Dengan kendala modal yang sedikit, dia dan teman-temannya memutar otak mencari cara. Deathlock. Sampai akhirnya, mereka yakin yang penting nekat duluan dan percaya namanya keajaiban itu pasti ada. Intinya dijalankan dulu saja, ada masalah apapun biarkan saja kita hadapi nanti.

Akhirnya, dengan keyakinan dan kenekatan itu, keajaiban datang. Dari pihak Garuda memberikan potongan harga tiket sebesar 60% untuk mendatangkan Sakti dan semua acara mereka di sana berjalan dengan baik.

Teman saya itu selalu mengulang-ulang kalimat, “nekat berkat, was-was tewas”. Kalimat itu tersimpan di dalam ingatan saya hingga sekarang.

…..

Saya mencari nomor telponnya di phone book, “Wildan.global-e pare special class”. Nada sambung terdengar, beberapa kali nada sambung mengulang sampai akhirnya terdengar suaranya.

“Halo, is it Mr. Wildan?”

“Ah.. yes yes, halo Mr. Ridwan!!”, jawabnya agak kaku.

Dia berkata bahwa dia sedang di mobil dalam perjalanan menuju Lombok.

Basa basi tentang menanyakan kabar, tentang perjalanannya. Saya selalu mengajaknya untuk berbincang dalam bahasa inggris, sekedar untuk mengingat hasil belajar kami di Pare. Setelah berbincang selama 15 menit, saya sudahi karena saya rasa dia tidak nyaman karena sedang di dalam mobil.

Beberapa saat setelah itu, ada sms masuk.

“Mr Ridwan, maghrib now. Insya Allah before lebaran i’ll go back home and give you my new number. Dont give up, go to the top, dont care what people say. Go”

Saya tersenyum. Saya teringat bagaimana dia selalu menyemangati kami. Kubalas smsnya.

“Nekat berkat, was-was tewas.. Ahahahaha.. i always remember what you said”

Ayo kita menjadi orang yang nekat, berhentilah terlalu mengira-ngira tentang bahaya di ujung jalan sana, karena hidupmu akan menjadi membosankan.

Hidup orang nekat!

Bookmark and Share
Filosofi Bola Tenis
 

bola tenisAnda tahu bagaimana bola tenis bekerja?

Ketika bola tenis kita lempar dengan tenaga yang cukup kuat ke bawah, maka bola tenis itu akan memantul lebih jauh daripada awal tempat dia dilemparkan. Betul?

Yup!

Mari kita analogikan kerja bola tenis dengan kehidupan kita. Bagi saya, filosofi bola tenis ini adalah filosofi orang-orang yang berani. Yang ketika mereka jatuh hingga terjerembab, mereka bisa bangkit dan menggapai lebih tinggi dari tempat awal mereka dijatuhkan.

Filosofi orang hebat.

Pernahkah kamu merasakan titik terendah dalam dirimu? Jatuh menuju tempat yang tak berdasar? Kemudian kamu mengutuki keadaanmu, mengutuki alasan-alasan yang membuatmu tersungkur, mengutuki siapapun, bahkan mungkin mengutuki Tuhan. Saya rasa setiap orang pernah merasakannya.

Jatuh itu memang menyakitkan dan mudah.

Tapi, ada beberapa orang yang memiliki filosofi bola tenis ini. Mereka memiliki elastisitas moral, elastisitas hati dan kekuatan mimpi. Setelah mereka terjatuh, mereka jadikan energi negatif dari kejatuhan mereka sebagai energi untuk momentum kebangkitan. Seperti ancang-ancang, menunduk rendah-rendah kemudian melompat jauh meraih langit, melompat jauh, meraih yang mereka impikan.

Tapi bangkit itu susah dan menyenangkan.

Filosofi bola tenis ini saya dapatkan dari salah satu acara infotainment ketika saya masih SD dulu. Edwin Superbedjo yang menceritakannya. Dia bercerita bagaimana perjuangan dia dulu, jauh-jauh dari Sumatra datang ke Jawa untuk mengadu nasib. Kemudian dia berkata tentang filosofi hidupnya

“Yang namanya hidup itu, harus jadi seperti bola tenis. Kalau bola tenis dilempar kebawah, pasti mantulnya lebih tinggi.

Jangan jadi (maaf) t*i. Dilempar ke bawah, malah mencar kemana-mana, trus bau lagi”

Kata-katanya terus teriang-iang hingga saya dewasa. Saya percaya, setiap manusia diberikan kekuatan elastisitas ini oleh Tuhan. Jatuh itu mudah, bahkan tidak membutuhkan banyak waktu dan bangkit itu susah, membutuhkan banyak percobaan, bahkan terpuruk lagi namun ketika kita berhasil meraih bintang di langit, rasanya sangat menyenangkan. Semua kejatuhan kita menjadi bunga-bunga setiap kita menikmati kebangkitan itu.

Jadi anda memilih untuk tetap jatuh atau mulai bangkit?

Dan

Anda memilih menjadi bola tenis atau “benda lembek” itu?

Itu semua pilihan anda.

Bookmark and Share
Special Class In Global-e
 

Another great class  in Pare. Special one with the owner of Global-e, Mr. Toto . A progressive and interesting class that i’ve had. Ahh… two weeks with you all… it’s so short…

Well, this is my last class… and farewall all.. perhaps we will meet again next time

Bookmark and Share
800JT untuk masuk Kedokteran UNAIR
 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA — Biaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Umum atau non-prestasi, tenyata benar-benar selangit. Di PTN sekelas Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, biaya masuk ke fakultas tertentu, yakni Fakultas Kedokteran Umum, bisa mencapai sebesar Rp 800 juta.

Biaya sebesar itu disebut secara resmi sebagai Sumbangan Partisipasi Pembangunan Pendidikan (SP3). Padahal, biaya tersebut baru sebagai uang masuk. Untuk biaya kuliah per semester, mahasiswa jalur PMDK non-prestasi ini masih harus membayar lagi.

Dalam pengumuman resmi di situs unair.ac.id, disebutkan bahwa minimal SP3 Fakultas Kedokteran Umum Unair adalah Rp 150 juta. Angka tersebut bisa meningkat sampai Rp 800 juta seperti yang disebut di atas, karena SP3 ini diterapkan secara dinamis dengan mengikuti minat dan tren pendaftar.

PMDK Umum adalah salah satu program Unair untuk menjaring mahasiswa baru melalui seleksi yang diadakan sendiri. Program ini sudah dilakukan beberapa tahun belakangan setelah program extension dihapus.

Menurut informasi yang diperoleh Suirya, Unair menyediakan dua gelombang untuk penerimaan mahasiswa lewat PMDK Umum. Gelombang pertama sudah berlalu. Pendaftaran hingga tes sudah dilakukan pada 26 April sampai 1 Mei lalu. Ini berarti mendahului waktu Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun setelah PMDK Prestasi.

Sedangkan gelombang kedua akan dilangsungkan pada 26–31 Juli mendatang. Pada gelombang pertama, sudah terpenuhi 30 persen dari jumlah pagu kursi yang disediakan di Fakultas Kedokteran Umum. Setiap gelombang menyediakan sekitar 90 kursi.

Meski dikenai biaya super mahal, Unair masih mensyaratkan tes untuk peserta PMDK Umum. Hanya saja, di program ini siapapun (tentu yang punya duit banyak) boleh mendaftar, tidak dibatasi oleh prestasi akademik. Ini berbeda dengan jalur PMDK Prestasi yang mensyaratkan pendaftarnya harus menempati ranking lima besar di sekolahnya (SMA).

Di PMDK Umum, bahkan lulusan SMA tiga tahun sebelumnya yakni tahun 2008, 2009, dan 2010 bisa mendaftar.

“Pada PMDK Umum yang sudah berlangsung sebelumnya, dana SP3 telah menembus Rp 500 juta atau setengah miliar,’ kata sebuah sumber di Unair, Selasa (20/7).

Sumber yang bisa dipercaya itu menjelaskan, biaya masuk Program PMDK Umum untuk studi kedokteran memang tergolong tinggi. Dan, kedinamisan biaya masuk PTN yang sudah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) ini dianggapnya wajar.

“Biaya masuk PMDK Umum untuk program studi kedokteran memang tergolong tinggi tapi kami tetap selektif. Tahun lalu ada yang mampu membayar Rp 800 juta. Tapi kami tolak karena siswanya tidak layak masuk kedokteran. Kasihan siswanya sendiri nanti jika dipaksakan,” kata sumber itu kepada Surya.

Informasi yang digali Surya, besaran biaya masuk di masing-masing fakultas untuk program PMDK Umum ini bervariasi. Kedokteran Umum adalah yang termahal, diikuti Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi. Untuk Kedokteran Gigi, SP3 minimal Rp 75 juta dan Farmasi Rp 25 juta. Sementara untuk jurusan sosial, yang mahal adalah Jurusan Akuntansi dengan biaya minimal Rp 22,5 juta.

Sumbangan tersebut belum termasuk uang kuliah tiap semester. Diperoleh keterangan bahwa jalur PMDK Umum ini akan dikenai biaya kuliah antara Rp 3,5 juta sampai Rp 6 juta per semester.

Kemarin, Surya berhasil menemui salah seorang yang sudah dinyatakan diterima di Unair lewat PMDK Umum. Namun dia kemudian mencabutnya karena diterima melalui jalur SNMPTN.

Hilal Mursyidi, siswa asal Gresik itu semula sudah dinyatakan diterima di Jurusan Farmasi Unair melalui PMDK Umum gelombang pertama. Meski begitu, dia masih mencoba mengikuti tes SNMPTN dan ternyata diterima di jurusan yang sama. Padahal Hilal sudah membayar Rp 31 juta sebagaimana syarat minimal masuk Jurusan Farmasi.

“Karena saya pikir mahal, saya memilih ikut SNMPTN juga. Tetapi uang yang sudah dibayar tidak kembali sepenuhnya, hanya bisa diambil kembali Rp 18,5 juta. Tetapi tak masalah karena masuk lewat jalur SNMPTN hanya dikenai biaya kuliah Rp 1,2 juta per semester. Digabung dengan biaya lainnya, total biaya masuk cuma sekitar Rp 2,2 juta,” kata Hilal didampingi ayahnya di kampus Unair kemarin. (surya)

Sumber

#########################################################################

Doger monkey!

Untuk jadi S1 Kedokteran saja bisa sampai 800 juta.

Hmmm.. coba 800 juta ini saya serahkan ke mama saya untuk diputarkan sebagai modal.

Menurut mama, bisnis yang bagus saat ini adalah penyewaan excavataor di pertambangan emas. Harga 1 unit excavator bekas berkisar 250 juta dengan keuntungan bersih 25 Juta sebulan per unit.

Dalam sepuluh bulan sudah bisa balik modal, hmm okelah terlalu muluk. Anggap saja keuntungan bersih 10 juta sebulan per unit, berarti untuk balik modal diperlukan waktu 2 tahun 1 bulan. Sedangkan lama penggunaan excavator bekas berkisar antara 4 hingga 5 tahun tergantung dari umur dan perawatan excavator itu sendiri.

Wow… Berapa besar keuntungan yang didapat yah?

Tanpa bahaya malpraktek dan tinggal ongkang-ongkang kaki, karena biaya reparasi dan perawatan selama masa penyewaan ditanggung oleh perusahaan penyewa.

Besar sekali kalau begitu keuntungannya bukan? Dibandingkan dengan 800 Juta untuk masuk ke kedokteran Unair.

Eh.. ternyata si mama cuman tamatan SD lhoo…

Jadi malu…

Bookmark and Share
Sabar Itu Punya Batas
 

Sabar itu punya batas,

Maaf, anda sudah membuat saya melewatinya

Ya, anda.

Sekarang saya minta anda untuk segera pergi dari hadapan saya

Karena anda telah saya jadikan hanya sebagai catatan dalam sejarah saya

Tidak lebih

Bookmark and Share
RockStar!!!
 

we are rockstars by Julian Tali.

Hafwaaa!! Actually, now i’m in my highest self-confidence.

I’ve made my own rules and with all due respect, you have to follow or i will kick your butt out from my face!

But, with the rules, i will lead you with all of my heart

So, do you get the point?!

the image huh? taken from this

Bookmark and Share
Desperate Approach
 

desperate

desperate approach

when you have bravery to approach a girl, but a silly girl

just hit ‘em

Bookmark and Share
Madness Nite With Conversation Class Part II
 

Having a great and excellent class

Nice to know you all guys

See you when i see you

Bookmark and Share